"Orang yang terbiasa dengan sepi akan jatuh cinta pada kesepian. Menyukai waktu2 tak diganggu orang lain, menyukai perasaannya yang menjadi sendu, dan kesepian itu pun menjadi candu. Agak mengherankan memang ketika seseorang begitu menikmati kesepian."
Sepi_HujanMatahari
Begitulah aku, seperti itulah aku, begitu absurd tapi absolut. entah demi apa? tapi demikianlah aku mencintai kesepian itu. Sejak aku tau kamu mulai memperjuangkan orang lain, aku belajar untuk pergi. Aku cinta, tapi aku tak ingin merusak kebahagiaan dan kenyamanan orang yang aku cinta. Aku telah berusaha memperjuangkannya, dan ketika kamu tak menghargainya, harusnya tak menjadi masalah untukku, aku tak seharusnya menyalahkan siapapun, bukankah aku berjuang atas kemauanku sendiri tak ada yang memintanya. Tak mengapa, karena sekarang aku telah jatuh cinta lagi, jatuh cinta pada kesepian. haha....
Aku memang lelah, aku memang mengalah, tapi aku tak bisa menyerah pasrah. Aku ingin melihatmu bahagia agar akupun bisa bahagia, meskipun dengan alasan yang berbeda, meskipun bukan dijalan yang sama, meskipun bukan denganku dan meskipun2 yang lain. Aku ingin memastikan kamu bahagia lebih dulu, baru aku, itu yang kumau, tanpa alasan, tanpa pertanyaan. Mengherankan memang, sama mengherankannya dengan ketika aku jatuh cinta pada kesepian.
Jika aku terlihat bahagia, itu karna aku telah menukar luka itu dengan keinginanku melihatmu bahagia. Tenanglah, aku baik2 saja. Percayalah, aku tidak sedang basa basi mengatakan ini padamu, aku tidak sedang bercanda mengatakan kata "aku baik2 saja". Aku benar2 baik2 saja. Teruslah dijalanmu, perjuangkan semua kebahagiaanmu, aku takkan memotong jalanmu, takkan mendahului, aku tak ingin kamu kembali hanya karna kasihan, aku tak ingin kamu kembali karna kamu berhutang budi atau apalah, jangan kembali, kecuali satu, kamu kembali padaku karna memang aku adalah tempat kamu pulang, selain itu, kumohon jangan kembali.
Dulu aku mencintaimu begitu menggebu, seiring waktu aku mencintaimu dengan mengharu biru, saat masanya harus berlalu aku mencintaimu bagai candu yang semu. Dan kini aku memang masih mencintaimu, aku mencintaimu dengan pemahaman yang berbeda, dengan cara yang baru, dengan sudut pandang yang tak melulu itu. Yahhhhh, aku mencintaimu dengan melepaskanmu berlabuh kemanapun hatimu mau, melepaskanmu mencari bahagia yang sebenarnya kamu ingini, melepaskanmu menggapai mimpi tentang sesosok putri impian seperti yang tergambar dalam hati dan otakmu, aku melepaskanmu, pergilahhh.
Kamu tak perlu khawatir aku tak bahagia, kamu harus ingat, bahkan saat kita belum bertemu pun aku sudah tau bagaimana rasanya bahagia itu, dan ketika bersamamu bahagia itu rasanya tetap sama, ejaan hurufnya pun juga tak berubah, b-a-h-a-g-i-a, sekarangpun sama, saat aku dan kamu tak lagi bersama, aku masih tau rasanya bahagia itu. Aku ingin kamu tau satu hal, meskipun nantinya aku tak mampu lagi mengeja kata yang dua ini "aku Cinta", aku akan tetap sama bahagianya, tak berkurang, bahkan akan bertambah saat aku benar2 bisa melihatmu bahagia, jadi.........bahagialah kamu dipijakanmu sekarang.
Kamu tau, menyenangkan sekali menjadi aku, yang jatuh cinta pada kesepian, kesepian tak selalu diartikan sendiri, tak selalu berarti dirundung kesedihan, tak begitu definisinya jika kamu bertanya padaku tentang apa itu kesepian yang membuat aku jatuh cinta. Kamu tau, kesepian bisa membuatku mencintai diriku sendiri, kesepian mengajariku untuk sibuk menilai diriku sendiri bahkan sampai tak begitu peduli penilaian manusia lain, kesepian mengajakku kedalam kedamaian yang "langka", ketika oranglain pusing tak punya teman, aku justru senang sendirian. Kamu tau,,,,, begitulah aku, yang bahagia dengan kesepian.
#Tulisan ini kubuat saat aku menemukan sisi lain dari kesepianku. hahaha......