Senin, 21 April 2014

Selamat ulang tahun “SendiRi”

Hari ini satu tahun aku “sendiri”. Memutuskan untuk tidak menjalin hubungan "special" yang lebay dengan laki2 yang belum jelas akan menjadi halal atau tidak, kalau dilihat dari sudut pandang agama mungkin ini memang suatu keharusan, tapi… tidak mudah untuk aku yang “terbiasa” diperhatikan. Kadang kesendirian membuatku seolah kelelahan menjalani hari, ada banyak hal yang mendesak batinku untuk berontak saat harus melihat kenyataan bahwa orang2 yang pernah berjanji “to life together” berlalu tanpa kata maaf, kadang aku tergugu sendiri dalam tangis yang sedu sedan, menyusun kekuatan diri agar tetap bisa berdiri dengan keputusanku untuk “sendiri” sebelum benar2 ditemukan oleh seseorang yang memang halal untukku. Jangan pernah bertanya padaku tentang “menyerah”, jika bukan karena aku sayang pada diriku sendiri, aku sudah menyerah dari setahun yang lalu. Jangan juga bertanya tentang “putus asa”, jika bukan karena aku mencintai hidupku, aku mungkin sudah mengakhiri hidupku setahun yang lalu.

Satu tahun berlalu, aku masih bisa menjalani hidupku. Waktu telah mengajari aku tentang “bertahan”. Waktu telah berbaik hati mengajariku tentang memaafkan. Waktu telah memberiku pemahaman yang baik tentang sudut pandang. Waktu juga yang telah menyembuhkan luka menganga dalam hatiku. Satu tahun telah berlalu….dengan proses yang bagiku tidak mudah dilalui. Bagiku, menahan rasa ingin kembali mendapat perhatian yang "berlebihan", dengan sejuta kesempatan didepan mata, itu sangat tidak mudah, aku harus berperang melawan batin sendiri yang terus bergolak mengingingkannya, sedang hati kecilku terus tanpa henti berbicara dengan kata2 yang menohok sekali, "jangan pernah menjatuhkan diri pada kemaksiatan yang SAMA (pacaran, berlebay ria dengan lawan jenis) karna akan sama saja kamu menukar petunjuk dengan kesesatan". Mmmmmhhhhh,,,, aku memilih cuek menanggapi perhatian2 lebay yang datang, bukan mengabaikan, tapi lebih ke-seperlunya saja, menghindari “bertindak kejauhan” haha….aku hanya bisa mencintai dalam diam, dalam kesabaran, biar waktu yang akan menunjukkan jalannya dengan caranya, tanpa perlu memaksakan jalan cerita. Ini bukan tentang siapa yang aku tunggu, tapi tentang bagaimana aku menemukan dan ditemukan pada suatu masa, H A L A L….


Hari ini aku bernostalgia dengan diary2ku. Jaman masih sekolah dulu aku suka sekali menulis diary, sampai lulus kuliah pun aku masih suka menulis diary, aku menuliskan apa saja yang aku rasakan, menuliskan apa saja isi hati yang ingin kutumpahkan, menulis diary bagiku sangat menyenangkan dibandingkan menceritakannya pada orang lain, bukan karna aku tak punya teman untuk berbagi, bukan! ini hanya tentang rasa nyaman, dan hari ini kubaca lagi diary2 jadul itu, hari ini aku bisa menertawakan diriku sendiri melalui tulisan2ku, aku juga bisa menangisi diriku sendiri membaca tulisanku, ternyata dulu, aku lucu sekali, haha…..

Selamat ulang taun yaaaa…. semoga segera dipertemukan dengan imam yang baik hatinya, baik perangainya, baik fisiknya, bertanggungjawab dan yang paling penting, yang baik pemahamannya dalam mencintai Alloh….aamiin

 photo emot156wwwigizmoreunicc_zps2603efee.gif photo emot156wwwigizmoreunicc_zps2603efee.gif photo emot156wwwigizmoreunicc_zps2603efee.gif
*****


Sebenarnya ini bukan tentang kepergianmu, bukan tentang apa yang belum selesai diantara kita, bukan juga tentang siapa yang meninggalkan dan siapa yang ditinggalkan

Ini tentang bagaimana kakiku tetap kupaksakan berjalan disaat kamu dan orang lain bahkan tak percaya aku mampu menempuh jalannya

Ini tentang bagaimana niatku untuk tetap mantap menunggu yang halal meskipun kamu dan orang lain bahkan melihatku tak mampu melewatinya

Ini tentang keteguhan hatiku untuk tetap bertahan disaat kamu dan orang lain bahkan melihatku dengan sebelah mata sambil berbisik “tak mungkin”


Ini semua tentang bagaimana aku bahagia menjadi saksi perjalananmu, dari awal, hingga saat ini 


Mengertilah, aku bukan berniat pergi meninggalkanmu. Hanya saja, aku tak mau mengijinkan kamu sekedar menyapa
 

Selasa, 15 April 2014

MenuRutku, Unconditional Love itu.....


Ada banyak cinta di dunia ini, sebagian banyak orang diluar sana mengatasnamakan cinta demi menetapkan berbagai syarat untuk dicintai dan mencintai, sebagian yang lain mengurungkan rasanya karna satu dan lain hal dengan berdalih cinta tak harus memiliki, sebagian lagi mengejar cintanya dengan berbagai cara hingga membutakan mata kepala juga mata hati, dan...... Unconditional love, yang bila diterjemahkan menurut bahasa, artinya adalah cinta tak berSyarat.

Semua orang mungkin mengerti apa itu unconditional love, sebatas mengerti mungkin tapi tak memahami apalagi menghayati makna unconditional love yang sebenarnya, dan aku termasuk didalamnya, hehe.

Aku mencari berbagai referensi, menuntaskan rasa penasaranku akan makna Unconditional love. Lalu kemudian belajar untuk memahaminya, menghayati sensenya.

Unconditional love, dimana seseorang tak perlu memenuhi persyaratan apapun, tak perlu menjadi apapun utk mendapatkan cinta dan kasih sayang.

Berkaca pada cinta seorang ibu pada anaknya, cinta ibu memberi kekuatan yang besar bagi anak untuk menjadi baik, agar anak tidak mudah putus asa, karna seburuk apapun hal yang dilakukan, sebesar apapun kesalahan yang diperbuat, seberat apapun kegagalan, kekecewaan yang dialami atau bahkan sampai "bermasalah" sekalipun akan ada seseorang yang selalu menerimanya kembali, memeluknya dan memberikan “energi” untuk memperbaiki kesalahan. Seorang ibu yang memiliki unconditional love, akan selalu bersikap "menerima" keadaan anaknya, seperti apapun kondisinya, seorang ibu akan dengan tulus mencintainya, menemaninya, dan selalu bisa mengatakan "you are not alone, I'm here with you" pada anaknya, dengan sepenuh hati. 

Didalam diri seorang ibu ada yang namanya "Rahim", tempat mengandung anaknya selama sembilan bulan, itu artinya setiap ibu haruslah memiliki sifat Rahim, yang menyayangi anaknya, mau anaknya melakukan perbuatan baik atau buruk, berprestasi atau tidak, "bermasalah" atau tidak. Aku begitu memahami bahwa orangtua terutama ibu adalah "perwujudan" sifat Rahimnya Alloh. Mmmmhhh.... Jd kangen ibu : (
Ibu, aku gapapa, tak punya banyak waktu bersamamu, mendapatkan cintamu, tapi aku akan berusaha keras agar suatu saat nanti jika diberi kesempatan, aku ingin menjadi ibu "mentari", yang memiliki unconditional love, yang memberi cinta pada anak2ku seperti mentari menyinari dunia, seperti cintamu padaku, bu.

Masih tentang Unconditional love, dari bukunya Ajahn Brahm kudapati kata2 yang indah….
"My dear, whatever you do in your life, know this, the door of my heart will always be open to you"
Ini so sweet banget, menurut penghayatanku, ini cinta level tinggi. "My dear" disini bisa orangtua, anak, adik, kakak, saudara, sahabat, teman, tetangga, semuanya. Jika dihayati betul, hati ini akan penuh dengan cinta, karna apapun yang dilakukan oleh oranglain, hati kita selalu terbuka untuk memaafkan, se-menyakitkan apapun kejadian yang menimpa kita, hati kita selalu terbuka untuk menerimanya dengan penerimaan yang tulus.
Dan kalau..... "My dear"nya adalah "someone spesial" yang begitu nyata buat kita, tapi mungkin kita tidak nyata buat dia, it's oke gapapa, perasaan kita tetap nyata, semuanya tetap nyata meski tak terlihat, berasa one -sided love mungkin yah...hehe. Berbekal kata2 dari Ajahn Brahm dan pemahaman yang baik mengenai unconditional love, kita bisa merubah fokus kita, bukan lagi berusaha bagaimana membuatnya jatuhcinta pada kita, bukan lagi bagaimana bisa memilikinya, tapi lebih ke- bagaimana agar bisa mencintainya tanpa syarat, dengan memberikan dia kebebasan untuk memilih, memilih apapun yang membuat dia bahagia. Ini uwooo!sekali, hihi. Bisa menghayatinya?? Kalau aku, aku akan belajar untuk itu...

Selanjutnya....,Unconditional love bisa menembus dimensi ruang dan waktu, cinta yang bisa tetap dirasakan dan disalurkan walaupun secara fisik terpisah, baik karena jarak atau dimensi. Mmmmhhh...... Sepertinya aku sedang dan pernah mengalaminya, aku mencintai seseorang tapi terpisahkan oleh jarak, aku mencintai seseorang tapi secara fisik tak pernah bisa menyentuhnya, aku mencintai seseorang tapi tak ada komunikasi yang dilakukan, meskipun begitu, aku tetap mencintai, aku mencintainya melalui doa2ku. Aku mencintai ibuku yang sudah lebih dulu berada dalam pelukan_Nya melalui doa2ku. Aku mencintai "dia" yang mencintaiku melalui doa2ku,,,, semoga cintaku sampai...


Sepertinya aku sudah mulai memahami, sudah mulai bisa menghayati makna unconditional love, semoga saja iya.... Aamiin
 photo 36_1_13_zps5471db97.gif photo 36_1_13_zps5471db97.gif photo 36_1_13_zps5471db97.gif

Terakhir,,,,,Aku teringat tentang Kisah Nabi Ibrahim, yang pernah kubaca. Konon ceritanya, Nabi Ibrahim adalah nabi yang terkenal selalu menyiapkan jamuan untuk tamunya, baik yang dikenal maupun yang tidak dikenal. Suatu saat Nabi Ibrahim kedatangan seorang tamu yang belum dikenalnya, namun nabi tetap menjamunya dengan baik, ketika nabi menyalakan api, sang tamu langsung menyembah api tersebut, nabi pun bertanya pada tamunya, ternyata si tamu tersebut adalah kaum majusi, penyembah api. Mengetahui hal itu, nabi mengurungkan niatnya untuk menjamu si tamu, dengan mengatakan "maaf, saya hanya mau menjamu orang yang beriman pada Tuhan saya". Saat itulah Alloh menegur nabi Ibrahim "engkau urung memberi makan orang yang tak menyembah Tuhanmu, sedangkan Aku tetap memberi makan seluruh makhluk yang ada dimuka bumi, walaupun mereka tak menyembahKu".
Dari kisah itu, Subhanalloh,,, betapa Maha Kasih Sayangnya Alloh, menjadi gambaran cinta yang luar biasa pada semua makhluk dimuka bumi ini, Alloh memberikan semua "fasilitas" kepada semua makhluk ciptaanNya tanpa pandang bulu. Ini Unconditional love yang sangat super sekali, dengan cintaNya kita semua diciptakan, yang pada akhirnya, hanya pada Alloh saja kita semua kembali, semoga cintaNya mampu menjadi cermin besar untuk kita agar selalu menjadi diri yang lebih baik lagi dan lagi, terus dan terus, aamiin....

 photo EMOTICONSMILE_zps895bbca8.gif photo EMOTICONSMILE_zps895bbca8.gif photo EMOTICONSMILE_zps895bbca8.gif

Kamis, 10 April 2014

"Unconditionally" nya Katy Perry


Akhir2 ini, suka banged dengerin lagu ini. Unconditional love heals the wound. Masih ada lubang dihatiku dan kutemukan bahwa.... dengan cinta tak bersyarat bisa menyembuhkan luka. Aku memang mencintaimu, aku selalu menyebutmu dalam doaku, aku melakukan apa saja untuk dekat denganmu, tapi semua kulakukan without any expectation, jadi...... saat kamu cuekin aku, aku ga marah, aku ga kecewa. Aku sudah lupa, aku sdh tidak ingat, aku sudah tidak ingin lagi menjadi "ahli sejarah" yg mengingat semua kata2mu, janji2mu, semuanya. Biar saja jadi rahasiamu dan rahasia Tuhan.

"Unconditional,,, Unconditionally
I will Love you Unconditionally
Will you do the same for me?"

 photo m012_zpse8fc0f53.gif photo m032_zps78c89894.gif photo m012_zpse8fc0f53.gif

Half Purple and Blue Butterfly