Pernahkah dituduh melakukan apa yang tidak sama sekali kamu lakukan? Pernahkah menjadi korban yang lebam oleh prasangka-prasangka buruk orang lain terhadapmu? Pernahkah menjadi pesakitan yang ditusuk dari belakang tanpa aba-aba? Pernahkah ditinggalkan tanpa penjelasan? Aku pernah, sering malah. Rasanya memang marah, jengah, juga sedih. Itu wajar, bagaimanapun orang hanya bisa berkomentar tanpa mau tau mana yang benar. Awalnya memang susah buat Nerima, apalagi harus pura-pura tidak tau dan menganggapnya angin lalu, itu susah. Mau menjelaskan bagaimana juga kalau orang lain terlanjur tidak suka sama kita, mau buat apa, akan percuma. Mmmmmmhhh... apa si yang membuat orang lain tidak suka? Bahkan terlanjur tidak suka, itu mungkin bisa jadi bahan koreksi kedalam diri kita sendiri. Kenapa? Ada apa? Apa yang salah dengan kita? Bermuhasabahlah......
Jika ternyata tuduhan itu tak berujung pada sesuatu yang nyata, semua akan menghilang dengan sendirinya. Jika ternyata sangkaan itu tak terbukti, ada saatnya mereka akan malu sendiri. Jika ternyata tidak suka itu muncul dari rasa iri yang tak seharusnya, semua akan berlalu tanpa banyak tanya. Jika yang menusuk dari belakang memang orang yang tak punya nyali, biarkan mereka dihantui oleh kesalahannya sendiri. Jika menyakiti tanpa penjelasan membuat mereka senang, menghilanglah untuk menang. Jika kebaikanmu tak pernah dianggap tulus, lakukan saja terus. Aku mengalaminya, aku pernah merasakannya, aku terluka? Iya, aku terluka. Tapi ada dendam positif dalam diriku untuk menjadi lebih baik dari keburukan yang ditujukan kepadaku. Keburukan yang hanya sangkaan saja akan berakhir pahala untuk kita, insyaAlloh....
Catatan kecilnya,,,,Maafkanlah mereka, meskipun kamu mampu membalasnya.....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar