Jumat, 14 Juni 2013

Aku suKa meNuLis



Aku menemuKan KeBaHagiaaN saaT meNuLis,  taPi aku Bukan PenuLis,  Aku HanYa suKa MenuLis teNtang kaMu,  teNtang aKu,  dan tentang SeMua yang iNgin kuTuLis saMpai SeRibu,,,,

Ada BaNyaK RaSa,  Ada BaNyak Asa,  Ada BaNyak miMPi  dan  Ada BaNyak haL yang tiDak biSa diuCapkan taPi biSa kuTuLis,,,,

TeNtang aKu yang MenCintaimu taNpa kaMu Tau,  TeNtang Rindu yang tak beRujuNg,  TeNtang PeNanTian taNpa tePi,  SeMuanya biSa kuTuLis,,,,

TeNtang kaMu yang tak peRnah aBSen daRi HaRiku,  Meskipun kaMu taK peRnah Menyapaku,  MesKipun kaMu tak peRnah Mau Tau (Lagi),  taPi kaMu taK biSa mengHentikan aKu unTuk MenuLis,,,

SeMua yaNg kutuLis tiDak  peRlu kaMu tau,  tiDak peRLu kaMu mengeRTi,  dan aKu juga tiDak beRhaRap kaMu meMBacanya,  aku tau ini tiDak PeNTing Buatmu,  taPi ini SaNgat PenTing buaT aku,  kaRena,,,,, aKu suKa meNuLis : )

Aku Suka BintaNg












Aku SaNgat suKa BinTang itu,,,

Dan kuNamai BinTang itu, NaMamu,,,

jaDi Nanti,,, BiLa aKu Rindu padamu,

Aku aKan MeLihaT BintaNg itu,,,

Sambil BeRhaRap Kamu pun BegiTu,,,

Sama SepeRTiku,,,

MeRinduKanmu,,,,

Ini Tentang Hakikat JodoH

ApaBiLa Dua oRang teLah digaRiskan unTuk daPat hiDup beRsaMa... MaKa sejauH aPaPun meReka,,,
SeBanYak aPaPun Rintangan yang MengHaLangi,,,
SeBesaR aPapuN beDa diantaRa meReka,,,
SeKuat aPaPun uSaHa mereka unTuk mengHindaRkannya,
Meski meReka tidak peRnah koMuniKasi SebeLumnya,,,
MeSki meReka saMa seKali tidaK peRnah meMbayangkan SebeLumnya,
PASTI teTap saja meReka akan beRsatu,seaKan ada Magnet yang meNaRik meReka,aKan ada hal yang daTang unTuk MenyaTukan meReka beRdua aKan aDa suaTu keJadian yang meMBuat meReka saLing MenDekat dan akHiRnya BERSATU,

NaMun,,,aPabiLa Dua oRang teLah diTetaPkan unYuk TIDAK beRjoDoH,,,maKa, SebesaR aPaPun uSaha meReka unTuk saLing meNDekat,, SekeRas aPaPun uPaya oRang diSekitaR meReka unTuk MenyaTukannya,,, SeKuat aPaPun PeRasaaN yang aDa dianTaRa meReka beRdua,,,, SeBanyaK aPaPun KoMuNikaSi dianTaRa meReka SebeLumnya,,
PASTI aKan aDa haL yang meMBuat meReka akhiRnya SaLing MenjauH, aDa haL yaNg meMbuat meReka saLing meRaSa tiDak cocoK,,,aDa haL yaNg meMBuat meReka saLing menYadaRi baHwa meMang buKan dia yaNg teRBaik,,,aDa kejaDian yaNg mengHaLaNgi meReka unTuk beRsatu baHkan kaLau meReka di iKat seKaLipun PaSti aKan TERLERAI JUGA,

MaKa YakinLah Dengan segaLa KeTenTuan yaNg dibeRikan oLeh ALLAH,,, aPa yaNg teLaH digaRiSkan,,, yaNg teLah diTuLis oLeh ALLAH daLam Kitab-Nya Adalah yang TERBAIK unTuk kiTa,,, kaRena ALLAH-lah yang Maha Tahu aPa yaNg TeRbaiK buaT kiTa,,, jiKa kiTa tiDak MenDapaTkan SuaTu haL yaNg kiTa ingiNKan, iTu buKan beRarRti baHWa kiTa tiDak PantaS unTuk meNdaPatkKnnya, naMun justRu KaRena kiTa panTas MenDapaTkan yaNg leBih Baik Lagi,

YakiNlah,,,,
ALLAH aKan meMiLihKan yaNg TeRBaik buaTmu daN meNgganTikan keHiLangan iTu deNgan yaNg leBih baiK Lagi menuRut piLihan-Nya...
-Via Jemput aKu MenjaDi BidadaRimu -

Senin, 10 Juni 2013

Merindukanmuuuuu ( Jodoh oh Jodoh )

Hati ini mulai resah, mulai gelisah, mulai meragukan kesabaranku sendiri, dalam penantian yang satu ini, jodoh oh jodoh dimana kamuuuu, aku merindukanmu. Ya Allah, Tolong beri tau aku dong siapa jodohku, dimana dia, dan tolong sampaikan padanya aku hampir menyerah menunggunya. Doaku Ya Allah, kuatkan aku dalam kesabaranku dan sabarkan aku dengan kekuatan_Mu, aamiin.

Catatan ini untukku, untukmu dan untuk kalian semua yang sedang dalam penantian,,,, bersabarlah!

Jodoh dan berjodoh, adalah bagian dari Keputusan Allah, penetapan Allah atas manusia. Urusan jodoh dan berjodoh, bukan sebuah urusan kecil dan main-main, karena Allah tak pernah main-main dalam menciptakan manusia, menentukan rezeki, dan perjalanan hidup hingga matinya manusia.

Maka jika kita memiliki harapan tentang calon pendamping hidup kita, menginginkan agar kita segera dipertemukan dengan jodoh kita, maka mintalah pada Allah! Bicaralah pada Allah! Mendekatlah pada Allah! Bulatkan, kuatkan, kencangkan keyakinan kita pada Allah. Apa yang tidak mungkin bagi kita, adalah sangat mudah bagi Allah.

Justru karena kita tidak tahu siapa jodoh kita, kapan bertemunya, bagaimana akhir kisahnya di dunia dan akhirat: maka hidup kita menjadi lebih indah, berwarna dan bermakna. Karena kita akan menjalani kemanusiaan kita dengan tetap menjadi hamba Allah. Menikmati indahnya berjuang, menikmati kesungguh-sungguhan ikhtiar, menikmati indahnya meminta pada Allah, menikmati indahnya memohon pertolongan pada Allah, menikmati indahnya bersabar, menikmati ‘kejutan’-kejutan yang Allah hadirkan dalam kehidupan kita

Kita tidak bisa menguasai kedalaman hati manusia, kita tak bisa membatasi akal pikiran manusia. Ya karena kita tidak berkuasa atas kehidupan dan kematian manusia, atas berbolak-baliknya hati manusia: karena itu kita tak boleh melabuhkan cinta terbesar kita pada manusia. Kita labuhkan saja cinta terbesar kita pada Allah, yang dengan kecintaan itu lalu Allah melabuhkan cinta manusia yang bertaqwa dalam hati kita. Sehingga taqwa itu yang membuat kita berjodoh dengan orang yang bisa menumbuh suburkan cinta kita pada Allah. Karena taqwa yang dirajut selama pernikahan yang barakah itu, semoga kita berjodoh hingga ke surga, aamiin Bukankah ini lebih indah?

Sungguh jodoh tidak berjalan linier di atas garis kecantikan, ketampanan, kekayaan, kedekatan geografis. “Rumus jodoh’ bukan ditentukan oleh hukum kepantasan manusia. Karena manusia hanya tahu permukaannya, berpikir dalam kesempitan ilmunya, memutuskan dalam pengaruh hawa nafsunya. ‘Rumus jodoh’ semata-mata kepunyaan Allah. Karena itu, sebagai hamba kita hanya mampu menerima keputusan Allah. Menyiapkan diri untuk menerima apapun keputusan Allah. Menyiapkan seluas-luas kesabaran, keikhlasan, sebesar-besar keimanan untuk menerima ‘jatah jodoh’ yang berupa pendamping hidup, rezeki, dan lainnya.

Ya, menunggulah dalam kesibukan memperbaiki diri. Membekali diri dengan segala kemampuan, keterampilan, sikap hati untuk menjalankan peran-peran dalam pernikahan. Ketika saat itu tiba, ijab qabul sah, seketika itu seperangkat peran diserahkan di pundak kita. Allah menyaksikan! Seketika itu kita akan menjadi istri/suami, menantu, ipar, anggota masyarakat baru. Dan seketika itu pula, tak cukup lagi waktu mempersiapkan diri. Ya, pernikahan bukan awal, jadi jangan berpikir untuk baru belajar, baru berubah setelah menikah.

Menikah bukan akhir, bukan awal, ia setengah perjuangan. Pernikahan berarti peran baru, tanggungjawab baru, tantangan baru: bagian dari daftar yang akan dihisab dan dimintai pertanggungjawaban dari kita di yaumil akhir.

Tentang berjodoh itu, adalah tentang waktu, tentang tempat, tentang masa. Dan yang kita sebutkan tadi semua ada dalam genggaman Allah. Bukankah dalam surat al-ashr Allah bersumpah dengan waktu. “Demi masa, sungguh manusia berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran”. Ya, agar tak bosan, resah dan merugi saat menanti saat walimah tiba, sibuklah memperbaiki iman, amal dan tetap setia dalam kebenaran dan kesabaran.

Menikah dan mendapat pendamping hidup itu tidak pasti, ada banyak orang yang meninggal ketika masih bayi atau remaja. Tapi Mati itu sebuah kepastian. Orang yang menikah pun juga akan mati. Jangan terlalu galau, ada perkara yang lebih besar dari sekedar status menikah atau tidak menikah. Hidup itu bukan semata-mata perjuangan mendapatkan pendamping hidup. Karena yang telah menikah pun, harus terus berjuang agar mereka diberikan rahmat oleh Allah untuk tetap ‘berjodoh’ hingga ke surga, sebagaimana yang disebutkan dalam ayat berikut ini :
“(Yaitu) surga Adn yang mereka masuk ke dalamnya bersama-sama dengan orang-orang yang saleh dari bapak-bapaknya, istri-istrinya dan anak cucunya, sedang malaikat-malaikat masuk ke tempat-tempat mereka dari semua pintu; (sambil mengucapkan): “Salamun alaikum bima shabartum”. Maka alangkah baiknya tempat kesudahan itu.” (QS. Ar Ra’du 23-24).
Half Purple and Blue Butterfly