Jumat, 23 Juni 2017

Maafkan aku....

Apa kabar?
Maafkan aku telah mengabaikanmu
Aku tak pernah lagi bercerita
Aku tak pernah lagi berbagi canda
Aku tak pernah lagi menyebutmu
Aku tak pernah lagi cengeng seperti dulu
Maafkan aku...

Aku tak pernah tau lagi kenapa begini
Aku tak pernah lagi tergoda untuk merangkai puisi
Aku tak pernah lagi mengisi catatan tentang isi hati
Tak pernah lagi

Tapi....
Kadang aku rindu mengeja kata denganmu
Menceritakan semua kisahku
Menggambarkan mimpi
Melukis warna indah agar tak terlihat pilu
Aku pernah merasa begitu
Kamu harus tau itu

Sekali lagi maafkan aku
Keberadaannya mengalihkan duniaku
Dia lebih nyata
Meski tak selalu ada
Tapi aku tau dia selalu berjaga-jaga
Menjagaku agar tak jatuh
Menjaga hatiku agar lebih kukuh
Menjaga bangunan kebahagiaanku agar tak runtuh
Menjaga ragaku agar selalu berdiri teguh

Dia suamiku, kesayangan aku....

Maafkan aku diary....

Sabtu, 03 September 2016

Ketika Aku Sakit

Kenyataannya, semua orang pernah sakit. Tapi kali ini aku berlebihan. Aku sakit dan aku merasa sendirian, jauh dari manapun, jauh dari rumah, jauh dari suami, aku ada di perantauan, kesakitan. Sebenarnya sakitku juga tak separah perasaan berlebihanku, hanya saja aku terlalu cengeng dan terlalu peka.

Jadi ceritanya, aku minta tolong sm temen minta dibeliin sesuatu, semacam obat, aku lagi ga terang2an ngrepotin temen, aku tau dia lg diluar dan aku nitip beliin pas pulang, sekalian pikirku. Tapi apa, lama ga bales pesanku, sekalinya bales, "maafkeun aku ud dikostan", jleb! Sedih. Aku mau nyalahin itu teman --- marah2, trus bilang ini itu, lalu curhat sambil memelas, andai kamu tau teman, aku tadinya pengen beli itu pas pulang kerja, tapi bagaimana, untuk sampai dikost aja aku butuh berjuang biar tidak ambruk dijalan kemudian nyusahin orang, itulah kenapa aku ga bisa mampir2 dan minta tolong sm kamu, teman!--- tapi ga guna, buat apa? Cuma ketahan dihati lalu mewek nelangsa, manggil2 orang rumah, tapi mana mereka denger, hiks!
Aku ga bisa tidur, aku harus minum obat, aku ingin besok bisa membaik, aku kumpulkan kekuatan yang tersisa, lalu pergi ke toko terdekat, beli obat dan bisa balik lagi dengan selamat, sendiri! Aku bisa merawat diriku sendiri. Aku kirim pesan ke bapak suami, yang sepertinya sangat khawatir tapi cuma bisa berdoa. Aku baik-baik saja disini bapak, tapi sambil nangis, sambil mimi obat. Si bapak nge-video call, dan aku cm bisa sesenggukan, nangis nangis, sibapak cuma diam tapi aku tau, si bapak merapal banyak doa untukku, seolah memelukku dalam diam, tatapan matanya seperti terluka, bagaimana tidak, dia tak bisa ada di dekatku saat ini, dan aku masih menangis ---bapak, andai kamu tau bahwa sakitku biasa saja bapak, hanya saja ada insiden teman yang tak bisa ku ceritakan padamu, karena aku tau akulah yang terlalu berlebihan. maafkan aku, bapak, sudah membuatmu begitu keterlaluan mengkhawatirkan aku--- dalam videocall, sibapak masih terus menenangkan, seperti meninabobokanku, sampai aku terlelap dalam tidur bersimbah air mata. (Lebay tingkat dewa ini, haha)

Dari kejadian ini, aku mengambil banyak pelajaran berharga, bahwa penting untukku -dan juga anak rantau dimana pun berada- untuk sedia obat sesuai sakit yang biasanya melanda, harus! Dan satu lagi, belajar mandiri, mengatasi masalah sendiri. Menahan diri untuk tidak mengeluh apalagi curhat memelas sama orang lain, berharap orang lain kasian tapi itu cuma mempermalukan diri sendiri, plisss jangan lakukan itu!! Jadilah anak rantau yang kuat, sehat, selamat. Dan terakhir, jangan cengeng juga jangan berlebihan kaya saya, hahaaaaa.......

Big thanks untuk bapak suami, terimakasih untuk cintamu yang begitu luar biasa. Mumumumumu.......

  photo 82.gif photo 82.gif photo 82.gif

Rabu, 03 Agustus 2016

Oleh-oleh dari Ramadhan 1437H

 #Latepost banget

Ramadhan kali ini aku memang jauh ratusan kilometer dari rumah. Tapi setiap moment Ramadhan menjadi moment langka, melewatinya sekaligus menikmati indahnya bulan ini adalah suatu keharusan. Meski tak sama seperti Ramadhan sebelum-sebelumnya, aku harus selalu punya cara untuk membuatnya sama, sama istimewanya

Buka bersama, acara ini cuma ada di bulan ini, setahun sekali, satu bulan saja, bulan Ramadhan.
Jadi, selama bulan Ramadhan, di kantor tempat kerjaku dan kantor-kantor lainnya, menerapkan jam kerja yg berbeda dari biasanya, berbeda dari bulan yang lain, kannn....dari sini saja udah kebukti istimewanya bulan ini. Jam kantor yang biasanya jam 07:30 sampai 17:00 berubah menjadi 07:30 sampai 15:30 waktu setempat. Selama bulan Ramadhan kantor tempatku bekerja mengadakan buka bersama dilanjut tarawih bersama diaula kantor, dari hari Senin sampai kamis, karena weekend banyak yg mudik. Kalau setiap hari ikut sebenernya bisa ngirit ya, haha.... Tapi nyatanya juga aku cm ikut beberapa kali aja, karena selebihnya ada acara buka bersama yg banyak dengan orang yang banyak juga, (kkkkk....sok ngehits banget) dari mulai buka bersama bareng gengs kost kece, bareng temen2 liqo cahaya, temen2 seangkatan di Bali, bareng orang sekantor semuanya tidak terkecuali, sampai buka bersama satu kanwil dan selebihnya yang lain buka bersama spesial dengan cumi terkece seminggu full sebelum mudik kekampung, haha. Disusul dengan buka bersama bareng keluarga besarku, keluarga besar cumi, ga besar banget si, tapi sekeluarga kita, haha... Ditambah buka bersama bareng gengs 442. Menyenangkan sekali. Tuhan....terima kasih banyak banyak, nikmat_Mu sungguh luar biasa.



Selain buka bersama ada banyak moment langka di bulan ini, salah satu diantaranya, tarawih, sholat tarawih berjamaah di Masjid atau bisa juga di Mushola, selama Ramadhan di Bali alhamdulillah tidak ada kendala untuk sholat Tarawih berjamaah, sekitaran tempat kostku ada beberapa Masjid, Mushola, dan aku bisa kesana bareng temen2. Yang paling seru, kita, aku dan temen-temen bikin agenda tarling, tarawih keliling. Mmmhhhh...  Ke masjid GKN, masjid PLN, masjid Agung Sudirman, masjid Al Furqon, dannnn sesekali aku ikut tarawih dikantor, hehe.....padahal dari hari Senin sampai kamis selama ramadhan kantor ngadain buka bersama dilanjut tarawih bersama. Pas suami seminggu terakhir di sini_(suami ud libur duluan karena masih tugas belajar)_ aku ajakin tarling juga, kepengen nya si biar suami tau kegiatan aku sama tempat-tempatnya, jd ga cuma lewat cerita aja, ehehe...


Dannnn moment paling ditunggu, berasa cepeeeeeeeetttt banget, mudik lebaran. Menyenangkan masih bisa mudik ditemani suami, ada temen2 juga, mudik kekampung halaman bertemu dengan keluarga tercinta, berkumpul lagi dengan mereka setelah lama terpisahkan. Tapiiiii,,,,, ada sedih yang tak bisa disembunyikan, Ramadhan akan segera selesai. Semoga masih bisa dipertemukan dengan Ramadhan berikutnya. Aamiin....
Mudik tahun ini dari Denpasar ke Purwokerto, via Yogyakarta. Alhamdulillah lancar jaya tanpa kendala berarti, berangkat dari kost 05:45 WITA tepluk dirumah Purwokerto jam 12:30 WIB. Lumayan lama, tapi Alhamdulillah perjalanannya ga melelahkan, kalau kata suami, "ya iya ga melelahkan sepanjang dikereta ayah ditinggal tidur" haha.....Terimakasih ya bapak suami, Mumumumumu.....

Semoga nanti, setelah Ramadhan ini selasai kita semua masih bisa melakukan hal2 baik yang sudah jadi rutinitas baik di bulan Ramadhan tahun ini.... Semoga tetap Istiqomah dijalanNya, sambil terus memohon dengan sungguh2 agar masih bisa berjumpa lagi dengan bulan yg mulia di tahun berikutnya. Aamiin aamiin ya rabbal'alamin.....
 

Kamis, 09 Juni 2016

Ramadhan kali ini

Ini menjadi Ramadhan kedua yang aku lewati ditanah rantau, ribuan kilometer jauhnya dari kampung halaman, berbeda ruang dan waktu dengan keluarga disana. Namun, ada yang berbeda dengan Ramadhan tahun lalu di rantau juga, Ciamis Jawa Barat. Saat itu aku masih sendiri alias belum menikah, dan Ramadhan kali kedua ditanah rantau yang berbeda, aku sudah menikah, tadaaaaaaaa. Tapi, aku jauh dr cumi (baca:suami) :(

Antara Jakarta dan Denpasar, itu yang sedang aku rasakan, itu hadiah hebat buat aku dan cumi buat pernikahan kami, 3minggu setelah menikah SK mengantarkan aku terbang jauh kesini, Denpasar Bali. Aku tidak akan menuliskan bagaimana rasanya menjalani pernikahan beda pulau, karena rasanya nano-nano banget, tapiiiii......sejauh ini aku dan cumi masih bisala mengkondisikan keadaan, melewati hari sampai ketemu Ramadhan hari ini, alhamdulillah yaa... Semoga aku dan cumi bisa terus berjuang bersama, memperjuangkan bahagia kita. Semangat.....

Ramadhanku disini, ga kalah seru dengan ramadhanku di tempat sebelumnya, ada teman-teman yg seru, teman-teman kantor dan diluar kantor, teman yang bisa jadi sahabat paling dekat, teman yang senasib sepenanggungan karena sama2 merantau ribuan kilometer jauhnya dari daerah asal. Semua temanku disini seperti keluarga kedua, mereka menjadi tempat minta tolong, menjadi tempat berbagi, menjadi tempat tumpahnya cerita, menjadi apa saja sesuai kondisi. Mereka super sekali, dan aku juga akan berusaha menjadi seperti itu untuk mereka. Terima kasih kawannn.....

Ramadhan kali ini, harus bisa lebih baik lagi. Harus bisa jaga diri, jaga hati. Semoga segera didekatkan dengan cumi...... Aamiin :)

Ramadhan kali ini, aku di Denpasar - Bali.

Jumat, 03 Juni 2016

Aku selalu punya cerita

Jika ada orang yang bisa memuji sekaligus menikam mati
Mungkin harus ditanya apa dia punya hati
Jika ada orang yang sanggup memberikan sejuta harapan untuk kemudian dijadikan pesakitan
Mungkin dia lupa bahwa kita sama2 manusia yang diciptakan dari satu Tuhan

Waktu sudah lebih cepat berlalu
Tapi luka ini masih melebam ngilu
Seribu kata maaf tak akan sanggup memulihkan luka
Semua akan dikembalikan dengan rasa yang sama
Entah esok atau lusa
Dan akan ada saatnya
Mereka sadar, bahwa ke"aku"an mereka melukai hati

Lihat, aku selalu pantas untuk bahagia
Meski berkali kali jatuh terluka
Lihat, aku masih bisa berlari kencang
Meski kamu pernah membuat hidupku pincang
Dan Lihatlah, aku selalu punya cerita

Half Purple and Blue Butterfly