Rabu, 21 Oktober 2015

Aku (kamu) masih satu rindu

Aku percaya, masih ada rindu dihatimu, meskipun aku tak bisa menatap matamu saat ini, tapi aku bisa memastikan bahwa sebenarnya kita sedang saling merindu. Aku disini merasakan hangatnya matahari pagi ini, kamu juga pasti merasakan hangatnya matahari yang sama denganku, meskipun tak bersisian tapi aku tau kan, kamu tau kenapa, karna kita punya matahari yang sama, haha. Ternyata merindu itu begitu sederhana.

Aku merindu kamu setiap waktu, kamu harus tau itu. Dan katakan padaku juga, kamu merindukanku lebih sering daripada aku, ahhhh betapa indahnya merindu itu. Aku dan kamu masih satu rindu sebenarnya, hanya saja kita lebih suka menyembunyikannya, entah kenapa, ada saja alasannya, kadang kita lucu ya, haha.

Aku selalu ingin bersamamu, kamu apalagi, kamu selalu merindu  selalu ingin bertemu.  Aku dan kamu akan terus merindu, aku dan kamu akan terus menjadi satu rindu. Rindu merindu, aku (kamu) masih satu rindu.

Jumat, 24 Juli 2015

Ingat ini

Aku ingat hari pertama kita berkenalan.
Aku ingat bagaimana caramu mendekatiku dan mengajakku makan malam pertama kalinya waktu itu.

Aku ingat sekali bagaimana caramu membuatku memperhatikanmu saat aku terlalu sibuk dengan urusanku.
Aku ingat sekali bagaimana caramu cemburu pada laki laki yang mencoba dekat denganku.

Aku ingat bagaimana kita bercerita tentang masa depan dan sangat ingat bagaimana kita selalu memiliki imajinasi yang serupa.
Aku ingat bagaimana kamu berjanji, meski sampai hari ini kamu tidak berusaha mewujudkannya.

Aku ingat bagaimana kamu membuatku ngambek dan kadang-kadang kamu mengabaikanku.
Aku juga ingat bagaimana aku membuatmu jengkel dan kadang-kadang aku mengabaikanmu.

Aku ingat betapa banyak sekali yang mengagumimu, lalu sesekali aku merasakan keberuntungan ada di dekatmu.
Aku ingat juga saat kita sedih pada cerita yang sama dan kita bercanda pada lelucon yang itu-itu saja.

Aku ingat sekali semua kata kata jaminanmu agar aku terus bertahan bersamamu.
Aku juga ingat sekali saat-saat kamu mulai menjauh pergi dariku.
Aku ingat sekali momen saat aku kecewa, dan pada kenyataannya kamu tidak ada dan tidak berusaha ada.
Aku juga ingat momen saat kamu kecewa, dan aku hanya diam lalu tak ingin membalas semua pesanmu.

Aku ingat sekali saat kamu menciumku dan memelukku seolah kita tak akan terpisahkan.
Aku ingat sekali caramu bermanja-manja padaku setelah sekian lama kamu berada jauh dariku.
Aku ingat sekali kita bisa bercerita apa saja selama berjam-jam sampai lupa waktu.

Aku ingat sekali saat aku memohon padamu tentang hubungan kita sambil berderai airmata, dan kamu tak memberiku penjelasan berarti.
Aku ingat sekali saat kamu menghapus airmataku yang akhirnya aku tau itu adalah salam perpisahan darimu.
Aku ingat sekali saat kamu menggendongku, dan saat kamu menurunkanku dari gendonganmu, bahasa tubuhmu mengatakan bahwa semuanya sudah berakhir.

Aku ingat sekali saat aku begitu menggila merindukanmu, tapi kamu terlihat lebih bahagia setelah meninggalkanku.
Aku ingat sekali saat kamu bersenang-senang sedang aku menjadi gila dalam kesedihanku sampai hari ini.

Aku ingat semuanya. Selalu ingat dan bahkan sulit menghentikan semua yang aku ingat.
Lihat… betapa banyak ingatanku tentangmu.
Dan ketika pada kenyataannya aku harus dipaksa melupakan semuanya.
Aku bingung!
Aku menyerah dan memilih ingat saja. Tapi tak ingin melibatkanmu dalam urusan ini.
Aku bohong saat aku bilang sudah move on, karna Aku butuh seumur hidupku untuk menghapus semua ini.

Jadi, Sekarang kamulah yang harus ingat bahwa aku terus berusaha memaafkanmu tanpa kamu memintanya.

*Entah kapan aku menulis ini, aku lupa. Tapi setelah dibaca, ko bagus ya... haha.

Selasa, 09 Juni 2015

Mengenang jaman SMa

Menyenangkan sekali mengingat masalalu saat masih duduk dibangku sMA, masa masa penuh warna, penuh kejadian tak terduga. Sekarang ini aku sedang senang mengenangnya.hihi

Aku tersambung lagi ke teman-teman waktu sMA. Bertukar kabar berita, bercerita tentang kemana saja selama ini, dan tentang saat ini. Ahh, menyenangkan sekali. Mengetahui banyak teman sMAku sudah menikah dan punya anak itu sesuatu yang,,, mmmmmhhhh bikin nano nano rasanya, seneng si, tapi sempet terbesit iri dihati, ko aku masih gini gini aja, haaaa. Belum juga menikah, apalagi punya anak. But, everything gona be okay. Aku dan mereka punya takdirnya masing-masing. So, pergi sana iri dihati, hihi.

Dan ada dia, pacar jaman SMA, jaman cinta monyet, haha. Kita chatingan, bertukar kabar berita, bercerita tentang apa saja dan kita masih bisa saling mengejek satu sama lain tanpa tersinggung malah jadi lucu, mengingat posisi kita sekarang, dia sudah menikah sudah punya anak, dan aku, insyaAlloh akan menikah insyaAlloh akan punya anak, haha. Dengan kondisiku sekarang, habis sudah aku diejekin sm dia smpe puas, sedang aku, aku ikut ketawa smpe puas laaaa, sepuas dia ngejekin aku, dan aku juga gak mau kalah ngejekin dia, haha. Kita ga ada bedanya dengan saat masih SMa. Bedanya kita tetap bahagia dengan jalan hidup masing-masing, tapi meskipun begitu kita masih tetap bisa berteman. Aku bisa berteman dengan istrinya, dia jg bs berteman dengan calon suamiku.And than, Suatu saat nanti jika memungkinkan kita punya rencana akan reunian, saat aku sudah menikah dan punya anak. Mungkin akan jadi reunian keluarga. Pasti seru.

Apapun yang sudah terjadi dibelakang sana, percayalah itu sudah tertinggal jauh dibelakang, kita takkan pernah mampu untuk kembali kesana dan mengulangnya, tidak akan bisa. Jadi sekarang, jalani saja yang ada, bahwa hidup tak perlu saling membenci tak perlu saling membatasi diri dengan tembok-tembok tinggi penuh keangkuhan, apalagi karna sesuatu yang sudah pergi dan berlalu dibelakang. Kita masih bisa jadi teman bahkan bisa jadi saudara seperti keluarga, saling menghargai tanpa lupa peran dan posisi kita. Aku akan membuka diri untuk semua itu, thanks pu.

Sabtu, 23 Mei 2015

Jangan mencampuri urusanku


Pada akhirnya memang waktu yang bisa membuktikan, siapa cinta terakhir itu. Kadang dengan sebuah penerimaan semua akan jauh lebih mudah, bukankah untuk bahagia kita tidak perlu mengorbankan kebahagiaan orang lain??

Jangan campuri urusanku, biar hatiku saja yang terlibat.

Selasa, 28 April 2015

Rangkaian kata yang berantakan

Kamu sumber inspirasiku
Yang membuat tulisanku begitu bernyawa
Tak peduli apakah akan terbaca
Atau hanya jadi pajangan kasat mata
Aku akan tetap menulis cerita kita
Meskipun nantinya akan berserakan
Dalam dimensi yang berbeda
Berharap dengan begitu, kamu dan aku akan tau
Cerita tentang kita pernah ada

Kita pernah menjadi sumber kekuatan satu sama lain
Jika salah satunya tak ada, sebenarnya diantara kita tak berdaya
Jika salah satu dari kita pergi, mungkin kita akan saling menanti
Tapi jika diantara kita tak bahagia
Aku juga kamu sungguh tak punya alasan untuk menahan siapapun
Meski kita bilang saling mencinta, kita harus tetap bahagia
Mungkin dengan saling melupakan, saling melepaskan
Kita akan benar-benar tau
Makna cinta sesungguhnya

Kamu adalah tujuan
Kamu sebuah jalan yang ingin kutempuh
Mungkin kamu juga sebaliknya
Tapi ternyata kita punya jalan sendiri
Kita memilih menentukan tujuan masing-masing
Demi satu kata bahagia
Dan semoga kita bisa menemukan bahagia yang kita cari
 

*****

Semua tentang kita telah terserak
Menghambur bertebaran entah kemana
Tak terjangkau lagi

Bayangan berdua kita lenyap sudah
Cerminan itu retak berantakan
Tak bersisa lagi

Mimpi tentang kita bersama telah usai
Meninggalkan kepingan tanpa tanda
Jauh dari nyata

Dan kudengar sendiri napasku juga napasmu
Menyerah
Pasrah
Kalah sudah
Apakah ini adalah akhir dari semuanya
Atau masih ada misteri yang tersembunyi?
  Pada akhirnya nanti kita akan mengerti.

*****



Minggu, 22 Maret 2015

Sekarang aku tau : )

Kata orang, cinta itu buta, cinta mampu membuat seseorang menunggu entah sampai kapan, cinta itu magic, dan parahnya aku seperti menganut pemahaman yang sama. Aku (pernah) mencintai seseorang dengan keterlaluan, tanpa melihat bahwa seseorang itu sudah berkhianat, seseorang itu bahkan dengan sadarnya menyakiti hati(ku), meluluhlantahkan harapan yg kubangun tinggi, setinggi janjinya, parah! dan aku masih menunggunya, seperti menunggu kereta dihalte bus, entah sampai kapan. 

Kadang, aku merasa bahwa antara buta dan membutakan diri itu beda, tapi kenyataannya adalah aku sudah buta kemudian membutakan diri, aku sudah salah mencintai seseorang yang sebenarnya sangat tidak pantas. Mmmhhhh...... terimakasih sudah membukakan mataku. mengembalikan penglihatanku, dan sekarang aku tau : )

Sekarang aku tau, bahwa sebenarnya aku sedang diselamatkan oleh waktu, meskipun harus diberikan sedikit sensasi sakit hati, tapi pada akhirnya aku tau juga siapa yang sebenarnya paling mencintai(ku).

Dan sekarang aku tau :)

Jumat, 06 Maret 2015

Merantau ituuuuu...........

Jadi, ceritanya aku itu baru pernah ngrasain yang namanya kerja jauh dari keluarga, jauh dari rumah, jauh dari kampung halaman, jauh dari yang biasanya deket, jauh deh pokonya, aku ga terlalu lebay kan yah, mendefinisikan kata jauh, ga tau deh. haaa

Secara, aku lahir di Purwokerto, dibesarkan disana, dari mulai sekolah taman kanak-kanak smpe kuliah itu, di Purwokerto, sampe kerja aja masih di Purwokerto aja, haaaaa. betapa cintanya aku sama Purwokerto kan, sepertinya aku mulai lebay lagi, hihiii

Dan ceritanya, awal tahun ini aku itu merantau, move on dari Purwokerto. Terdampar disini, ditempat yang jauh, sebenarnya juga ga jauh sangat si, tapi bagi aku tetep aja jauh, haaaa....jadi inget insiden ditempat kerja lama, aku resign hanya karna dimutasi ke Jakarta, kota yang notabene kuhindari, tapi akhirnya kesana juga,haaaa. Dan sekarang, aku penempatan kerjanya jauh juga, mungkin memang harus merantau.

Dan akhirnya, sekarang aku sedang mengalami masa-masa merantau, mencoba bertahan dari hasrat ingin selalu pulang, terus beradaptasi dengan lingkungan baru, orang-orang baru, dannnnn bahasa baru, yang sekarang saja, padahal ud berapa bulan ya...... eh, belum lama juga si, aku masih roaming aja orang-orang ngomong apa. haaaa. Tapi ya, yang paling seru itu, tinggal dikamar kost dan nyari makan sendiri, hiks.

Begitulah, namanya juga merantau yaa, ada senangnya ada susahnya,banyak deh rasanya, namanya juga baru pernah, jadi maklum saja, aku akan terus berusaha untuk survive, kawan, bersama kalian teman seperjuangan, demi negeri ini, demi masa depan yang lebih baaik juga, aamiin. Semangat!!

Rabu, 21 Januari 2015

Tentang (kamu) yang aku mau

Tentang yang aku rasakan
Tentang kamu yang sekarang ada
Tentang apa saja yang sudah kamu lakukan
Tentang kamu yang inginkan aku sepenuh jiwa
Tentang (kamu) yang aku mau

Aku ingin kamu tau, aku memang tak pernah berani bilang "aku cinta" 
Tapi percayalah, aku selalu mencobanya
Kamu jangan lagi bertanya tentang perasaanku seperti apa
Karna kamu tau aku selalu menjadi ambigu setelahnya
Tapi percayalah, aku sedang membentuknya

Saat semua sudah terang benderang aku pasti menjadi milikmu
Semuanya, aku janji
Termasuk hati ini
Jadi,, teruslah (ada) bersamaku, didekatku
Karna kamu yang aku mau
Untuk sekarang dan selama(nya) yang kamu mau
Kamu mau berjanji padaku?


Untuk: Abang yang ga mau dipanggil Abang, haaaa

Kamis, 08 Januari 2015

Dunia (aku) yang baru

Selamat datang di tahun 2 0 1 5......

Awal tahun ini, tahun 2015, ada yang berbeda, ada yanggggg mmmmhhhh........baru! Bukan karena ini tahun baru, bukan juga karena ini awal tahun baru, bukan. Tapiiiiiiiii, ada yang (memang) baru dalam hidupku, ada "dia". Ada si "abang" yang ga mau dipanggil abang, haaaaaa.....

"dia",,,,, hadir dalam hidupku belum lama, masih bisa terhitung dengan jari tiga, baru saja. Karna dulu, pertama kenalan cuma sebentar doang, kemudian hilang kontak, trus mulai kontak lagi 3 bln yang lalu. mmmmmmhhh.... aku belum begitu mengenalnya, tapi dia sudah bilang cinta #akujadimalu. Awalnya aku memang tidak menolak tidak juga menerima, tapi jujur aku suka matanya, matanya teduh. Aku tak menemukan tatap mata itu dari sekian banyak laki-laki yang datang dan pergi selama ini. Aku merasa menemukan, tapi lebih tepatnya aku ditemukan olehnya, karna kalo dia ga mulai nyapa duluan,  ga ngajakin ngobrol duluan, ga minta ketemu, aku juga ga mungkin liat mata itu,  tapiii mmmmhhhh.... terlepas dari itu semua, mungkin ini sudah jadi skenario Tuhan agar kita dipertemukan, dan aku berharap semoga aku bisa jatuh cinta (lagi), jatuh cinta yang nyata. "dia" akan menjadi dunia (aku) yang baru. semoga.

Tahun 2015 juga sudah mengantarkan aku ke Jaka**a, kota yang notebene aku hindari, tapi akhirnya aku sampe juga kesana, malah akan bolak balik sering kesana, tapi gapapa, everything gonna be okey. semoga. Jaka**a,,,,,bersahabatlah denganku. Karna mungkin, kota itu akan menjadi dunia (aku) yang baru (juga).

Tuhan,,,,, apapun yang harus aku hadapi didepan sana, aku mohon jangan tinggalkan aku, hanya Engkau tempat aku menyerahkan segala urusanku, seluruh duniaku, semua kehidupanku, dan segenap napas ini. aku mohonnnnnn.....

Selamat datang di Dunia (aku) yang baru.......
 photo Senang_zps323f6fa2.gif photo m004_zpsf1d26e4c.gif photo Senang_zps323f6fa2.gif
Half Purple and Blue Butterfly