Selasa, 26 November 2013

(Kamu) Kekasih Sejatiku_Monita



Aku yang memikirkan 
Namun aku tak banyak berharap
Kau membuat waktuku
Tersita dengan angan tentangmu

Mencoba lupakan
Tapi ku tak bisa
Mengapa begini

Oh mungkin aku bermimpi menginginkan dirimu
Untuk ada di sini menemaniku
Oh mungkinkah kau yang jadi kekasih sejatiku
Semoga tak sekedar harapku

Ku coba lupakan
Tapi ku tak bisa
Mengapa begini

Oh mungkin aku bermimpi menginginkan dirimu
Untuk ada di sini menemaniku
Oh mungkinkah kau yang jadi kekasih sejatiku
Semoga tak sekedar harapku

Bila kau menjadi milikku
Aku takkan menyesal kelak
Jatuh hati

Oh mungkin aku bermimpi menginginkan dirimu
Untuk ada di sini menemaniku
Oh mungkinkah kau yang jadi kekasih sejatiku
Semoga tak sekedar harapku

Semoga tak sekedar harapku

Minggu, 17 November 2013

BeRdamailah dengan takdir

( HIKMAH ) BANYAK KEKURANGAN ?, ENJOY AJA, ADA ALLAH

Ketika seseorang sedang berlaku jujur walaupun dia sendiri dalam keadan kekurangan, namun tanpa dia sadari, dia sedang membangun sebuah pencukupan besar atas masa depannya sendiri. Dengan kejujuran, kepercayaan orang lain akan sangat mudah sekali didapat, ini berarti jalan menuju kesuksesan pun sudah digenggaman. Dan soal pemenuhan atas kekurangan itu, hanya masalah waktu saja.

Selama iman dikandung badan, seorang Muslim tentu selalu merasa ada harapan.

Ketika seseorang memenuhi dirinya tetap dengan sebuah energi positif (Baca Rahmat Allah) kejujuran yaitu kejujuran dan menerima apa adanya, redho dengan apa yang Allah tetapkan itu IBADAH, walaupun berkubang dengan segudang kekurangan, maka orang seperti ini sebenarnya sedang belajar menerima dan bersahabat dengan dirinya sendiri dan selalu Husnuzon terhadap-Nya.

Dan Allah gak akan lalai atas semua itikad Hati kita kepada pemberian-Nya.

Disyukuri, akan berkah, diratapi malah menyiksa diri sendiri. Karena itu, terima saja, nikmati saja dahulu kenyataan yang "disuguhkan" kepada kita saat ini. Hal ini insyaallah akan menjadi pembangun kesadaran untuk menerima diri apa adanya.

Tidak perlu memoles kekurangan tersebut dengan berbagai hal yang memberi kesan hebat pada diri kita dihadapan manusia. Menutupi kekurangan dengan polesan-polesan hanyalah membuat hidup semakin terjerumus ke dalam kesulitan baru.

Kita tidak perlu takut atau malu bila hal tersebut diketahui atau menjadi bahan pembicaraan orang lain, bila diikhlaskan justru menjadi point disisi Allah SWT.

Justru orang mesti bersyukur bahwa Allah masih berkenan menguji, dan hal itu mengindikasikan bahwa Allah masih perduli kepada kita.

Ikhlaskan saja semua untuk berputar, dan yang kita tetap harus lakukan adalah berusaha dan berusaha sebaik mungkin untuk mencapai keadaan yang lebih baik, soal hasil ?... Allah tentu sudah punya skenario hidup yang lebih cantik untuk kita.

Adakah dalam kehidupan ini yang bisa dipercayai 100 persen selain diri-Nya ? Siapa yang sempurna yang akan kita cari selain Allah ? Selain Allah itu hanyalah mereka yang tidak sempurna jaminannya baik detik kedepan, tahun depan dst.

Nurani akan selalu mencari Allah, jangan ingkari nurani kita sebagai manusia yang pada hakikatnya mahluk yang lemah, siapapun dia.

Marilah mendekatkan diri kepada-Nya, teruskan perbaiki iman dan ibadah kita, jangan memilih-milih Syariat-Nya, perbanyak bertaubat kepada-Nya, jangan putus harap, teruslah beribadah kepada-Nya, karena sejatinya dalam kehidupan ini, Dialah yang paling berjasa dalam hidup kita. (WisataHati_YusufMansyur)


Kadang yang berlebihan terlihat menarik dalam pandangan, tapi perlu diyakini bahwa yang sederhana lebih lebih lagi menariknya, dalam pandangan mata dan hati. Sesederhana kehidupan yang kadang harus kuat menghadapinya, kadang juga harus melembut dalam hal tertentu, berdamailah dengan takdir, nikmati semua episode dalam hidup ini, jangan terlalu kuat menahan roda kehidupan untuk berhenti berputar tapi juga jangan terlalu lemah mengikuti putarannya, sederhanakan semua agar tak berlebihan, jadilah seperti rumput yang bila tertiup angin sekencang apapun dia hanya bergoyang-goyang saja, takkan tumbang. Keep spirit, walaupun banyak kekurangan, enjoy aja, ada Alloh bersama kita, teruslah berdamai dengan takdir :)


Senin, 11 November 2013

JIKA ISTRIMU ORANG SEPERTI AKU



Jika istrimu orang seperti aku, maka yang harus kamu miliki adalah kesabaran yang ekstra besar. Karena aku kadang bisa menjadi orang yang berpikir dewasa tapi aku akan sering bermanja di depanmu. Ya, hanya bermanja didepanmu. Ketika datang bulan pun perutku akan merasa kesakitan yang teramat sangat, jadi kamu harus pandai-pandai mengontrol emosi saat bersamaku ketika aku kedatangan tamu bulananku itu.

Aku ini seorang egois dalam hal bersamamu, sayang. Aku tidak suka melihat kamu berjalan berdua dengan perempuan manapun kecuali ibumu dan saudara perempuanmu. Aku tidak suka kau bermain handphone-mu didepanku. Dan aku ingin setiap cerita ku kamu tanggapi dan dengarkan dengan seksama.

Mungkin kamu akan merasa cukup bosan dengan kata-kata cinta dan sayang yang selalu ku ucapkan padamu setiap hari, puisi-puisi atau sekedar tulisan ku tentangmu yang selalu kukirim untukmu, atau perhatianku yang bisa saja kamu anggap berlebih. Padahal sesungguhnya aku hanya ingin mengerti bagaimana kamu, merawatmu apabila ada yang kurang, membuatmu nyaman dalam setiap keadaanmu.

Jika kelak kamu disampingku, aku tidak akan pernah mau kamu tinggalkan, aku butuh selalu kamu didepanku untuk memimpin, kadang disampingku untuk menemani setiap langkah ku dalam menjalani perjalanan singkat ini.

Kamu harus siap mendengar ocehanku setiap hari, sayang. Karena aku ini tipe perempuan cerewet. Bukankah kecerewetanku dapat melatih anak kita bicara kelak? Cerewetku bukan cerewet tanpa arti, aku hanya senang bercerita apa saja yang terjadi padaku dan sekitarku, untuk kita saling bertukar pikiran dan saling mengambil pelajaran.

Dan kamu tahu, aku akan mengurangi waktu diluar untukmu dan anak2 kelak, membangun madrasah kecil dirumah kita kelak. Rumahku kelak adalah rumah yang didalamnya ada kamu nya. Aku ingin menjadi ibu rumah tangga, sayang. Seorang ibu rumah tangga yang memiliki suatu usaha pribadi dirumah kita agar aku bisa meringankan bebanmu sedikit.

Bersiaplah untuk selalu mendengarkan setiap tangis, tawa, dan segala rasa, karena aku adalah seorang perasa yang mudah sekali dibolak balikkan hatinya. Yang kadang kalau kesakitan menangis, kalau sedang senang juga kadang menangis.

Jangan kamu pikir aku hanya ibu rumah tangga yang tidak tahu apa2 dirumah, kamu harus mendakwahiku, kamu harus menceritakan setiap khotbah jumat yang kamu dapat padaku agar kamu senantiasa mengajarkan aku tentang ilmu agama. Sesekali aku akan menemanimu dalam perjalanan dinasmu, atau sekedar berlibur dengan mu dan anak2 kita.

Khusus untukmu, akan ku masakkan untukmu masakan terenak yang pernah ku masak. Dan akan ku siapkan air hangat saat kamu pulang larut, ku temani kamu untuk sekedar bermain PS atau berolahraga kecil.

Jika istrimu itu aku, aku akan berusaha menjadi dokter pribadimu, koki pribadimu, perawat pribadimu, psikolog pribadimu, cleaning service khusus dirumah kita. Semua akan kulakukan agar kamu nyaman dan bisa beristirahat setelah pergelutanmu diluar dengan pekerjaanmu itu.

Jika istrimu seorang aku, aku akan berusaha menjadi perempuan yang menyenangkan apabila kamu melihatku, akan berusaha mematuhi kata-katamu, dan akan berusaha menjaga harta dan kehormatanmu saat kau berada jauh. Tapi jauhnya jangan lama-lama ya :)


--chocolateory dengan segala yang ada padaku--
 

Kamis, 07 November 2013

Perempuan Pe(mbe)Ri Nasehat

Azura Zie :

Selalu ada saat dimana kita merasa sepi, kosong, bingung, tiba-tiba sedih, dan segala macam suasana yang tiba-tiba menjadi aneh rasanya. Sayangnya kita lebih banyak tidak tahu apa penyebabnya. Bukankah begitu?

Seumpama gravitasi, manusia akan kembali jatuh dalam lubang kenangan setelah bersusah payah untuk terbang melupakan.
Seharusnya para pecinta tahu, tidak banyak berguna jika hanya berusaha untuk melupa. Sebab kenangan bisa datang kapan saja, tanpa pinta. Sebaiknya mereka lebih memilih untuk belajar menerima, hingga kelak jika kenangan itu datang menyapa, mereka bisa menikmatinya dengan suasana yang berbeda. Tapi entah kenapa mereka masih saja bersikeras untuk melupa, bukan memulai menerima.
Memang sudah seharusnya begitu, apa yang terlanjur terikat akan selalu ada bekas. Sekuat apapun meronta kalau memang masih terikat, tidak akan mudah begitu saja untuk bebas.

Jika pada akhirnya melepaskan adalah jalan. Semoga saja tak lagi ada hati yang keberatan. Yang ditinggal akan mendewasakan ketabahan. Yang pergi tidak perlu lagi kembali mengingatkan kenangan.

Jika melepaskan bukan pilihan yang baik menurut diri sendiri, coba jadikan ia kebutuhan. Terkadang ego berat untuk memilih keputusan, tapi hati lebih butuh kepastian.
Percayalah, aku pernah belajar merawat luka dengan membuka hati untuk memaafkan, sebab luka yang baik adalah yang berangsur pulih, bukan yang terus menganga semakin perih.

-- membuka pikiranku dengan lebih baik (lagi) :D 

Minggu, 03 November 2013

Kampanye "Yuk Berhijab"

  "iman itu sederhana dan tidak rumit | sederhanakanlah hijabmu jangan mempersulit"
"semakin baik pemahaman Islam seorang Muslimah|
semakin sederhana pakaiannya dan perilakunya"



"hijab itu untuk melindungi keindahan | bukan malah menjadi perhiasan"







(Source: here)

Jumat, 01 November 2013

My Month


“Perkenalkan, aku ruang hampa. Mungkin kamu lupa, bahwa bulan juga selalu berusaha mendekati, memutarimu diam-diam, bersembunyi berpura-pura, hanya selalu mengikuti bumi. Padahal yang dilakukannya tidak mudah, mengagumi sekaligus menjaga jarak darimu, hanya agar hidup tetap terjaga dengan baik pada sumbunya.” –Achmad lutfi–

“Kadang, soal hati kita perlu meneladani Matahari. Ia cinta pada Bumi, tapi ia pun mengerti bahwa mendekat pada sang kekasih justru membinasakan.” –Salim A. Fillah– 

“Mencintai seseorang, siapapun itu, hanya butuh dukungan Tuhan.” –laninalathifa–  



 “Alloh tahu tentang dirimu lebih baik daripada dirimu sendiri, maka Dia pun menetapkan sesuatu lebih baik daripada yang engkau kehendaki.” –Anginawan–

“Tetaplah belajar_Belajarlah bersabar dari wanita yang bernama Asiyah (istri Fir’aun), belajarlah setia dari Khadijah, belajarlah jujur dari Aisyah, dan belajarlah berteguh hati dari Fathimah.” –Dr. ‘Aidh al-Qarni– 


Half Purple and Blue Butterfly