Tahun 2014 akan segera berlalu, sebentar lagi pergi. Meskipun penuh dengan jejak menyakitkan, penuh luka menganga tanpa pernah terobati, aku akan tetap melangkah. Besok lusa, boleh jadi aku menjadi lebih dewasa menghadapi apa yang memang harus kuhadapi. Besok lusa, boleh jadi aku akan lebih tegar berdiri kokoh ditengah badai sekalipun. Tahun 2014, terimakasih.
Sekarang mungkin sudah saatnya aku tutup buku itu, tutup buku tentang kamu, tutup buku masa lalu. Bukan karena aku lelah menunggu, tapi karena aku tau kamu tak pernah tau aku menunggumu, jadi buat apa?
Tutup buku itu, agar semua tentangmu terkunci sudah.
Tutup buku itu, agar aku sadar sepenuhnya bahwa kamu tak lagi ada untukku.
Tutup buku itu, sudah tutup saja.
Rabu, 31 Desember 2014
My Immortal
I'm so tired of being here
Aku sangat letih berada di sini
Suppressed by all my childish fears
Tertekan oleh ketakutanku yang kekanak-kanakan
And if you have to leave
Dan jika kau harus pergi
I wish that you would just leave
Kuharap engkau pergi saja
'Cause your presence still lingers here
Karena kehadiranmu masih berbekas di sini
And it won't leave me alone
Dan bayangmu takkan meninggalkanku
BRIDGE
These wounds won't seem to heal
Luka ini takkan pernah sembuh
This pain is just too real
Rasa sakit ini memang nyata
There's just too much that time cannot erase
Terlalu banyak hal yang tak bisa dihapuskan oleh waktu
CHORUS
When you cried I'd wipe away all of your tears
Saat kau menangis, kan kuseka semua air matamu
When you'd scream I'd fight away all of your fears
Saat kau ingin teriak, kan kuusir semua ketakutanmu
I held your hand through all of these years
Kugenggam tanganmu sepanjang tahun ini
But you still have all of me
Namun kau masih memiliki diriku
You used to captivate me
Dulu kau memikat hatiku
By your resonating light
Dengan cahayamu yang menggetarkan
Now I'm bound by the life you left behind
Kini aku terikat pada hidup yang kau tinggalkan
Your face it haunts
Wajahmu menghantui
My once pleasant dreams
Mimpi-mimpiku yang dulu menyenangkan
Your voice it chased away
Suaramu menghalau
All the sanity in me
Kewarasan dalam diriku
BRIDGE
CHORUS
I've tried so hard to tell myself that you're gone
Tlah berusaha keras kukatakan pada diriku sendiri bahwa kau tlah tiada
But though you're still with me
Namun meski kau masih bersamaku
I've been alone all along
Selama ini aku tlah sendiri
CHORUS
Aku sangat letih berada di sini
Suppressed by all my childish fears
Tertekan oleh ketakutanku yang kekanak-kanakan
And if you have to leave
Dan jika kau harus pergi
I wish that you would just leave
Kuharap engkau pergi saja
'Cause your presence still lingers here
Karena kehadiranmu masih berbekas di sini
And it won't leave me alone
Dan bayangmu takkan meninggalkanku
BRIDGE
These wounds won't seem to heal
Luka ini takkan pernah sembuh
This pain is just too real
Rasa sakit ini memang nyata
There's just too much that time cannot erase
Terlalu banyak hal yang tak bisa dihapuskan oleh waktu
CHORUS
When you cried I'd wipe away all of your tears
Saat kau menangis, kan kuseka semua air matamu
When you'd scream I'd fight away all of your fears
Saat kau ingin teriak, kan kuusir semua ketakutanmu
I held your hand through all of these years
Kugenggam tanganmu sepanjang tahun ini
But you still have all of me
Namun kau masih memiliki diriku
You used to captivate me
Dulu kau memikat hatiku
By your resonating light
Dengan cahayamu yang menggetarkan
Now I'm bound by the life you left behind
Kini aku terikat pada hidup yang kau tinggalkan
Your face it haunts
Wajahmu menghantui
My once pleasant dreams
Mimpi-mimpiku yang dulu menyenangkan
Your voice it chased away
Suaramu menghalau
All the sanity in me
Kewarasan dalam diriku
BRIDGE
CHORUS
I've tried so hard to tell myself that you're gone
Tlah berusaha keras kukatakan pada diriku sendiri bahwa kau tlah tiada
But though you're still with me
Namun meski kau masih bersamaku
I've been alone all along
Selama ini aku tlah sendiri
CHORUS
My Immortal | Evanescence
Senin, 01 Desember 2014
Don't You Remember
When will I see you again?
You left with no goodbye, not a single word was said,
No final kiss to seal any seams,
I had no idea of the state we were in,
You left with no goodbye, not a single word was said,
No final kiss to seal any seams,
I had no idea of the state we were in,
I know I have a fickle heart and bitterness,
And a wandering eye, and a heaviness in my head,
And a wandering eye, and a heaviness in my head,
But don’t you remember?
Don’t you remember?
The reason you loved me before,
Baby, please remember me once more,
Don’t you remember?
The reason you loved me before,
Baby, please remember me once more,
When was the last time you thought of me?
Or have you completely erased me from your memory?
I often think about where I went wrong,
The more I do, the less I know,
Or have you completely erased me from your memory?
I often think about where I went wrong,
The more I do, the less I know,
But I know I have a fickle heart and bitterness,
And a wandering eye, and a heaviness in my head,
And a wandering eye, and a heaviness in my head,
But don’t you remember?
Don’t you remember?
The reason you loved me before,
Baby, please remember me once more,
Don’t you remember?
The reason you loved me before,
Baby, please remember me once more,
Gave you the space so you could breathe,
I kept my distance so you would be free,
And hope that you find the missing piece,
To bring you back to me,
I kept my distance so you would be free,
And hope that you find the missing piece,
To bring you back to me,
Why don’t you remember?
Don’t you remember?
The reason you loved me before,
Baby, please remember me once more,
Don’t you remember?
The reason you loved me before,
Baby, please remember me once more,
When will I see you again?
Sabtu, 01 November 2014
Minggu, 14 September 2014
Aku suka Pantai
Hari ini tanggal 14 Sept 2014, aku kondangan ke Kebumen, Mba Ummi, temen kajian keputrian di Masjid Fathimatuzahra menikah hari ini, dan aku, teman2ku yang lain juga takmir maFaza rombongan kesana, pake bus kapasitas 30 orang. Menyenangkan itu adalah sekarang setiap minggu aku selalu punya cerita, tapi sebenarnya tak cuma hari minggu, setiap hari aku punya cerita, cerita menyenangkan, menyedihkan, mengharu biru, cerita tentang perasaan yang tiba2 sendu, cerita lucu yang bikin terkekeh-kekeh, juga cerita memalukan yang bikin senyum2 ga nahan, hahaha.... hidup memang penuh cerita, dan sepertinya menyenangkan hidup dalam tulisan, tulisan akan mengikat semua memoar kehidupanku, mengingatkan kita tentang sesuatu yang menguatkan hati. Dan tahukah kalian, menulis itu termasuk dalam cara kita melakukan positive self talk (pembicaraan positif terhadap diri sendiri) selama tulisannya juga positif tentunya, yuk mariiiiii......
Anyway, setelah kondangan kita mampir kepantai, namanya pantai Suwuk daerah sekitar Kebumen aja, pantainya bagus, ombaknya lagi besar pas kita kesana, dannnnnnnn panas! ya iyalah ya, wong kita kesana jam 1 siang bolong, haha. Aku ga terjun main kepantai, padahal aku suka pantai, aku memilih melipir aja sama temenku dipinggiran agak jauh dari pantai tapi masih dipinggir pantai, melipir nyari makan sekalian numpang berteduh, haha. Suasana pantai lagi rame hari ini, akan menyenangkan mungkin jika menikmati pantai dipagi hari atau sore sekalian, tapi tidak mungkin juga karna aku ikut rombongan, nahhhh...... akhirnya aku punya ide bikin puisi buat diri sendiri, kkkkkekkk......
Anyway, setelah kondangan kita mampir kepantai, namanya pantai Suwuk daerah sekitar Kebumen aja, pantainya bagus, ombaknya lagi besar pas kita kesana, dannnnnnnn panas! ya iyalah ya, wong kita kesana jam 1 siang bolong, haha. Aku ga terjun main kepantai, padahal aku suka pantai, aku memilih melipir aja sama temenku dipinggiran agak jauh dari pantai tapi masih dipinggir pantai, melipir nyari makan sekalian numpang berteduh, haha. Suasana pantai lagi rame hari ini, akan menyenangkan mungkin jika menikmati pantai dipagi hari atau sore sekalian, tapi tidak mungkin juga karna aku ikut rombongan, nahhhh...... akhirnya aku punya ide bikin puisi buat diri sendiri, kkkkkekkk......
Aku suka pantai
sama seperti aku suka hujan
tapi aku tidak suka hujan yang terlalu besar
aku tidak suka hujan yang membawa angin kencang
aku tidak suka hujan dengan petir menyambar-nyambar
aku suka hujan yang sederhana
sama sederhananya seperti pantai indah dipagi hari dengan sunrisenya
atau pantai saat sore dengan sunsetnya
yang suasananya tenang
Aku suka pantai
suatu saat nanti aku ingin kamu mengajakku kepantai
pantai mana saja
kita tidak perlu kejar-kejaran dipantai seperti adegan difilm-film
kita juga tidak perlu sibuk berfoto sambil cebur-ceburan
aku hanya ingin kita berjalan bersisian
dan kamu menggenggam tanganku penuh cinta
kamu tak perlu mengatakan "I Love You"
karna tanpa mengatakannya pun aku sudah tau
Aku suka pantai
dan aku sungguh suka pantai
sama seperti aku menyukai hujan
aku juga suka kamu.............
_AkuNovia_
Senin, 08 September 2014
Minggu yang "Sibuk"
Minggu itu, untuk kebanyakan orang adalah hari libur. Minggu itu adalah jeda sejenak dari rutinitas yang ada. Minggu adalah bebas. Minggu adalah liburan. Minggu adalah akhir pekan yang menyenangkan, tapi tidak minggu malam, hahaha....
Tiga hari minggu ini aku "sibuk", sibuk yang menyenangkan si, jadi begini......
Minggu, 24 Agustus 2014
Hari minggu ini, aku ikutan Rafting (baca:arung jeram), ini pengalaman perdana. Pas diajakin temen ikutan acara ini, rasanya tu gimanaaaaaaa gitu (lebay), pertanyaan pertama yang keluar adalah: " aku ga bisa renang, gimana?". hahaha..... sitemen bilang katanya "gapapa". Tapi aku nyoba nyari info sendiri, tanya sana sini, tanya sama orang yang udah pernah rafting, dan tadaaaaaaaaaa...... big thanks to mba Lia yang udah kasi pencerahan, yang akhirnya berani juga nekat buat ikut, aji mumpungnya adalah mumpung ada yang ngajakin, hihi....
Lokasi Rafting lumayan jauh, di Banjarnegara sono, pemberangkatan dari Purwokerto sekitar 1-2 jam. Kita berangkat rombongan, 15 orang, dan aku hanya kenal 2 orang aja coba, hahaha..... Tapi don't worry be happy, karna satu rombongan jadilah ga masalah untuk bisa saling mengenal, dan mereka semua asyik2.
Nama arung jeramnya, arung jeram Serayu, panjang rutenya 16km, satu perahu karet biasanya 6 orang plus 1 team Rescue jadi 7 orang, karna kita 15 orang jadi dibagi 3 kelompok, harusnya masing2 kelompok kan 5 orang yah, taapiii, kelompokku cuma 4 orang doang, ini disebabkan karena 1 diantara 15 orang tadi adalah ketua rombongan yang harus mendokumentasikan perjalanan kita, hiyaaaa...... jadi tak apalah, "sing penting poto" hahaa...
Arung jeram dimulai, petualangan dimulai, baju pelampung dan helm dikenakan setiap peserta termasuk aku yaaaa, plus dibawain dayungnya. Tidak lupa juga arahan, aba2yang digunakan sampai bentuk penyelamatan "darurat" yang harus dilakukan disaat2 darurat, semua disampaikan oleh team Rescue untuk bekal selama perjalanan yang kurang lebih membutuhkan waktu 3 jam. Awalnya deg2an, tapi lama2 asyik juga menikmati perjalanannya, yang lain cebur2an, karna akunya kan ga bisa renang, jadi takut nyebur, tapiiiii..... si team Rescue yang diperahuku bilang "gapapa, ga tenggelam ko", hahaha itu orang tau aja pikiranku. Penasaran juga, akhirnya aku nekat nyebur dannnnnnnnnnnn........ iya ga tenggelam (kan pake baju pelampung ya.haha) asli asyikk banget, lupa deh kalo ga bisa renang. Jadi.... untuk yang mau ikutan arung jeram trus ga bisa renang, gapapa, insyaAlloh aman, ada team Rescue yang siap siaga, dan jiwa kita juga diasuransikan ko. Ayo coba!
Perjalanan arung jeram itu tidak selalu diarus air yang tenang, selalu ada arus yang ekstrim yang bebatu yang arus airnya deras bak air terjun, tapi justru disitulah rute paling menariknya, kita akan tertantang, berteriak senang melewatinya, sesuatu yang memacu adrenalin kita, bukan? sampai2 kita ingin melewatinya lagi dan lagi agar perjalanan selalu seru seperti itu, iya kan?
Ada sesuatu yang terpikir olehku, jika kita analogikan perjalanan arung jeram ini seperti perjalanan hidup kita misal, saat kita melewati rute arung jeram paling ekstrim sekalipun kita bisa berteriak senang sambil berseru asyik2, tapi kenapa saat kita harus melewati rute "sulit" diperjalanan hidup kita, kebanyakan dari kita, termasuk aku, lebih sering mengeluh dan meratap? kenapa kita tidak memilih untuk menikmatinya seperti menikmati perjalanan arung jeram? kenapa??? mungkin ini menarik untuk direnungkan sejenak.....
***
Minggu, 31 Agustus 2014
Ceritanya,,,, hari ini itu ada karnaval, satu desa, dan semalemmmm ibu erte kerumahku, "mba Novi besok ikut didandani ya (baca:dirias) buat karnaval" aku kaget aja, setengah bengong, tahun2 sebelumnya aku tidak pernah terlibat, and now,,,,, akan dilibatkan, haha... aku jawabnya "pake jilbab ga bu?" eh si bu ertenya bilang "engga mba"....... "waduhhhh, aku ga mau deh bu, maaf?" si ibunya bilang gini " oya udah tek cari yang lain aja"......."maaf ya bu?"...... "iya"....................
Eh, ga lama pergi, si ibu ertenya dateng lagi kerumah, "mba Novi, besok ikut aja ya, besok didandaninya pake jilbab bisa ko"....bengong deh aku..... "oh... iya bu, tapi kalo besok pas dirias ga pake jilbab aku mundur ya bu".... "pake ko, memang nanti ada yang harus pake jilbab".....hmmmmmm ada apakah gerangan coba..... bu erte mantep jawab "iya".
Singkatnya,,,, jadilah aku pagi2 dirias, diwarna warni, aku yang ga biasa dan ga terbiasa ber "make up" sigap banget bilang "jangan tebel2 ya mba make upnya" haha...... jadilah aku orang paling "berisik" selama sesi ini, hihi. Setelah selesai make up, lengkap dengan pakaian "aneh" dan jilbab aku nyoba bercermin, dan tadaaaaaaa........ aku senyum sendiri dan bilang dalam hati " aku cantik juga ya kalau pake make up. haha"
Jadi,,, acara karnaval satu desa ini, diadakan rutin setiap satu tahun sekali dalam bulan Agustus, sebagai partisipasi meramaikan dan memperingati hari kemerdekaan Indonesia, 17 Agustus, satu desa ini terdiri dari beberapa RW (Rukun Warga) dan dibawah RW ada RT (Rukun Tetangga), kelompok karnaval ini adalah masing2 RT desa, nah,,,, koordinasi RT itu mengharuska setiap Keluarga ada yang ikut berpartisipasi minimal 1 orang, kalo misal ga ada seorangpun dari anggota keluarga yang ikut berpartisipasi akan dikenakan denda 20ribu, dan biasanya aku mending bayar denda, hahaha..... tapi tidak kali ini, karna aku ikut, ikut "terpilih" dalam karnaval hari ini.
Karnaval, setiap RT punya kreasinya masing2, modelnya juga banyak dari mulai anak2 sampai nenek-kakek ada, ada pertunjukan intinya, yang kebanyakan adalah "kenthongan", sama seperti kelompok RTku juga pake pertunjukkan inti kenthongan, lalu aku ngapain? aku ikut barisan didepan kenthong tapi bukan yang ngasih aba2, bukan juga jadi yang nari2, aku ikut jadi "pajangan berjalan" aja, haha. Dua kata untuk hari ini..... Rame-Cape.
Dari lelah yang terasa, dari keringet yang menderas akibat panasnya matahari yang uwo! banget hari ini, satu hal yang membuat aku excited sama diri aku sendiri adalah aku yang introvert ini, bisa juga beradaptasi dalam keriuhan, aku yang biasanya "enggan" terlibat dalam acara2 "keramaian", hari ini menjadi bagian dari "keramaian" itu sendiri. I'm proud of me. haha.... Aku ga punya foto karnavalnya, belum dikasih liat juga sama bu erte, foto selfie? ada sih, tapi malu laaaaaaa kalau harus mejeng disini. jadi harap maklum :)
***
Minggu 7 September 2014
Minggu kali ini, tepatnya kemarin, aku dateng acara silturahmi akbar ODOJers se-Barlingmascap (Banjarnegara Purbalingga Banyumas Cilacap), niatnya memang pengen silaturahmi, mengenal anggota odoj lain yang ga se-Grup, tadinya aku mau bareng sama temen, tapi temen ga jadi karna ada "something", jadilah aku berangkat sendiri ke TKP, buat aku, sendirian justru menyenangkan, lagian juga disana bakal ketemu banyak temen. Dan eh, ternyata disana itu ada acara lainnya, sepaket sama IBF (Islamic Book Fair), rame deh, aku bisa beli buku, yes!
Acara tujuan adalah silatbar, setelah registrasi, dikasih snack dan disematkan tanda pengenal, aku langsung duduk manis dilokasi yang ditunjukkan oleh panitia, sambil kenal2 ke tetangga duduk, sebelah kanan-kiri depan-belakang, ngobrol2, duduknya lesehan didepan panggung yang sederhana dengan warna serba hijau kecuali kursi, meja dan laptopnya, peserta duduk rapi didepan panggung membentuk barisan, akhwat dan ikhwan dipisahkan oleh tirai yang ga cukup "menutupi" keberadaan peserta. Baiklah, acaranya adalah pembukaan, sambutan, tausyiah dari mbak Afiv AKSI, trus pertunjukan dari Naura Nasyid yang keyeeeeennnn banget, yang nyanyi masih anak2 tapi suaranya bagusssssss, suka!, acara intinya tentang ODOJ (One Day One Juz) itu sendiri, sosialisasi tentang ODOJ, pembicaranya dari salah satu dari 4 pendiri ODOJ itu sendiri, kemudian sesi tanya jawab, dilanjut dengan sebar 100 Al Qur"an secara simbolisasi, ditutup dengan nonton film pendek ODOJ yang dibintangi oleh Teuku Wisnu dan Oki Setiana Dewi, bisa diliat di link ini juga: http://www.youtube.com/watch?v=CT1l8CxBqVc
Dari awal acara sampai ditutup, ada satu dua yang bisa jadi catatan penting, ini hasil menyimak tausyiah dan dari pembicara ODOJ. Tentang NIAT, hanya satu kata tapi menjadi "nyala api" dari keseluruhan yang kita perbuat, dari yang kita lakukan, dari semua proses yang kita lalui. Niat memang tak terlihat, sesuatu yang abstrak tapi tak bisa diabaikan, niat adalah urusan kita dengan Tuhan, tidak ada yang tau, bahkan saat kita bicarakan niat kita, kita sampaikan niat kita secara terang dengan lisan, niat yang sebenarnya tetaplah ada didalam hati masing2, niat itu penting, karena..... tapi sebelumnya aku akan sampaikan tanya jawab yang menarik tentang ODOJ tadi, "apakah dengan ODOJ kita tidak RIYa karna harus laporan?" jawaban sipembicara begini.... "kembali lagi pada niat kita, karena RIYA dan IKHLas itu bedanya tipis sekali" menurut pemaparannya yang panjang lebar inti yang aku tangkap begini, bahwa saat niat kita memang untuk Alloh menyelesaikan satu juz per harinya, dengan laporan adalah sebagai monitornya, kita bisa ikhlas melakukannya dan RUTIN tanpa "embel2", dan saat kita hanya ikut euforia kita akan terjebak oleh Riya, seiring berjalannya waktu kita akan capek sendiri dengan keadaan yang seolah "terpaksa" dengan cepet2an kholas (baca:selesai 1 juz) misalnya. Ikhlas itu cukup dilakukan dan tak usah diungkit-ungkit atau dibicarakan lagi sedangkan Riya melakukan sesuatu dengan orientasi penilaian manusia lain yang kadang masih sering diungkit/ dibicarakan oleh lisan, sengaja atau tidak, sadar atau tidak, bahwa Riya dan IKhlas itu tipis sekali bedanya, tapi semua hanya Tuhan yang tau, karna niat itu urusan kita masing2 dengan Tuhan. Nahhh..... sepertinya ini harus jadi catatan super penting.
Untuk catatan penting lainnya, “We first make our habits then habits make us“, dan dengan ODOJ kita bisa membuat kebiasaan baik untuk selalu berinteraksi dengan Al Qur'an dengan pedoman hidup kita, dengan surat cinta langsung dari Tuhan, juga untuk bisa terbiasa dengan hal2 baik dan positif yang akan menjadi kebiasaan. Yes, I'm agree!
Buat kamu2 yang ingin bergabung di ODOJ bisa registrasi disini:
http://daftar.onedayonejuz.org/index.php/auth/login
Sekilas tentang ODOJ dariku, nanti setelah kita daftar kita akan diikutkan antrian untuk kemudian diikutkan dalam satu grup yang masing2 grup jumlah membernya 30 orang termasuk adminnya, sesuai juz dalam Al Qur'an, untuk kemudian dibagi satu juz satu orang, admin disini yang selalu update info dari pusat terkait peraturan dan isue2 terbaru tentang ODOJ, juga bertugas untuk memberi laporan setiap harinya ke pusat sono, selain admin akan ditunjuk PJH (Penanggungjawab Harian) yang tugasnya merekap list anggota, memberi keterangan kholas pada anggota yang telah melapor kholas sesuai bagian juznya masing2, dan admin juga bisa jadi PJH, karena...... ini berdasarkan grupku sendiri, yang jadi PJH biasanya adalah anggota yang kebagian juz 1, setiap hari anggota diberi 1 juz urut dari juz yang kemarin, misalnya ni, aku kemarin kebagian juz 2 besok aku juz 3, besoknya lagi juz 4, gitu terus. Dan kalau sedang berhalangan haidh, karna grup akhwat yah,, kita ada tasmi (baca: dengerin murotal Al-Qur'an sesuai juznya) dari hape, dari CD atau media apa aja bole dan ada lagi tarjim (baca: membaca terjemahan Al-Qur'an sesuai bagian juznya), untuk lelang sudah dihapus, dimaksudkan agar kita terus berinteraksi dengan Al-Qur'an. Grup ini bisa via BBM dan Whatsapp, terserah kita, kalau aku lebih ke grup Whatsapp, meskipun aku pengguna si Blackberry, hehe. Aku milih grup Whatsapp karena kalau, suatu saat off, non aktif, paket habis, bisa sms atau telepon untuk laporan, kan Whatsapp pake nomer HP, via BBM juga bisa si, tapi jadi ga efektif untuk aku yang "rempong" hehe, ini untuk aku yaaaaa... Jadi, dalam satu grupku terdiri dari 30 orang yang berasal dari segala penjuru, dari jawa tengah, jawa timur, jawa barat, sumatera, sulawesi, dan ada juga yang sedang menempuh pendidikan/kerja diluar negeri sono, kita semua saudara, yang bahu membahu dalam kebaikan terutama mengkhatamkan Al Qur'an dalam satu hari, bersama, Yang menjadi penyemangat ketika semangat mulai meredup, yang saling nasehat menasehati dalam kebaikan, yang bisa menjadi sahabat meski tak bersentuhan secara fisik. Jalinan yang memesona, bukan? ayo gabung :)
Penutup kunjunganku di IBF dan acara silatbar ini adalah poto2 dan beli buku, aku beli bukunya Kang Salim A Fillah yang judulnya "Lapis-Lapis Keberkahan" bukunya tebel sangat, dan sepertinya bagus, happy reading to me :)
Sebelum tulisanku yang panjang lebar ini kemana-mana, sebaiknya diakhiri sampai disini, haha....
Tiga hari minggu ini aku "sibuk", sibuk yang menyenangkan si, jadi begini......
Minggu, 24 Agustus 2014
Hari minggu ini, aku ikutan Rafting (baca:arung jeram), ini pengalaman perdana. Pas diajakin temen ikutan acara ini, rasanya tu gimanaaaaaaa gitu (lebay), pertanyaan pertama yang keluar adalah: " aku ga bisa renang, gimana?". hahaha..... sitemen bilang katanya "gapapa". Tapi aku nyoba nyari info sendiri, tanya sana sini, tanya sama orang yang udah pernah rafting, dan tadaaaaaaaaaa...... big thanks to mba Lia yang udah kasi pencerahan, yang akhirnya berani juga nekat buat ikut, aji mumpungnya adalah mumpung ada yang ngajakin, hihi....
Lokasi Rafting lumayan jauh, di Banjarnegara sono, pemberangkatan dari Purwokerto sekitar 1-2 jam. Kita berangkat rombongan, 15 orang, dan aku hanya kenal 2 orang aja coba, hahaha..... Tapi don't worry be happy, karna satu rombongan jadilah ga masalah untuk bisa saling mengenal, dan mereka semua asyik2.
Nama arung jeramnya, arung jeram Serayu, panjang rutenya 16km, satu perahu karet biasanya 6 orang plus 1 team Rescue jadi 7 orang, karna kita 15 orang jadi dibagi 3 kelompok, harusnya masing2 kelompok kan 5 orang yah, taapiii, kelompokku cuma 4 orang doang, ini disebabkan karena 1 diantara 15 orang tadi adalah ketua rombongan yang harus mendokumentasikan perjalanan kita, hiyaaaa...... jadi tak apalah, "sing penting poto" hahaa...
Arung jeram dimulai, petualangan dimulai, baju pelampung dan helm dikenakan setiap peserta termasuk aku yaaaa, plus dibawain dayungnya. Tidak lupa juga arahan, aba2yang digunakan sampai bentuk penyelamatan "darurat" yang harus dilakukan disaat2 darurat, semua disampaikan oleh team Rescue untuk bekal selama perjalanan yang kurang lebih membutuhkan waktu 3 jam. Awalnya deg2an, tapi lama2 asyik juga menikmati perjalanannya, yang lain cebur2an, karna akunya kan ga bisa renang, jadi takut nyebur, tapiiiii..... si team Rescue yang diperahuku bilang "gapapa, ga tenggelam ko", hahaha itu orang tau aja pikiranku. Penasaran juga, akhirnya aku nekat nyebur dannnnnnnnnnnn........ iya ga tenggelam (kan pake baju pelampung ya.haha) asli asyikk banget, lupa deh kalo ga bisa renang. Jadi.... untuk yang mau ikutan arung jeram trus ga bisa renang, gapapa, insyaAlloh aman, ada team Rescue yang siap siaga, dan jiwa kita juga diasuransikan ko. Ayo coba!
Perjalanan arung jeram itu tidak selalu diarus air yang tenang, selalu ada arus yang ekstrim yang bebatu yang arus airnya deras bak air terjun, tapi justru disitulah rute paling menariknya, kita akan tertantang, berteriak senang melewatinya, sesuatu yang memacu adrenalin kita, bukan? sampai2 kita ingin melewatinya lagi dan lagi agar perjalanan selalu seru seperti itu, iya kan?
Ada sesuatu yang terpikir olehku, jika kita analogikan perjalanan arung jeram ini seperti perjalanan hidup kita misal, saat kita melewati rute arung jeram paling ekstrim sekalipun kita bisa berteriak senang sambil berseru asyik2, tapi kenapa saat kita harus melewati rute "sulit" diperjalanan hidup kita, kebanyakan dari kita, termasuk aku, lebih sering mengeluh dan meratap? kenapa kita tidak memilih untuk menikmatinya seperti menikmati perjalanan arung jeram? kenapa??? mungkin ini menarik untuk direnungkan sejenak.....
***
Minggu, 31 Agustus 2014
Ceritanya,,,, hari ini itu ada karnaval, satu desa, dan semalemmmm ibu erte kerumahku, "mba Novi besok ikut didandani ya (baca:dirias) buat karnaval" aku kaget aja, setengah bengong, tahun2 sebelumnya aku tidak pernah terlibat, and now,,,,, akan dilibatkan, haha... aku jawabnya "pake jilbab ga bu?" eh si bu ertenya bilang "engga mba"....... "waduhhhh, aku ga mau deh bu, maaf?" si ibunya bilang gini " oya udah tek cari yang lain aja"......."maaf ya bu?"...... "iya"....................
Eh, ga lama pergi, si ibu ertenya dateng lagi kerumah, "mba Novi, besok ikut aja ya, besok didandaninya pake jilbab bisa ko"....bengong deh aku..... "oh... iya bu, tapi kalo besok pas dirias ga pake jilbab aku mundur ya bu".... "pake ko, memang nanti ada yang harus pake jilbab".....hmmmmmm ada apakah gerangan coba..... bu erte mantep jawab "iya".
Singkatnya,,,, jadilah aku pagi2 dirias, diwarna warni, aku yang ga biasa dan ga terbiasa ber "make up" sigap banget bilang "jangan tebel2 ya mba make upnya" haha...... jadilah aku orang paling "berisik" selama sesi ini, hihi. Setelah selesai make up, lengkap dengan pakaian "aneh" dan jilbab aku nyoba bercermin, dan tadaaaaaaa........ aku senyum sendiri dan bilang dalam hati " aku cantik juga ya kalau pake make up. haha"
Jadi,,, acara karnaval satu desa ini, diadakan rutin setiap satu tahun sekali dalam bulan Agustus, sebagai partisipasi meramaikan dan memperingati hari kemerdekaan Indonesia, 17 Agustus, satu desa ini terdiri dari beberapa RW (Rukun Warga) dan dibawah RW ada RT (Rukun Tetangga), kelompok karnaval ini adalah masing2 RT desa, nah,,,, koordinasi RT itu mengharuska setiap Keluarga ada yang ikut berpartisipasi minimal 1 orang, kalo misal ga ada seorangpun dari anggota keluarga yang ikut berpartisipasi akan dikenakan denda 20ribu, dan biasanya aku mending bayar denda, hahaha..... tapi tidak kali ini, karna aku ikut, ikut "terpilih" dalam karnaval hari ini.
Karnaval, setiap RT punya kreasinya masing2, modelnya juga banyak dari mulai anak2 sampai nenek-kakek ada, ada pertunjukan intinya, yang kebanyakan adalah "kenthongan", sama seperti kelompok RTku juga pake pertunjukkan inti kenthongan, lalu aku ngapain? aku ikut barisan didepan kenthong tapi bukan yang ngasih aba2, bukan juga jadi yang nari2, aku ikut jadi "pajangan berjalan" aja, haha. Dua kata untuk hari ini..... Rame-Cape.
Dari lelah yang terasa, dari keringet yang menderas akibat panasnya matahari yang uwo! banget hari ini, satu hal yang membuat aku excited sama diri aku sendiri adalah aku yang introvert ini, bisa juga beradaptasi dalam keriuhan, aku yang biasanya "enggan" terlibat dalam acara2 "keramaian", hari ini menjadi bagian dari "keramaian" itu sendiri. I'm proud of me. haha.... Aku ga punya foto karnavalnya, belum dikasih liat juga sama bu erte, foto selfie? ada sih, tapi malu laaaaaaa kalau harus mejeng disini. jadi harap maklum :)
***
Minggu 7 September 2014
Minggu kali ini, tepatnya kemarin, aku dateng acara silturahmi akbar ODOJers se-Barlingmascap (Banjarnegara Purbalingga Banyumas Cilacap), niatnya memang pengen silaturahmi, mengenal anggota odoj lain yang ga se-Grup, tadinya aku mau bareng sama temen, tapi temen ga jadi karna ada "something", jadilah aku berangkat sendiri ke TKP, buat aku, sendirian justru menyenangkan, lagian juga disana bakal ketemu banyak temen. Dan eh, ternyata disana itu ada acara lainnya, sepaket sama IBF (Islamic Book Fair), rame deh, aku bisa beli buku, yes!
Acara tujuan adalah silatbar, setelah registrasi, dikasih snack dan disematkan tanda pengenal, aku langsung duduk manis dilokasi yang ditunjukkan oleh panitia, sambil kenal2 ke tetangga duduk, sebelah kanan-kiri depan-belakang, ngobrol2, duduknya lesehan didepan panggung yang sederhana dengan warna serba hijau kecuali kursi, meja dan laptopnya, peserta duduk rapi didepan panggung membentuk barisan, akhwat dan ikhwan dipisahkan oleh tirai yang ga cukup "menutupi" keberadaan peserta. Baiklah, acaranya adalah pembukaan, sambutan, tausyiah dari mbak Afiv AKSI, trus pertunjukan dari Naura Nasyid yang keyeeeeennnn banget, yang nyanyi masih anak2 tapi suaranya bagusssssss, suka!, acara intinya tentang ODOJ (One Day One Juz) itu sendiri, sosialisasi tentang ODOJ, pembicaranya dari salah satu dari 4 pendiri ODOJ itu sendiri, kemudian sesi tanya jawab, dilanjut dengan sebar 100 Al Qur"an secara simbolisasi, ditutup dengan nonton film pendek ODOJ yang dibintangi oleh Teuku Wisnu dan Oki Setiana Dewi, bisa diliat di link ini juga: http://www.youtube.com/watch?v=CT1l8CxBqVc
Dari awal acara sampai ditutup, ada satu dua yang bisa jadi catatan penting, ini hasil menyimak tausyiah dan dari pembicara ODOJ. Tentang NIAT, hanya satu kata tapi menjadi "nyala api" dari keseluruhan yang kita perbuat, dari yang kita lakukan, dari semua proses yang kita lalui. Niat memang tak terlihat, sesuatu yang abstrak tapi tak bisa diabaikan, niat adalah urusan kita dengan Tuhan, tidak ada yang tau, bahkan saat kita bicarakan niat kita, kita sampaikan niat kita secara terang dengan lisan, niat yang sebenarnya tetaplah ada didalam hati masing2, niat itu penting, karena..... tapi sebelumnya aku akan sampaikan tanya jawab yang menarik tentang ODOJ tadi, "apakah dengan ODOJ kita tidak RIYa karna harus laporan?" jawaban sipembicara begini.... "kembali lagi pada niat kita, karena RIYA dan IKHLas itu bedanya tipis sekali" menurut pemaparannya yang panjang lebar inti yang aku tangkap begini, bahwa saat niat kita memang untuk Alloh menyelesaikan satu juz per harinya, dengan laporan adalah sebagai monitornya, kita bisa ikhlas melakukannya dan RUTIN tanpa "embel2", dan saat kita hanya ikut euforia kita akan terjebak oleh Riya, seiring berjalannya waktu kita akan capek sendiri dengan keadaan yang seolah "terpaksa" dengan cepet2an kholas (baca:selesai 1 juz) misalnya. Ikhlas itu cukup dilakukan dan tak usah diungkit-ungkit atau dibicarakan lagi sedangkan Riya melakukan sesuatu dengan orientasi penilaian manusia lain yang kadang masih sering diungkit/ dibicarakan oleh lisan, sengaja atau tidak, sadar atau tidak, bahwa Riya dan IKhlas itu tipis sekali bedanya, tapi semua hanya Tuhan yang tau, karna niat itu urusan kita masing2 dengan Tuhan. Nahhh..... sepertinya ini harus jadi catatan super penting.
Untuk catatan penting lainnya, “We first make our habits then habits make us“, dan dengan ODOJ kita bisa membuat kebiasaan baik untuk selalu berinteraksi dengan Al Qur'an dengan pedoman hidup kita, dengan surat cinta langsung dari Tuhan, juga untuk bisa terbiasa dengan hal2 baik dan positif yang akan menjadi kebiasaan. Yes, I'm agree!
Buat kamu2 yang ingin bergabung di ODOJ bisa registrasi disini:
http://daftar.onedayonejuz.org/index.php/auth/login
Sekilas tentang ODOJ dariku, nanti setelah kita daftar kita akan diikutkan antrian untuk kemudian diikutkan dalam satu grup yang masing2 grup jumlah membernya 30 orang termasuk adminnya, sesuai juz dalam Al Qur'an, untuk kemudian dibagi satu juz satu orang, admin disini yang selalu update info dari pusat terkait peraturan dan isue2 terbaru tentang ODOJ, juga bertugas untuk memberi laporan setiap harinya ke pusat sono, selain admin akan ditunjuk PJH (Penanggungjawab Harian) yang tugasnya merekap list anggota, memberi keterangan kholas pada anggota yang telah melapor kholas sesuai bagian juznya masing2, dan admin juga bisa jadi PJH, karena...... ini berdasarkan grupku sendiri, yang jadi PJH biasanya adalah anggota yang kebagian juz 1, setiap hari anggota diberi 1 juz urut dari juz yang kemarin, misalnya ni, aku kemarin kebagian juz 2 besok aku juz 3, besoknya lagi juz 4, gitu terus. Dan kalau sedang berhalangan haidh, karna grup akhwat yah,, kita ada tasmi (baca: dengerin murotal Al-Qur'an sesuai juznya) dari hape, dari CD atau media apa aja bole dan ada lagi tarjim (baca: membaca terjemahan Al-Qur'an sesuai bagian juznya), untuk lelang sudah dihapus, dimaksudkan agar kita terus berinteraksi dengan Al-Qur'an. Grup ini bisa via BBM dan Whatsapp, terserah kita, kalau aku lebih ke grup Whatsapp, meskipun aku pengguna si Blackberry, hehe. Aku milih grup Whatsapp karena kalau, suatu saat off, non aktif, paket habis, bisa sms atau telepon untuk laporan, kan Whatsapp pake nomer HP, via BBM juga bisa si, tapi jadi ga efektif untuk aku yang "rempong" hehe, ini untuk aku yaaaaa... Jadi, dalam satu grupku terdiri dari 30 orang yang berasal dari segala penjuru, dari jawa tengah, jawa timur, jawa barat, sumatera, sulawesi, dan ada juga yang sedang menempuh pendidikan/kerja diluar negeri sono, kita semua saudara, yang bahu membahu dalam kebaikan terutama mengkhatamkan Al Qur'an dalam satu hari, bersama, Yang menjadi penyemangat ketika semangat mulai meredup, yang saling nasehat menasehati dalam kebaikan, yang bisa menjadi sahabat meski tak bersentuhan secara fisik. Jalinan yang memesona, bukan? ayo gabung :)
Penutup kunjunganku di IBF dan acara silatbar ini adalah poto2 dan beli buku, aku beli bukunya Kang Salim A Fillah yang judulnya "Lapis-Lapis Keberkahan" bukunya tebel sangat, dan sepertinya bagus, happy reading to me :)
Sebelum tulisanku yang panjang lebar ini kemana-mana, sebaiknya diakhiri sampai disini, haha....
"Bahwa dalam setiap yang kita lakukan, dalam setiap kejadian yang kita alami, sekecil apapun, selalu ada pelajaran berharga yang bisa kita ambil menjadi kebaikan, minimal untuk diri kita sendiri_akunovia"
Jumat, 05 September 2014
Bahagia dengan KeSepian
"Orang yang terbiasa dengan sepi akan jatuh cinta pada kesepian. Menyukai waktu2 tak diganggu orang lain, menyukai perasaannya yang menjadi sendu, dan kesepian itu pun menjadi candu. Agak mengherankan memang ketika seseorang begitu menikmati kesepian."
Sepi_HujanMatahari
Begitulah aku, seperti itulah aku, begitu absurd tapi absolut. entah demi apa? tapi demikianlah aku mencintai kesepian itu. Sejak aku tau kamu mulai memperjuangkan orang lain, aku belajar untuk pergi. Aku cinta, tapi aku tak ingin merusak kebahagiaan dan kenyamanan orang yang aku cinta. Aku telah berusaha memperjuangkannya, dan ketika kamu tak menghargainya, harusnya tak menjadi masalah untukku, aku tak seharusnya menyalahkan siapapun, bukankah aku berjuang atas kemauanku sendiri tak ada yang memintanya. Tak mengapa, karena sekarang aku telah jatuh cinta lagi, jatuh cinta pada kesepian. haha....
Aku memang lelah, aku memang mengalah, tapi aku tak bisa menyerah pasrah. Aku ingin melihatmu bahagia agar akupun bisa bahagia, meskipun dengan alasan yang berbeda, meskipun bukan dijalan yang sama, meskipun bukan denganku dan meskipun2 yang lain. Aku ingin memastikan kamu bahagia lebih dulu, baru aku, itu yang kumau, tanpa alasan, tanpa pertanyaan. Mengherankan memang, sama mengherankannya dengan ketika aku jatuh cinta pada kesepian.
Jika aku terlihat bahagia, itu karna aku telah menukar luka itu dengan keinginanku melihatmu bahagia. Tenanglah, aku baik2 saja. Percayalah, aku tidak sedang basa basi mengatakan ini padamu, aku tidak sedang bercanda mengatakan kata "aku baik2 saja". Aku benar2 baik2 saja. Teruslah dijalanmu, perjuangkan semua kebahagiaanmu, aku takkan memotong jalanmu, takkan mendahului, aku tak ingin kamu kembali hanya karna kasihan, aku tak ingin kamu kembali karna kamu berhutang budi atau apalah, jangan kembali, kecuali satu, kamu kembali padaku karna memang aku adalah tempat kamu pulang, selain itu, kumohon jangan kembali.
Dulu aku mencintaimu begitu menggebu, seiring waktu aku mencintaimu dengan mengharu biru, saat masanya harus berlalu aku mencintaimu bagai candu yang semu. Dan kini aku memang masih mencintaimu, aku mencintaimu dengan pemahaman yang berbeda, dengan cara yang baru, dengan sudut pandang yang tak melulu itu. Yahhhhh, aku mencintaimu dengan melepaskanmu berlabuh kemanapun hatimu mau, melepaskanmu mencari bahagia yang sebenarnya kamu ingini, melepaskanmu menggapai mimpi tentang sesosok putri impian seperti yang tergambar dalam hati dan otakmu, aku melepaskanmu, pergilahhh.
Kamu tak perlu khawatir aku tak bahagia, kamu harus ingat, bahkan saat kita belum bertemu pun aku sudah tau bagaimana rasanya bahagia itu, dan ketika bersamamu bahagia itu rasanya tetap sama, ejaan hurufnya pun juga tak berubah, b-a-h-a-g-i-a, sekarangpun sama, saat aku dan kamu tak lagi bersama, aku masih tau rasanya bahagia itu. Aku ingin kamu tau satu hal, meskipun nantinya aku tak mampu lagi mengeja kata yang dua ini "aku Cinta", aku akan tetap sama bahagianya, tak berkurang, bahkan akan bertambah saat aku benar2 bisa melihatmu bahagia, jadi.........bahagialah kamu dipijakanmu sekarang.
Kamu tau, menyenangkan sekali menjadi aku, yang jatuh cinta pada kesepian, kesepian tak selalu diartikan sendiri, tak selalu berarti dirundung kesedihan, tak begitu definisinya jika kamu bertanya padaku tentang apa itu kesepian yang membuat aku jatuh cinta. Kamu tau, kesepian bisa membuatku mencintai diriku sendiri, kesepian mengajariku untuk sibuk menilai diriku sendiri bahkan sampai tak begitu peduli penilaian manusia lain, kesepian mengajakku kedalam kedamaian yang "langka", ketika oranglain pusing tak punya teman, aku justru senang sendirian. Kamu tau,,,,, begitulah aku, yang bahagia dengan kesepian.
Kamu tau, menyenangkan sekali menjadi aku, yang jatuh cinta pada kesepian, kesepian tak selalu diartikan sendiri, tak selalu berarti dirundung kesedihan, tak begitu definisinya jika kamu bertanya padaku tentang apa itu kesepian yang membuat aku jatuh cinta. Kamu tau, kesepian bisa membuatku mencintai diriku sendiri, kesepian mengajariku untuk sibuk menilai diriku sendiri bahkan sampai tak begitu peduli penilaian manusia lain, kesepian mengajakku kedalam kedamaian yang "langka", ketika oranglain pusing tak punya teman, aku justru senang sendirian. Kamu tau,,,,, begitulah aku, yang bahagia dengan kesepian.
#Tulisan ini kubuat saat aku menemukan sisi lain dari kesepianku. hahaha......
Senin, 01 September 2014
Aku akan ada dijalan kita
Aku masih dijalan ini
Dijalan yang sama saat kamu pergi
Aku disini
Masih disini, sendiri, sepi
Aku masih dijalan yang sama
Bahkan saat kita memutuskan berbeda
Aku yang memilih meninggalkan semua
Itu memang benar adanya
Sebenar alasan kamu mendua
Aku masih menepi dijalan kita
Jalan yang dulu pernah kita melaluinya
Bersama, beriringan manja
Mendiksikan setiap jengkal cerita
Cerita kita untuk masa yang lama
Entah menurut siapa
Aku akan ada dijalan ini, dijalan yang sama, dijalan kita
Entah untuk berapa lama
Aku merasa begitu membutuhkannya
Sekedar mengingatnya dan mengulang rekaman cerita yang tersisa
Menghabiskan waktuku menatap kamu bahagia
Meskipun aku harus pura pura lupa
Aku ingin kamu bahagia
Aku akan ada dijalan ini
Karna sungguh, cinta itu tak harus memiliki
Aku akan ada dijalan yang sama
Karna sungguh, cinta itu adalah melihatmu bahagia
Aku akan ada dijalan kita
Karna sungguh, cinta sejati itu harusnya hanya untuk_Nya
Dijalan yang sama saat kamu pergi
Aku disini
Masih disini, sendiri, sepi
Aku masih dijalan yang sama
Bahkan saat kita memutuskan berbeda
Aku yang memilih meninggalkan semua
Itu memang benar adanya
Sebenar alasan kamu mendua
Aku masih menepi dijalan kita
Jalan yang dulu pernah kita melaluinya
Bersama, beriringan manja
Mendiksikan setiap jengkal cerita
Cerita kita untuk masa yang lama
Entah menurut siapa
Aku akan ada dijalan ini, dijalan yang sama, dijalan kita
Entah untuk berapa lama
Aku merasa begitu membutuhkannya
Sekedar mengingatnya dan mengulang rekaman cerita yang tersisa
Menghabiskan waktuku menatap kamu bahagia
Meskipun aku harus pura pura lupa
Aku ingin kamu bahagia
Aku akan ada dijalan ini
Karna sungguh, cinta itu tak harus memiliki
Aku akan ada dijalan yang sama
Karna sungguh, cinta itu adalah melihatmu bahagia
Aku akan ada dijalan kita
Karna sungguh, cinta sejati itu harusnya hanya untuk_Nya
Jumat, 29 Agustus 2014
Sabar, Kesabaran, dan (menjadi) Penyabar
"Sabar, Sabar......"
Semua orang biasanya bilang satu kata ini pada orang lain yang mengeluhkan sesuatu, menceritakan kesedihan, kekesalan, kagalauan kepadanya. Sabar. Iya kata ini, akupun sering mengatakannya, sering pula mendengarnya. Sabar. Bagi aku yang pernah mengatakannya dan pernah mendengarnya, kata ini seperti......mmmhhhh.... cuma sebuah kata tanpa mengerti esensi sebenarnya kata ini. Aku (mungkin) dengan entengnya bisa bilang "sabar" tanpa mengerti betul apa yang di"rasa"kan seseorang yang "curhat" padaku, tanpa mengerti betul posisi orang itu, tanpa tau persis perasaan orang itu. Kenapa? karna saat aku mendengarnya dari orang lain tentang kata ini, sabar, aku suka menggerutu sendiri "enak aja bilang sabar, tau ga si? tau ga si??????......" . Jadi,,,,, mungkin orang2 yang mendengar aku bilang kata "sabar" sama gondoknya seperti aku, haahahhaha.
Rasa2nya, sabar itu adalah hal yang mudah diucapkan tapi ga mudah untuk diaplikasikan. Itulah kenapa pahalanya besar, dan sungguh beruntung orang2 yang bersabar itu. Belajar dari pengalaman tadi, aku mengajak kamu, kamu dan kamu semua, ayo mari pahami esensi sebenarnya dari kata, sabar, ini. Mari belajar untuk benar2 berempati, benar2 tulus, bukan lagi "basa basi" dalam berucap "sabar" pada seseorang yang sedang mempertaruhkan hatinya untuk "curhat" pada kita. Dengan belajar menempatkan diri dalam berucap satu kata ini, sabar. Dengan terus berlatih, terus mengupayakan, semoga perlahan, kita, juga aku, akan mengerti esensi sebenarnya kata ini. Baiklah, akhiri cerita "gondok sendiri"nya yaaaa.
"Kesabaran itu ada batasnya,,,," biasanya kata ini diucapkan oleh orang yang (memang) tidak sabaran, dan (mungkin) belum mengerti kata sabar itu sendiri, belum paham betul. Baiklah, aku juga tak akan membantah terlalu panjang, karena kesabaran justru adalah hal yang tanpa batas, tanpa kontrak, tanpa jadwal, tanpa hingga, bahkan tanpa diucapkan. What?! Yeahhhh,,,,, mungkin belum banyak yang paham, termasuk aku. Itulah kenapa, kesabaran adalah sesuatu yang istimewa.
"Semoga aku sabar.......", "kenapa ini kenapa itu, tapi gapapa, sabar aja......"
Banyak orang menuliskan kata2 ini, seolah ia ingin menunjukkan bahwa " ini loh, aku penyabar!....", agar semua orang didunia ini tau "aku tuh, penyabar, baik hati dan suka ngalah....." (hahahaha, maksa bingit).
Lalu seperti apa si orang penyabar itu? aku si tidak tau persis, tapi yang pasti ..... Penyabar itu adalah orang yang benar2 sabar, bukan disabar2in, nahhhhhhhh looo,,,,,,, yang suka lebay bilang sabar, yang suka maksa buat sabar tidak akan otomatis jadi penyabar yaaaaa, jangan maksa deh, ehehe. Aku memang bukan penyabar, tapi dari tulisanku diatas, aku dan kita semua bisa belajar mengupayakannya ko.
Sabar, Kesabaran, dan Menjadi Penyabar, insyaAlloh itu adalah aku, itu adalah kamu, dan itu adalah kita semua. Sesuatu yang melekat pada diri kita tanpa perlu pemberitahuan, tanpa perlu diumumkan, tanpa dipaksa, tanpa memaksa, tanpa basa basi lagi, tapi memang sudah otomatis terpancarkan dari dalam diri kita, dari hati kita dan menjadi bagian dari diri kita. Aamiin......
Semua orang biasanya bilang satu kata ini pada orang lain yang mengeluhkan sesuatu, menceritakan kesedihan, kekesalan, kagalauan kepadanya. Sabar. Iya kata ini, akupun sering mengatakannya, sering pula mendengarnya. Sabar. Bagi aku yang pernah mengatakannya dan pernah mendengarnya, kata ini seperti......mmmhhhh.... cuma sebuah kata tanpa mengerti esensi sebenarnya kata ini. Aku (mungkin) dengan entengnya bisa bilang "sabar" tanpa mengerti betul apa yang di"rasa"kan seseorang yang "curhat" padaku, tanpa mengerti betul posisi orang itu, tanpa tau persis perasaan orang itu. Kenapa? karna saat aku mendengarnya dari orang lain tentang kata ini, sabar, aku suka menggerutu sendiri "enak aja bilang sabar, tau ga si? tau ga si??????......" . Jadi,,,,, mungkin orang2 yang mendengar aku bilang kata "sabar" sama gondoknya seperti aku, haahahhaha.
Rasa2nya, sabar itu adalah hal yang mudah diucapkan tapi ga mudah untuk diaplikasikan. Itulah kenapa pahalanya besar, dan sungguh beruntung orang2 yang bersabar itu. Belajar dari pengalaman tadi, aku mengajak kamu, kamu dan kamu semua, ayo mari pahami esensi sebenarnya dari kata, sabar, ini. Mari belajar untuk benar2 berempati, benar2 tulus, bukan lagi "basa basi" dalam berucap "sabar" pada seseorang yang sedang mempertaruhkan hatinya untuk "curhat" pada kita. Dengan belajar menempatkan diri dalam berucap satu kata ini, sabar. Dengan terus berlatih, terus mengupayakan, semoga perlahan, kita, juga aku, akan mengerti esensi sebenarnya kata ini. Baiklah, akhiri cerita "gondok sendiri"nya yaaaa.
"Kesabaran itu ada batasnya,,,," biasanya kata ini diucapkan oleh orang yang (memang) tidak sabaran, dan (mungkin) belum mengerti kata sabar itu sendiri, belum paham betul. Baiklah, aku juga tak akan membantah terlalu panjang, karena kesabaran justru adalah hal yang tanpa batas, tanpa kontrak, tanpa jadwal, tanpa hingga, bahkan tanpa diucapkan. What?! Yeahhhh,,,,, mungkin belum banyak yang paham, termasuk aku. Itulah kenapa, kesabaran adalah sesuatu yang istimewa.
"Semoga aku sabar.......", "kenapa ini kenapa itu, tapi gapapa, sabar aja......"
Banyak orang menuliskan kata2 ini, seolah ia ingin menunjukkan bahwa " ini loh, aku penyabar!....", agar semua orang didunia ini tau "aku tuh, penyabar, baik hati dan suka ngalah....." (hahahaha, maksa bingit).
Lalu seperti apa si orang penyabar itu? aku si tidak tau persis, tapi yang pasti ..... Penyabar itu adalah orang yang benar2 sabar, bukan disabar2in, nahhhhhhhh looo,,,,,,, yang suka lebay bilang sabar, yang suka maksa buat sabar tidak akan otomatis jadi penyabar yaaaaa, jangan maksa deh, ehehe. Aku memang bukan penyabar, tapi dari tulisanku diatas, aku dan kita semua bisa belajar mengupayakannya ko.
Sabar, Kesabaran, dan Menjadi Penyabar, insyaAlloh itu adalah aku, itu adalah kamu, dan itu adalah kita semua. Sesuatu yang melekat pada diri kita tanpa perlu pemberitahuan, tanpa perlu diumumkan, tanpa dipaksa, tanpa memaksa, tanpa basa basi lagi, tapi memang sudah otomatis terpancarkan dari dalam diri kita, dari hati kita dan menjadi bagian dari diri kita. Aamiin......
Selasa, 05 Agustus 2014
Dan, sepi lagi......
Semua pesta pasti usai
Semua pertunjukkan pasti berakhir
Juga kali ini, kebersamaan lebaran telah selesai
Dan semua kembali seperti semula
Dan, sepi lagi........
Yang pada mudik sudah kembali lagi, yang liburan mulai kerja lagi, sudah sepi, tapi moment kebersamaan kemarin adalah potret2 kebahagiaan yang perlu disimpan, dan kembalinya semua orang pada rutinitas sebenarnya hanya perpisahan sementara untuk menghangatkan pertemuan berikutnya. Yang pada ikut arus balik, ati2 dijalan, semoga selamat sampai tujuan, kami semua akan merindukan kebersamaan dengan kalian.
Merindukan kalian telah mengalihkan perasaan merinduku pada seseorang yang entah dimana keberadaannya, aku tak begitu peduli karna kalian ada disini, tapi saat sepi begini,,,, rasa rindu itu buncah lagi, dan sialnya, aku belum bisa mengusir pergi rasa rindu itu.
Dan, sepi lagi.....
Semua pertunjukkan pasti berakhir
Juga kali ini, kebersamaan lebaran telah selesai
Dan semua kembali seperti semula
Dan, sepi lagi........
Yang pada mudik sudah kembali lagi, yang liburan mulai kerja lagi, sudah sepi, tapi moment kebersamaan kemarin adalah potret2 kebahagiaan yang perlu disimpan, dan kembalinya semua orang pada rutinitas sebenarnya hanya perpisahan sementara untuk menghangatkan pertemuan berikutnya. Yang pada ikut arus balik, ati2 dijalan, semoga selamat sampai tujuan, kami semua akan merindukan kebersamaan dengan kalian.
Merindukan kalian telah mengalihkan perasaan merinduku pada seseorang yang entah dimana keberadaannya, aku tak begitu peduli karna kalian ada disini, tapi saat sepi begini,,,, rasa rindu itu buncah lagi, dan sialnya, aku belum bisa mengusir pergi rasa rindu itu.
Dan, sepi lagi.....
Sabtu, 02 Agustus 2014
Lebaran Tahun ini.....
Selama sekian hari semua orang disibukkan oleh persiapan lebaran, dari baju lebaran, kue2 lebaran, kupat sayur khas lebaran, sampai nuker uang recehan buat "sawer", semua dipersiapkan, maksimal. Dan saat semua orang seperti "butuh" beli baju lebaran, aku malah buat sendiri, dan the first projectnya adalah aku buatkan baju untuk mbahku, hihi, kita samaan, meski ga bagus2 banget hasilnya karna masih amatiran, next, semoga bisa buat baju "seragaman" untuk anggota keluargaku, ahaha. Ini nih,,,,,
Bukan rahasia lagi kalau "biasanya", tahun2 lalu perayaan hari raya idul fitri itu beda satu hari, tapi lebaran tahun ini, kita merayakannya dihari yang sama, alhamdulillah yah.... Dan menyenangkan lagi, lebaran tahun ini, keluarga besar (ga besar banged si)mbahku dari almh ibuku, kumpul disatu waktu, ini jarang sekali terjadi, biasanya, lebaran2 sebelumnya, yang ini dateng yang itu belum dateng2, giliran yang itu dateng yang ini udah pergi dari tadi, yang lain kemana yang lainnya lagi disini, hihi, ketemunya terpisah-pisah gitu, tapi lebaran tahun ini, bener2 Spesial moment, lebaran tahun ini begitu menyenangkan. tadaaaaaaa,,,,,,,,
Daftar acara lebaran tahun ini dan tahun sebelumnya juga tahun2 berikutnya mungkin akan sama saja, seputar silaturahmi, maaf2an, salam2an, sungkeman, ke-orangtua, sesepuh, para mbah2, kakak-adik, sodara2, kerabat, tetangga, semuanya. Lebaran bikin hepi, yang tadinya ngambek2an jadi baikan, yang tadinya diem2an jadi becanda2an, yang jauh pada mendekat mudik, yang deket semakin lengket, yang krucil2 pada seneng dapet "saweran", yang bareng2 kemakam buat ziarah, rame2 makan kupat sayur, unjuk baju baru, ini baru itu baru, yang ini yang itu, banyak sekali, dan menyenangkan. Apapun itu, sing penting poto, haha.
Pertanyaan seputar kapan nikah, masih, selama aku belum nikah itu pertanyaan akan ada terus deh, hehe. Lebaran tahun2 lalu, menohok sekali rasanya ditanya "kapan nikah?", tapi lebaran tahun ini, sudah bisa lebih legowo menjawab pertanyaan "menyebalkan" itu, sudah saking kebalnya kali yahhh, dengan mantepnya kujawab "segera! Minta duitnya saja" hahahahahaha
Lebaran tahun ini, banyak hal menyenangkan, keluarga besarku jadi lebih hangat, kemaren dulu sudah hangat, sekarang hangat banged, maksudnya gitu. Satu sama lain terlihat menyenangkan, meski banyak sekali perbedaan yang masih saja ada, dalam banyak hal, tapi justru, perbedaan itulah yang membuat kita semua saling membutuhkan, saling melengkapi satu sama lain yang kemudian membentuk sebuah gambar indah banyak dimensi, gambar yang lebih hidup, menyenangkan. Jika semua sama, mungkin tak akan semenyenangkan ini, jadi,, biarkanlah berbeda, tak perlulah saling membedakan, tak perlulah dipemasalahkan.
Lebaran tahun ini, banyak laki2 "tak terduga" menanyakan kriteria pasangan yang aku inginkan, what??? Tuing2,,,, aku pernah trauma dengan masalah kriteria sebenarnya, menyakitkan sekali terdepak dari harapan besar hanya karena tak memenuhi kriteria "dadakan". Maka dari itu, aku berjanji takkan pernah menetapkan kriteria "muluk2", kriteria prinsipilnya, seiman, paham agama (islam tentunya), GA ngrokok, berpenghasilan (ga harus kerja di tempat yang "bergengsi", yang penting punya "skill" untuk menafkahi dengan tanggungjawab penuh). Mereka bilang kriteria itu simple, hmmmmmm,,, simple aja belum ketemu juga kan, apalagi "muluk2", haha. Tapi ada satu kriteria lagi yang kusembunyikan, yaitu, matanya, aku mencari sorot mata yang memancarkan ketulusan, keteduhan, kedamaian, dan kenyamanan dalam hati, yang kalo liat matanya aja, langsung "nyessssssss" sampai kedalam sini, langsung "klik" gembok hatiku kebuka, ahaha, itulah kenapa aku meminta mereka yang serius untuk dateng kerumah, aku ingin liat matanya, aku ingin liat caranya melihatku, melihat keluargaku, bukan apa2, ini tentang "menghabiskan sisa usia". Perhatian mungkin bisa pura2, tulisan dichating disms dll bisa tipu2, kata2 bisa dibuat2, tapi kenyamanan hati ga bisa dibohongi, kita sendiri yang tau itu. Begitulah, semoga secepatnya dapet jawaban terindah tentang "siapa jodohku?", aamiin.
Acara yang lebih seru lagi dilebaran tahun ini adalah, bapakku ulang tahun kemarin, tgl 1 agustus, seru2an bareng keluarga aja si, ngrayain ulang taun bapak ke 58, waduhhh,,,, angkanya ud banyak aja ya, make a wish bapakku ga lain ga bukan adalah aku segera menikah, aamiin aja, aamiinnnnnnn..... Wishnya bikin terharu, sungguh. Tapi acara tetep seru, walopun pagi2 buta pas bapak bangun subuh, tetep semangat aja nyanyi lagu ulang taun, tiup lilin, kasi kado, cipika cipiki, dan ga ketinggalan "sing penting poto", biar tetep eksis sambil ngantuk2, hahaha. We love u, bapak.....
Acara yang lebih seru lagi dilebaran tahun ini adalah, bapakku ulang tahun kemarin, tgl 1 agustus, seru2an bareng keluarga aja si, ngrayain ulang taun bapak ke 58, waduhhh,,,, angkanya ud banyak aja ya, make a wish bapakku ga lain ga bukan adalah aku segera menikah, aamiin aja, aamiinnnnnnn..... Wishnya bikin terharu, sungguh. Tapi acara tetep seru, walopun pagi2 buta pas bapak bangun subuh, tetep semangat aja nyanyi lagu ulang taun, tiup lilin, kasi kado, cipika cipiki, dan ga ketinggalan "sing penting poto", biar tetep eksis sambil ngantuk2, hahaha. We love u, bapak.....
Malemnya, lanjut makan bersama, ceritanya dinner gitu, dinner sederhanaan, hahaha dan lihat anggota keluargaku sedikit yah? Tapi don't worry, kita tetep hepi, dan tetep berdoa, moga Bunda disayang Alloh, dan ikut bahagia juga seperti kita bahagia hari ini, we love u, bunda......
Dan hari ini, kedatangan tamu dari jauh, masak2 lagi, capek lagi, tapi akan selalu menyenangkan, sepanjang menikmatinya dengan hati.
Lebaran tahun ini benar2 menyenangkan. Tuhan,,,,, terimakasih, terimakasih, terimakasih banyak2 atas semua ini...
"Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?" (QS. Ar Rahman:16)
Lebaran tahun ini indahnya full, menyenangkannya maksimal. Terimakasih Tuhan....
Meskipun telat,,,, aku tetap ucapkan kepada kalian semua......
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1435H
Mohon maaf lahir dan batin yaaaa
Sabtu, 26 Juli 2014
Realitas yang berbeda
Hiruk pikuk pilpres awal ramadhan lalu sampai hari ini
belum juga mereda, isu2 politik bahkan semakin memanas, entah kehebohan
macam apa yang sebenarnya terjadi disana. Disisi lain, kepadatan arus
mudik yang "rutin" terjadi ini banyak menyita perhatian, macet dimana
mana, padat merayap, berbagai kendaraan mengular dijalan2 dan tak lupa
angka kecelakaan yang juga setiap hari menunjukkan jumlahnya. Realitas
ini bikin galau, aku bingung dengan pilpres kali ini, bukankah negeri
ini butuh segera dipimpin, tapi kenapa orang2 politik itu malah masih
saja sibuk "gontok2an", aneh. Kalau untuk arus mudik, aku si ga mudik,
tapi liat berita2 mudik diTV, berita2 kecelakaan, itu cukup mengaduk
aduk perasaan.
Dan tanpa sadar, kita telah sampai dipenghujung
Ramadhan. Meskipun realitas yang ada tak mungkin terbantahkan. Tapi ada
realitas yang berbeda yang bisa ditemukan di banyak masjid, di sepuluh
hari terakhir ramadhan, dimana disini, dimasjid2 yang menyelenggarakan
itikaf, kita diajak mendekat, sedekat-dekatnya pada Tuhan kita, Alloh.
Disetiap sudut masjid yang terdengar hanya lantunan ayat2 cinta, kita bisa menyaksikan beragam orang yang datang darimana saja,
dengan berbagai perbedaan yang ada, tapi lihat, meskipun berbeda, semua
membaca surat cinta yang sama, Al-Quran. Meskipun banyak perbedaan tapi
lihat, saat sholat, kita tetap melakukan gerakan yang sama, bukan?
Karena Islam itu indah, dan aku bangga menjadi muslimah.
Dari
masjid ini, Masjid Fathimatuzahra, tempat aku ikut itikaf, aku menemukan
realitas yang berbeda, yang pastinya ngangenin. Agenda itikaf ini aku buat di Ramadhan tahun lalu (dan semoga akan jadi agenda rutin setiap Ramadhan yang kulewati, dimanapun, aamiin), saat aku jomblo, dan berkomitmen untuk tidak pacaran kecuali setelah menikah, ceritanya ini hikmah jomblo haha. Moment2 yang akan aku simpan terus, bertemu dengan mereka
semua, tilawah bersama, hapalan, sholat bersama, saur bersama, terlelap
tidur "berserakan", munajat2 indah, muhasabah diri, berharap Lailatul
Qodar, ngantri dikamar mandi, ngantri wudlu saat masih ngantuk2nya, dll, dll...adalah semua moment yang ngangenin.
Semoga masih diberi kesempatan berjumpa
Ramadhan berikutnya, semoga amal ibadah kita semua dibulan ini menjadi
tabungan terbaik yang bisa "membayar" pertemuan kita dengan Alloh kelak,
dalam pertemuan yang baik, semoga doa2 terbaik kita dibulan ini mampu
"membeli" keajaiban2 dalam hidup ini, yang sakit disembuhkan, yang
"terluka" terobati, yang belum ketemu jodohnya segera dipertemukan lalu
menikah (itu aku banget, ehehe), paling penting lagi
semoga catatan2 dosa kita selama ini dihapus sama Alloh, diampuni dengan
sempurna oleh Alloh, dengan bonus kebaikan untuk kita (wiiiiihhhh ini
doa yang indah sekali) dan tidak lupa, sebelum ramadhan ini benar2
berakhir, coba tengok lagi kedalam diri kita (aku juga), adakah
perubahan kearah yang lebih baik? Ini penting, untuk bekal kita
menjalani sebelas bulan setelah ini, agar selama penantian ramadhan
berikutnya, kita tetap diberi kemudahan untuk istiqomah menjalankan
semua ibadah yang sudah "diperbaiki" diramadhan kali ini, memupuk
keberanian lebih kuat lagi untuk menahan diri, menahan hawa nafsu menghindari maksiat2 yg akan lebih "liar"
lagi diluar ramadhan, agar bisa lebih tangguh lagi
keimanannya, semoga :)
Kamis, 03 Juli 2014
Pelangi indah itu, untukku :)
Jalan didepan kita mungkin terlihat lurus, mulus, tanpa hambatan, tapi ketika melewatinya kita akan dihadapkan pada kenyataan yang sesungguhnya, kita akan menemukan jalan yang kadang sulit dilalui, mungkin berbatu, yang bisa menggelincirkan kita, mungkin berduri, yang bisa membuat kita menjadi pesakitan, menjadi berdarah2 terluka, atau mungkin juga itu jurang yang dalam yang kita harus jatuh dulu untuk tau apakah kita akan naik merangkak demi melanjutkan perjalanan atau tetap didalam jurang itu, terjebak. Itu pilihan. Dan juga, selalu ada kemungkinan untuk kita menemui jalan yang aman2 saja, lurus2 saja, menyenangkan, tapi tetaplah waspada, karna siapa tau jalan itu licin kemudian bisa membuat kita terpeleset. Jalan hidup kita tetap membentang didepan, mau atau tidak, kita tetap harus melangkahkan kaki memastikan bahwa hidup kita tetap berjalan, tapi tetep boleh berhenti ko, sejenak berhenti, hanya sejenak saja, sebentar, lalu lanjutkan lagi perjalanan.
Hidup
itu seperti itu, kadang tak bisa ditebak, jalan didepan kita selalu menjadi
rahasia yang harus kita singkap terus menerus, tidak peduli badai menghadang,
hujan menerpa. Pun saat melewati jalan bebatu yang seringkali membuat oleng, kita selalu tau kemana harus berpegangan,
dan ketika melewati jalan yang penuh duri, menangislah jika kesakitan, tak apa,
itu membuat kita lebih kuat lagi. Hal paling parah adalah ketika kita melangkah
kemudian jatuh kejurang, kedalamannya bisa bervariasi, tapi kita selalu bisa
memilih untuk merangkak naik dan melanjutkan perjalanan demi melihat pelangi
yang disiapkan Alloh untuk kita. Dan hal paling menyenangkan adalah saat kita
di zona nyaman menyenangkan, yang seringkali membuat kita lalai terlena dalam
kesenangan, dan tak siap jika tiba2 jatuh kejurang, itulah kenapa kita harus selalu
waspada. Aku seringkali menganalogikan kehidupanku seperti itu, bukankah untuk
melihat pelangi kita harus merasakan hujannya dulu, begitulah hidup. Selama
kita percaya bahwa Alloh sudah menyiapkan pelangi indah didepan sana, kita
harus tetap optimis untuk terus berjalan menuju kesana demi melihat pelangi
indah itu. Alloh itu maha baik, rencana Alloh itu selalu indah meskipun
jalannya kadang tak seindah yang dibayangkan, Alloh hanya menguji kita,
seberapa hebat kita percaya bahwa hanya Dia tempat kita minta tolong, tempat kita
menggantungkan segala urusan. Baca
ini :
"Apakah manusia itu mengira, bahwa mereka dibiarkan (saja)
mengatakan, "kami telah beriman", sedang mereka tidak
diuji?" (QS. Al-Ankabut:2)
Selalulah
ingat, bahwa Alloh tidak akan mengijinkan sesuatu terjadi tanpa alasan, apapun
yang Alloh ijinkan terjadi adalah kebaikan, dan apapun yang ditetapkan Alloh
untuk kita adalah yang terbaik, selama kita mau berprasangka baik padaNya.
Kemudian lihatlah, pelangi indah itu untuk kita, untuk aku :)
Rabu, 02 Juli 2014
Pernahkah?
Pernahkah
kamu merindukan seseorang tapi tak mampu mengucap rindu?
Pernahkah
kamu merindukan seseorang kemudian tak tau harus bagaimana melampiaskan
perasaan rindu itu?
Pernahkah
kamu merindukan seseorang tapi hanya bisa tertahan didalam sini? Pernahkah kamu
merindukan seseorang yang hanya mampu terucap lirih dalam doa2mu?
Pernahkah
kamu merindukan seseorang lalu kemudian hanya bisa menangis sedu sedan,
sendirian?
Pernahkah?
Merindukan seseorang mungkin bukan sebuah kesalahan, bukan juga sebuah dosa, tapi sepertinya menyakitkan sekali jika kita merindukan seseorang, yang bahkan tidak tau, kalau kita merindukannya. Mau dikatakan atau tidak dikatakan, itu tetap rindu, begitu si yang aku tau. Entah ini sebuah pembelaan atas diri sendiri atau pembenaran perasaan dalam diri, biarlah, biar saja Alloh yang tau.
Semua manusia didunia ini punya porsi sendiri2 tentang rasa rindu, tentang merindu pada seseorang, yang teristimewa, yang terkasih, yang tersayang dan yang ter ter lainnya, dalam konteks apapun perasaan merindu selalu spesial.
Rindu itu abstrak, tak bisa didefinisikan tepat oleh kata2, mungkin bibir mampu mengatakan "aku merindukanmu" tapi esensi sebenarnya dari rasa rindu itu, hanya kita sendiri yang tau, tentang perasaannya kita saja yang mengerti, dan tentang yang ada didalam sini. Jika tak mampu mengatakan, rasa sakitnya bisa sampai kedalam sini.
Jadiiiii,,,,
sebaiknya rindu itu dikatakan atau tidak dikatakan??
Aku
tak paham dengan caraku mengatakan rindu waktu dulu, yang saat kukatakan rindu
kemudian berbalas "miss u too", rasanya sudah seneng pake bingit,
padahal aku tidak tau apa sebenarnya yang dirasa oleh si pengucap balasan itu,
taunya mateng aja, rinduku berbalas, haha. Makin rindu makin terlena dengan
balasannya, sampai akhirnya terjatuh, yangggggg aduhhhh, rasanya juga sakit
bingit, ternyata cuma kejebak tipudaya setan, eh tipudaya perasaan. Kok bisa?
Iya, bisa, sangat bisa, Karna rinduku terucap pada seseorang yang belum halal
untukku, nahhhh,,,,, Apa kesimpulannya adalah rindu itu tidak usah dikatakan?
Tentu saja tidak ada kesimpulannya, karna dikatakan atau tidak dikatakan, itu
tetap rindu. Coba katakan rindu itu pada orangtua kita, pada kakak adik kita,
pada sahabat2 kita pada saudara2 yang jauh disana yang kalau ketemu hanya saat
lebaran datang, katakan pada mereka, kemungkinan tak terbalas sangat kecil,
karna terbalas ataupun tidak, tidak akan berpengaruh besar pada perasaan kita,
betul ngga? Tidak terbalaspun, kita tidak akan malu pada siapapun, tidak akan
dibuat galau karna itu, mereka bagian dari kita, diakui atau tidak kita sama2
merindu meski tak saling mengatakan, kita punya jaminan hubungan yang jelas
dengan mereka. Bandingkan saja dengan merindukan seseorang yang sudah jelas
bukan siapa2 kita, yang bahkan belum ada jaminan hubungan yang jelas, yang jika
kita ngotot mengatakannya, pamer mengumbar dimana2, berceceran perasaan
rindunya, apa tidak malu saat tau bahwa kita hanya terjebak tipu daya perasaan.
Tapi kan, tapi kan, biar tidak nyesek sebaiknya dikatakan, tapi kan, tapi kan,
kalau kita tidak mengatakan, orang itu tidak akan tau kita merindukannya. Iya
si, tapi pastikan kita mengatakannya pada orang yang tepat. Pikirkanlah.
Catatan
ini untuk diriku sendiri, tidak bermaksud menasehati siapapun, tapi jika ini
bisa jadi nasehat, akan lebih baik, karna saling menasehati adalah baik,
bukan?. Terlepas dari semua itu, justru yang paling membutuhkan nasehat kita
adalah diri kita sendiri.
Langganan:
Postingan (Atom)



