Selalu ada saat dimana kita merasa sepi, kosong, bingung, tiba-tiba sedih, dan segala macam suasana yang tiba-tiba menjadi aneh rasanya. Sayangnya kita lebih banyak tidak tahu apa penyebabnya. Bukankah begitu?
Seumpama gravitasi, manusia akan kembali jatuh dalam lubang kenangan setelah bersusah payah untuk terbang melupakan.
Seharusnya para pecinta tahu, tidak banyak berguna jika hanya berusaha untuk melupa. Sebab kenangan bisa datang kapan saja, tanpa pinta. Sebaiknya mereka lebih memilih untuk belajar menerima, hingga kelak jika kenangan itu datang menyapa, mereka bisa menikmatinya dengan suasana yang berbeda. Tapi entah kenapa mereka masih saja bersikeras untuk melupa, bukan memulai menerima.
Memang sudah seharusnya begitu, apa yang terlanjur terikat akan selalu ada bekas. Sekuat apapun meronta kalau memang masih terikat, tidak akan mudah begitu saja untuk bebas.
Jika pada akhirnya melepaskan adalah jalan. Semoga saja tak lagi ada hati yang keberatan. Yang ditinggal akan mendewasakan ketabahan. Yang pergi tidak perlu lagi kembali mengingatkan kenangan.
Jika melepaskan bukan pilihan yang baik menurut diri sendiri, coba jadikan ia kebutuhan. Terkadang ego berat untuk memilih keputusan, tapi hati lebih butuh kepastian.
Percayalah, aku pernah belajar merawat luka dengan membuka hati untuk memaafkan, sebab luka yang baik adalah yang berangsur pulih, bukan yang terus menganga semakin perih.
-- membuka pikiranku dengan lebih baik (lagi) :D
Tidak ada komentar:
Posting Komentar