Jumat, 07 Maret 2014

"S to S"


Kata orang, hidup itu hanya berpindah dari masalah satu ke masalah yang lain,,, dan katanya lagi, bukan hidup namanya kalau ga punya masalah. Ada benernya juga, bahwa memang ada banyak masalah dalam hidup ini…. banyak sekali…beragam…macem2. Yang kalau kita tidak punya kemampuan problem solving yang baik,,,bisa berakibat buruk pada fisik dan psikologis kita. Bisa Stres level 1 sampai tak terhingga, bisa juga Depresi tingkat kecil sampai tingkat dewa, atau bisa jadi terjebak dalam kesedihan yang berlarut-larut, dll…dll(haha….. lebay sekali sayah). Dan sekarang, sebenarnya aku sedang dalam kondisi yang mana??? Stres, depresi atau sedih??? 
 photo 79_zps0e142fc1.gif photo 79_zps0e142fc1.gif photo 79_zps0e142fc1.gif
Menurut Kamus besar bahasa Indonesia,

Stres /strés/ n Dok gangguan atau kekacauan mental dan emosional yg disebabkan oleh faktor luar; ketegangan.

Depresi /dep·re·si/ /déprési/2 Psi gangguan jiwa pd seseorang yg ditandai dng perasaan yg merosot (spt muram, sedih, perasaan tertekan);
 

Sedih 1 /se·dih / n sedu; isak: tangis dan --;

Menurut ilmu psikologi,

Stres adalah bentuk ketegangan dari fisik, psikis, emosi maupun mental.

Depresi adalah gangguan mood, kondisi emosional berkepanjangan yang mewarnai seluruh proses mental (berpikir, berperasaan dan berperilaku) seseorang, muncul perasaan tidak berdaya dan kehilangan harapan¸yang disertai perasaan sedih, kehilangan minat dan kegembiraan, berkurangnya energi yang menuju kepada meningkatnya keadaan mudah lelah yang sangat nyata dan berkurangnya aktivitas.

Sedih dalam psikologi termasuk bagian dari emosi (reaksi terhadap rangsangan dari luar dan dalam diri individu), jadi sedih itu reaksi seseorang berperilaku menangis
.

Mmmhh….dilihat dari definisinya, maybe I’m stres…..stres level "nol koma satu" hahaaa….. Kalau dibilang sedih, aku ga mewek2 terus deh, kalau mau dibilang depresi juga, ga segitunya kali yahhh… aku ga sampai kehilangan harapan, aku masih bisa kerja seperti biasanya, tidur ya tidur, pulesnya jgn ditanya, pules banget hehe…boleh deh kalau dibilang stres, tp cuma stres level "nol koma satu" yaaa, yang artinya stresnya ga terlalu, ga stres banged gituh,,,


“S to S” bukan "Stres To Stres"…..bukan juga "Sad To Sad"… no no no..
 photo m049_zps8820681d.gif photo m049_zps8820681d.gif photo m049_zps8820681d.gif
Belajar dari pengalaman, belajar dari sekian banyak rentetan masalah yang ada dikehidupanku, dengan membaca masa lalu, membaca bagaimana sesuatu bisa terjadi, dan apa saja usahaku untuk mengubah keadaan, mengubah perasaan, semua terbaca,,,, kurenungi, kupahami dan kuhayati betul2 setiap episode hidup yang aku jalani selama ini dan yang akan kujalani ke depan nantinya.

Dannnnn,,,, akhirnya kuputuskan untuk berjuang menuju satu kata…..PASRAH.

STRUGGLE To SURRENDER

Berjuang menuju satu titik,,, PASRAH. Masalah memang harus diselesaikan, dari pembahasan kemampuan si “PS” yang pernah kutulis di tulisan sebelumnya, bisa dikatakan, akar dari semua cara itu, kunci dari teori si “PS” tadi adalah TAUBAT, SABAR dan SHOLAT. Mengingat semua alternatif sudah kucoba, dan akhirnya aku sampai pada keadaan stres level “nol koma satu” seperti sekarang ini haha,,, but,,,, I believe, I can fly.


Bertaubat,,, Kalau hati masih kotor, mau tobat rasanya “mati gaya” merasa “ga punya salah”. Tapi lakukan terus saja…Nanti, kalau sudah terbiasa, “kemampuan bertobat” kita akan lebih baik. Kita akan menjadi lebih peka. Tak hanya bisa menghayati dan men-tobati dosa besar, tapi juga dosa yang keciiiiil, yang haluuuus…..

Bukankah, nabi Adam dan nabi Yunus pun bertobat pada Alloh. Meskipun mereka manusia-manusia terpilih, namun saat mereka tak berdaya dan memerlukan pertolongan Alloh, yang mereka lakukan adalah…bertaubat.

Haduhhh,,, kalau saja bisa mengintip catatan malaikat, mungkin bakal gubrak ngeliat catatan dosa2 sendiri, astaghfirulloh,,,, bagaimana tentang perasaan “mencintai dia”, tentang “blm bs lupa dia”, masih ber”wish”2 dia berbalik arah untuk menikah dgku,,,, jika ini dosa, semoga Alloh mengampuni dosa2ku, memberikan karunia dan kemampuan bertobat. aamiin

Aku teringat sebuah quote di buku “PPT”nya Rindu:

“KETIKA MASALAH DATANG, ALLOH TIDAK MENYURUH KITA UNTUK MEMIKIRKANNYA HINGGA PENAT, ALLOH HANYA MENYURUH KITA UNTUK SABAR… DAN SHOLAT..”

Kalau Alloh sudah menolong, bukankah pertolongan Alloh bisa datang dari arah mana saja, dalam bentuk apapun, logika mungkin ga bakal bisa ngikutin. Jadi,,, kata2 “Mintalah pertolongan dengan sabar dan sholat” itu bukan “basa basi” , itu ada dalam Al-Qur’an. Mmmmhhhh…. Betapa cinta Alloh itu Maha Luas, tak seperti cinta makhluk, saking luasnya, cintaNya tidak perlu diperebutkan, tapi tak bisa didapatkan dengan mencari perhatian yang "berlebihan" seperti kebanyakan makhluk yang mencintai makhluk lain. Sungguh, Alloh takkan "tertipu" dg cara2 yang tidak baik itu.  Seperti masalahku, yang mencintai “dia” tapi dengan cara yang salah kaprah, bukannya meminta pertolongan Alloh, malah sibuk cari perhatian “dia”, rebutan dicintai oleh”dia” padahal aku sama sekali tidak tau “dia” cinta siapa, haha,,,, rumit sekali! Dan aku berhenti dititik ini, sebelum stresku bertambah level hehe….

Perjuangan melawan diri sendiri konon katanya lebih berat dibanding melawan musuh diluar diri kita, dan ini adalah perjuangan yang sebenarnya. mmmhhhh…. dan aku mulai concern dengan upaya2 yang bs mem”back up” diri sendiri, demi menuju satu titik yang sedang kuperjuangkan.

Aku sudah mulai pensiun mendengarkan lagu2 melow yang “merobek-robek” hati, aku sudah menyiapkan hatiku agar bisa siap menerima apapun yang terjadi, menyiapkan segala “amunisi” untuk mengalihkan perhatianku. Jika pada akhirnya nanti “dia” menikah dengan oranglain dan itu bukan aku, aku sudah “jauh” lebih siap. Pun, jika pada akhirnya nanti aku menikah dengan orang yang “tak terduga” aku sudah tau bagaimana menjalani hidup.

 photo r6_zps267853cc.gif photo r6_zps267853cc.gif photo r6_zps267853cc.gif 
Karna hidup adalah sajadah panjang penuh perjuangan, bukan untuk menang, bukan untuk mendapatkan apa yang kita mau, hasil sempurna, tapi lebih dari semua itu, berjuang untuk pasrah. STRUGGLE To SURRENDER, berikhtiar dan pasrah....bukankah bagaimanapun hasil perjuangan adalah mutlak urusan Alloh,..tapiiiiii, apapun masalahnya, kita tau dimana kuncinya, Taubat, Sabar dan Sholat, maka kasih sayang Alloh akan memenuhi semua sudut hidup kita.

“Maka nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan?” (QS. Ar Rahman)


Sebagai penutup tulisan ini, kutulis kata2 dari Bang Tere, dengan sedikit editan :)
Bersabarlah seperti air. Terus mengalir ke bawah sesuai hukum alamnya, ketemu rintangan dia berbelok, ketemu celah kecil dia nyelip, ketemu batu dia menyibak, ketemu bendungan, dia terusss mengumpulkan diri sendiri, hingga semakin banyak, semakin tinggi, penuh terlampui bendungan tersebut, untuk mengalir lagi. Seolah dia tidak melakukan apapun, hanya diam, sabar, tenang, tapi sedang terus berusaha habis2an.

Bersabarlah seperti air, ketika orang2 tidak tahu betapa besar dan menakjubkannya rasa sabar tersebut.
 
Bersabarlah, tidak harus selalu karena kita memang kuat, tapi karena percaya saja itu janji Allah, orang2 bersabar pasti beruntung.

Banyak orang2 yang tersengal2 saat bersabar persis seperti berenang menyeberangi kolam dan kehabisan tenaga, maka semoga setelah terlampaui, besok lusa jadi sungguhan lebih kuat.

Minggu, 02 Maret 2014

Pertanyaan Untuk


Dua pertanyaan kuambil dari artikel yang ku baca, untuk......

Utk yg blm, akan, dan sudah menikah, menggugat niat qt utk menjawabnya dg penghayatan yg dlm bukan sekedar "basa basi"

Pertama: 

Mengapa aku menikah?

Kedua: 

Mengapa aku menikah dengannya?

Jawaban pertnyaan pertma hrslah sesuatu yg filosofis, berupa hall yg bersifat spiritual. Krn pd dasarnya , pendamping hidup, pasangan menikah adlh refleksi dr ke"diri"an kita, yg qt harapkan bs menemani sekaligus melengkapkan diri qt di mata manusia maupun dimata Alloh. Maybe, itu makna jwban seragam qt slma ini "menggenapkan separuh din".

Jawaban kedua hruslah bersifat unik, memberikan ruang keunikan individual. Krna tak ada seorangpun didunia ini yg sempurna, yg bs memenuhi harapan qt setiap saat, sedangkan harapan qt sering berubah2, begitupun dlm menikah, tak ada pasangan yg sempurna. Maka,,, carilah sebuah kualitas atau keunikan yg membuat qt mengabaikan hal2 lain yg mjd "kekurangan" psangan di mata qt. Keunikan ini bisa berbeda2, krn kebutuhan seseorang terhadap pendampingnya bersifat sangat personal, dan ukuran2 dlm pernikahan pun sangat individual dan tdk bs dibandingkan. Kesaktian jawaban ini(haha...lebay), bs dipakai utk yg sdh menikah, krn katanyaaaaaa...., kebahagian tdk otomatis mengikuti setlah ijab selesai dibacakan, msh butuh bnyak perjuangan utk bs "terus" bahagia. Saat hrs menjalani hari2 "kelam" penuh kekesalan, kemarahan dan kekecewaan, jawaban kedua ini bs jd senjata ampuh utk mengaburkan ke"kelam"an itu, caranyaaaa, hayati lg jawaban dr pertanyaan "mengapa aku menikah dgnya?" Byangkan lagi keunikan2 psangan qt, smpai pd titik, dmn qt akn merasa bhw "aku tdk menyesal menikah dengannya".

Semoga, qt bs (atau telah) menikah dg org yg bs terus bersama menemani smpai menua, dan saat ajal memisahkan, itu hnya perpisahan sementara dan nantinya akn dipertemukan lg disurgaNya.... Aamiin.....


 photo m032_zps78c89894.gif photo m032_zps78c89894.gif photo m032_zps78c89894.gif
 

Sabtu, 01 Maret 2014

Konsep “L T L T”


Dari artikel yang aku baca, konsep “LTLT” ini merupakan salah satu pilar dalam pendidikan versi UNESCO.

Learning To Live Together….

Belajar hidup bersama orang lain. Bersosialisasi. Bekerjasama. Berharmoni. Berukhuwah. Stephen R. Cover melalui buku “The Seven Habbit”nya memperkenalkan konsep “interdependensi”. Bahwa orang yg sukses di masa depan adalah orang yang independent secara pribadi, tapi punya sense saling ketergantungan.

Yups, “masa depan” itu sudah kita alami kini. Sekarang ini, bukan jamannya lagi seorang merasa “hebat” sendirian. Gak akan laku. Kenapa? karena sekarang era spesialisasi. Gak mungkin seseorang tahu semuanya secara mendalam. Dia butuh menghargai kemampuan orang lain. Dia butuh bekerjasama, empati, menempatkan diri…

Sense saling ketergantungan ini menunjukkan bahwa perilakunya berpengaruh pada orang lain, itu adalah satu poin penting yang berharga. Itu namanya KePeduLian.

Konsep “LTLT” ini seharusnya bisa kita aplikasikan dalam seluruh aspek kehidupan, karna memang hidup kita tidak akan pernah lepas dari peran orang lain. Dalam hubungan keluarga, tetangga, bebangsa, bernegara dan beragama, semuanya.


Dalam kehidupan berumahtangga, misalnya.... untuk yang akan menikah atau baru menikah, jadikan konsep ini sebagai "bahan" untuk membangun pondasi yang kuat, untuk mewujudkan kehidupan yang sesuai harapan. Bahwa suami dan istri memang memiliki sense saling ketergantungan, tidak bisa berjalan masing2, dan sendiri2. Konsep ini mengajarkan untuk bisa lebih "aware", bisa saling mengisi dan melengkapi satu sama lain. Semoga.

Bahwa dalam Islam, sholat diawali dengan mengagungkan nama Alloh, dan diakhiri dengan kepedulian ke arah kanan dan kiri kita.


 photo m045_zpsa43ed786.gif photo m178_zps2a68e138.gif photo m045_zpsa43ed786.gif
 
Half Purple and Blue Butterfly