Azura Zie :
Selalu ada saat dimana kita merasa
sepi, kosong, bingung, tiba-tiba sedih, dan segala macam suasana yang tiba-tiba
menjadi aneh rasanya. Sayangnya kita lebih banyak tidak tahu apa penyebabnya. Bukankah
begitu?
Seumpama gravitasi, manusia akan
kembali jatuh dalam lubang kenangan setelah bersusah payah untuk terbang
melupakan.
Seharusnya para pecinta tahu, tidak
banyak berguna jika hanya berusaha untuk melupa. Sebab kenangan bisa datang
kapan saja, tanpa pinta. Sebaiknya mereka lebih memilih untuk belajar
menerima, hingga kelak jika kenangan itu datang menyapa, mereka bisa
menikmatinya dengan suasana yang berbeda. Tapi entah kenapa mereka masih saja
bersikeras untuk melupa, bukan memulai menerima.
Memang sudah seharusnya begitu, apa
yang terlanjur terikat akan selalu ada bekas. Sekuat apapun meronta kalau
memang masih terikat, tidak akan mudah begitu saja untuk bebas.
Jika pada akhirnya melepaskan adalah
jalan. Semoga saja tak lagi ada hati yang keberatan. Yang ditinggal akan
mendewasakan ketabahan. Yang pergi tidak perlu lagi kembali mengingatkan
kenangan.
Jika melepaskan bukan pilihan yang
baik menurut diri sendiri, coba jadikan ia kebutuhan. Terkadang ego berat untuk
memilih keputusan, tapi hati lebih butuh kepastian.
Percayalah, aku pernah belajar
merawat luka dengan membuka hati untuk memaafkan, sebab luka yang baik adalah
yang berangsur pulih, bukan yang terus menganga semakin perih.
-- membuka pikiranku dengan lebih baik (lagi) :D