Ada banyak cinta di dunia ini, sebagian banyak orang diluar sana mengatasnamakan cinta demi menetapkan berbagai syarat untuk dicintai dan mencintai, sebagian yang lain mengurungkan rasanya karna satu dan lain hal dengan berdalih cinta tak harus memiliki, sebagian lagi mengejar cintanya dengan berbagai cara hingga membutakan mata kepala juga mata hati, dan...... Unconditional love, yang bila diterjemahkan menurut bahasa, artinya adalah cinta tak berSyarat.
Semua orang mungkin mengerti apa itu unconditional love, sebatas mengerti mungkin tapi tak memahami apalagi menghayati makna unconditional love yang sebenarnya, dan aku termasuk didalamnya, hehe.
Aku mencari berbagai referensi, menuntaskan rasa penasaranku akan makna Unconditional love. Lalu kemudian belajar untuk memahaminya, menghayati sensenya.
Unconditional love, dimana seseorang tak perlu memenuhi persyaratan apapun, tak perlu menjadi apapun utk mendapatkan cinta dan kasih sayang.
Berkaca pada cinta seorang ibu pada anaknya, cinta ibu memberi kekuatan yang besar bagi anak untuk menjadi baik, agar anak tidak mudah putus asa, karna seburuk apapun hal yang dilakukan, sebesar apapun kesalahan yang diperbuat, seberat apapun kegagalan, kekecewaan yang dialami atau bahkan sampai "bermasalah" sekalipun akan ada seseorang yang selalu menerimanya kembali, memeluknya dan memberikan “energi” untuk memperbaiki kesalahan. Seorang ibu yang memiliki unconditional love, akan selalu bersikap "menerima" keadaan anaknya, seperti apapun kondisinya, seorang ibu akan dengan tulus mencintainya, menemaninya, dan selalu bisa mengatakan "you are not alone, I'm here with you" pada anaknya, dengan sepenuh hati.
Didalam diri seorang ibu ada yang namanya "Rahim", tempat mengandung anaknya selama sembilan bulan, itu artinya setiap ibu haruslah memiliki sifat Rahim, yang menyayangi anaknya, mau anaknya melakukan perbuatan baik atau buruk, berprestasi atau tidak, "bermasalah" atau tidak. Aku begitu memahami bahwa orangtua terutama ibu adalah "perwujudan" sifat Rahimnya Alloh. Mmmmhhh.... Jd kangen ibu : (
Ibu, aku gapapa, tak punya banyak waktu bersamamu, mendapatkan cintamu, tapi aku akan berusaha keras agar suatu saat nanti jika diberi kesempatan, aku ingin menjadi ibu "mentari", yang memiliki unconditional love, yang memberi cinta pada anak2ku seperti mentari menyinari dunia, seperti cintamu padaku, bu.
Masih tentang Unconditional love, dari bukunya Ajahn Brahm kudapati kata2 yang indah….
Ini so sweet banget, menurut penghayatanku, ini cinta level tinggi. "My dear" disini bisa orangtua, anak, adik, kakak, saudara, sahabat, teman, tetangga, semuanya. Jika dihayati betul, hati ini akan penuh dengan cinta, karna apapun yang dilakukan oleh oranglain, hati kita selalu terbuka untuk memaafkan, se-menyakitkan apapun kejadian yang menimpa kita, hati kita selalu terbuka untuk menerimanya dengan penerimaan yang tulus."My dear, whatever you do in your life, know this, the door of my heart will always be open to you"
Dan kalau..... "My dear"nya adalah "someone spesial" yang begitu nyata buat kita, tapi mungkin kita tidak nyata buat dia, it's oke gapapa, perasaan kita tetap nyata, semuanya tetap nyata meski tak terlihat, berasa one -sided love mungkin yah...hehe. Berbekal kata2 dari Ajahn Brahm dan pemahaman yang baik mengenai unconditional love, kita bisa merubah fokus kita, bukan lagi berusaha bagaimana membuatnya jatuhcinta pada kita, bukan lagi bagaimana bisa memilikinya, tapi lebih ke- bagaimana agar bisa mencintainya tanpa syarat, dengan memberikan dia kebebasan untuk memilih, memilih apapun yang membuat dia bahagia. Ini uwooo!sekali, hihi. Bisa menghayatinya?? Kalau aku, aku akan belajar untuk itu...
Selanjutnya....,Unconditional love bisa menembus dimensi ruang dan waktu, cinta yang bisa tetap dirasakan dan disalurkan walaupun secara fisik terpisah, baik karena jarak atau dimensi. Mmmmhhh...... Sepertinya aku sedang dan pernah mengalaminya, aku mencintai seseorang tapi terpisahkan oleh jarak, aku mencintai seseorang tapi secara fisik tak pernah bisa menyentuhnya, aku mencintai seseorang tapi tak ada komunikasi yang dilakukan, meskipun begitu, aku tetap mencintai, aku mencintainya melalui doa2ku. Aku mencintai ibuku yang sudah lebih dulu berada dalam pelukan_Nya melalui doa2ku. Aku mencintai "dia" yang mencintaiku melalui doa2ku,,,, semoga cintaku sampai...
Sepertinya aku sudah mulai memahami, sudah mulai bisa menghayati makna unconditional love, semoga saja iya.... Aamiin
Terakhir,,,,,Aku teringat tentang Kisah Nabi Ibrahim, yang pernah kubaca. Konon ceritanya, Nabi Ibrahim adalah nabi yang terkenal selalu menyiapkan jamuan untuk tamunya, baik yang dikenal maupun yang tidak dikenal. Suatu saat Nabi Ibrahim kedatangan seorang tamu yang belum dikenalnya, namun nabi tetap menjamunya dengan baik, ketika nabi menyalakan api, sang tamu langsung menyembah api tersebut, nabi pun bertanya pada tamunya, ternyata si tamu tersebut adalah kaum majusi, penyembah api. Mengetahui hal itu, nabi mengurungkan niatnya untuk menjamu si tamu, dengan mengatakan "maaf, saya hanya mau menjamu orang yang beriman pada Tuhan saya". Saat itulah Alloh menegur nabi Ibrahim "engkau urung memberi makan orang yang tak menyembah Tuhanmu, sedangkan Aku tetap memberi makan seluruh makhluk yang ada dimuka bumi, walaupun mereka tak menyembahKu".
Dari kisah itu, Subhanalloh,,, betapa Maha Kasih Sayangnya Alloh, menjadi gambaran cinta yang luar biasa pada semua makhluk dimuka bumi ini, Alloh memberikan semua "fasilitas" kepada semua makhluk ciptaanNya tanpa pandang bulu. Ini Unconditional love yang sangat super sekali, dengan cintaNya kita semua diciptakan, yang pada akhirnya, hanya pada Alloh saja kita semua kembali, semoga cintaNya mampu menjadi cermin besar untuk kita agar selalu menjadi diri yang lebih baik lagi dan lagi, terus dan terus, aamiin....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar