Aku ga bisa tidur, aku harus minum obat, aku ingin besok bisa membaik, aku kumpulkan kekuatan yang tersisa, lalu pergi ke toko terdekat, beli obat dan bisa balik lagi dengan selamat, sendiri! Aku bisa merawat diriku sendiri. Aku kirim pesan ke bapak suami, yang sepertinya sangat khawatir tapi cuma bisa berdoa. Aku baik-baik saja disini bapak, tapi sambil nangis, sambil mimi obat. Si bapak nge-video call, dan aku cm bisa sesenggukan, nangis nangis, sibapak cuma diam tapi aku tau, si bapak merapal banyak doa untukku, seolah memelukku dalam diam, tatapan matanya seperti terluka, bagaimana tidak, dia tak bisa ada di dekatku saat ini, dan aku masih menangis ---bapak, andai kamu tau bahwa sakitku biasa saja bapak, hanya saja ada insiden teman yang tak bisa ku ceritakan padamu, karena aku tau akulah yang terlalu berlebihan. maafkan aku, bapak, sudah membuatmu begitu keterlaluan mengkhawatirkan aku--- dalam videocall, sibapak masih terus menenangkan, seperti meninabobokanku, sampai aku terlelap dalam tidur bersimbah air mata. (Lebay tingkat dewa ini, haha)
Big thanks untuk bapak suami, terimakasih untuk cintamu yang begitu luar biasa. Mumumumumu.......

