Hiruk pikuk pilpres awal ramadhan lalu sampai hari ini
belum juga mereda, isu2 politik bahkan semakin memanas, entah kehebohan
macam apa yang sebenarnya terjadi disana. Disisi lain, kepadatan arus
mudik yang "rutin" terjadi ini banyak menyita perhatian, macet dimana
mana, padat merayap, berbagai kendaraan mengular dijalan2 dan tak lupa
angka kecelakaan yang juga setiap hari menunjukkan jumlahnya. Realitas
ini bikin galau, aku bingung dengan pilpres kali ini, bukankah negeri
ini butuh segera dipimpin, tapi kenapa orang2 politik itu malah masih
saja sibuk "gontok2an", aneh. Kalau untuk arus mudik, aku si ga mudik,
tapi liat berita2 mudik diTV, berita2 kecelakaan, itu cukup mengaduk
aduk perasaan.
Dan tanpa sadar, kita telah sampai dipenghujung
Ramadhan. Meskipun realitas yang ada tak mungkin terbantahkan. Tapi ada
realitas yang berbeda yang bisa ditemukan di banyak masjid, di sepuluh
hari terakhir ramadhan, dimana disini, dimasjid2 yang menyelenggarakan
itikaf, kita diajak mendekat, sedekat-dekatnya pada Tuhan kita, Alloh.
Disetiap sudut masjid yang terdengar hanya lantunan ayat2 cinta, kita bisa menyaksikan beragam orang yang datang darimana saja,
dengan berbagai perbedaan yang ada, tapi lihat, meskipun berbeda, semua
membaca surat cinta yang sama, Al-Quran. Meskipun banyak perbedaan tapi
lihat, saat sholat, kita tetap melakukan gerakan yang sama, bukan?
Karena Islam itu indah, dan aku bangga menjadi muslimah.
Dari
masjid ini, Masjid Fathimatuzahra, tempat aku ikut itikaf, aku menemukan
realitas yang berbeda, yang pastinya ngangenin. Agenda itikaf ini aku buat di Ramadhan tahun lalu (dan semoga akan jadi agenda rutin setiap Ramadhan yang kulewati, dimanapun, aamiin), saat aku jomblo, dan berkomitmen untuk tidak pacaran kecuali setelah menikah, ceritanya ini hikmah jomblo haha. Moment2 yang akan aku simpan terus, bertemu dengan mereka
semua, tilawah bersama, hapalan, sholat bersama, saur bersama, terlelap
tidur "berserakan", munajat2 indah, muhasabah diri, berharap Lailatul
Qodar, ngantri dikamar mandi, ngantri wudlu saat masih ngantuk2nya, dll, dll...adalah semua moment yang ngangenin.
Semoga masih diberi kesempatan berjumpa
Ramadhan berikutnya, semoga amal ibadah kita semua dibulan ini menjadi
tabungan terbaik yang bisa "membayar" pertemuan kita dengan Alloh kelak,
dalam pertemuan yang baik, semoga doa2 terbaik kita dibulan ini mampu
"membeli" keajaiban2 dalam hidup ini, yang sakit disembuhkan, yang
"terluka" terobati, yang belum ketemu jodohnya segera dipertemukan lalu
menikah (itu aku banget, ehehe), paling penting lagi
semoga catatan2 dosa kita selama ini dihapus sama Alloh, diampuni dengan
sempurna oleh Alloh, dengan bonus kebaikan untuk kita (wiiiiihhhh ini
doa yang indah sekali) dan tidak lupa, sebelum ramadhan ini benar2
berakhir, coba tengok lagi kedalam diri kita (aku juga), adakah
perubahan kearah yang lebih baik? Ini penting, untuk bekal kita
menjalani sebelas bulan setelah ini, agar selama penantian ramadhan
berikutnya, kita tetap diberi kemudahan untuk istiqomah menjalankan
semua ibadah yang sudah "diperbaiki" diramadhan kali ini, memupuk
keberanian lebih kuat lagi untuk menahan diri, menahan hawa nafsu menghindari maksiat2 yg akan lebih "liar"
lagi diluar ramadhan, agar bisa lebih tangguh lagi
keimanannya, semoga :)
