Senin, 08 September 2014

Minggu yang "Sibuk"

Minggu itu, untuk kebanyakan orang adalah hari libur. Minggu itu adalah jeda sejenak dari rutinitas yang ada. Minggu adalah bebas. Minggu adalah liburan. Minggu adalah akhir pekan yang menyenangkan, tapi tidak minggu malam, hahaha....
Tiga hari minggu ini aku "sibuk", sibuk yang menyenangkan si, jadi begini......

Minggu, 24 Agustus 2014

Hari minggu ini, aku ikutan Rafting (baca:arung jeram), ini pengalaman perdana. Pas diajakin temen ikutan acara ini, rasanya tu gimanaaaaaaa gitu (lebay), pertanyaan pertama yang keluar adalah: " aku ga bisa renang, gimana?". hahaha..... sitemen bilang katanya "gapapa". Tapi aku nyoba nyari info sendiri, tanya sana sini, tanya sama orang yang udah pernah rafting, dan tadaaaaaaaaaa...... big thanks to mba Lia yang udah kasi pencerahan, yang akhirnya berani juga nekat buat ikut, aji mumpungnya adalah mumpung ada yang ngajakin, hihi....

Lokasi Rafting lumayan jauh, di Banjarnegara sono, pemberangkatan dari Purwokerto sekitar 1-2 jam. Kita berangkat rombongan, 15 orang, dan aku hanya kenal 2 orang aja coba, hahaha..... Tapi don't worry be happy, karna satu rombongan jadilah ga masalah untuk bisa saling mengenal, dan mereka semua asyik2.

Nama arung jeramnya, arung jeram Serayu, panjang rutenya 16km, satu perahu karet biasanya 6 orang plus 1 team Rescue jadi 7 orang, karna kita 15 orang jadi dibagi 3 kelompok, harusnya masing2 kelompok kan 5 orang yah, taapiii, kelompokku cuma 4 orang doang, ini disebabkan karena 1 diantara 15 orang tadi adalah ketua rombongan yang harus mendokumentasikan perjalanan kita, hiyaaaa...... jadi tak apalah, "sing penting poto" hahaa...

Arung jeram dimulai, petualangan dimulai, baju pelampung dan helm dikenakan setiap peserta termasuk aku yaaaa, plus dibawain dayungnya. Tidak lupa juga arahan, aba2yang digunakan sampai bentuk penyelamatan "darurat" yang harus dilakukan disaat2 darurat, semua disampaikan oleh team Rescue untuk bekal selama perjalanan yang kurang lebih membutuhkan waktu 3 jam. Awalnya deg2an, tapi lama2 asyik juga menikmati perjalanannya, yang lain cebur2an, karna akunya kan ga bisa renang, jadi takut nyebur, tapiiiii..... si team Rescue yang diperahuku bilang "gapapa, ga tenggelam ko", hahaha itu orang tau aja pikiranku. Penasaran juga, akhirnya aku nekat nyebur dannnnnnnnnnnn........ iya ga tenggelam (kan pake baju pelampung ya.haha) asli asyikk banget, lupa deh kalo ga bisa renang. Jadi.... untuk yang mau ikutan arung jeram trus ga bisa renang, gapapa, insyaAlloh aman, ada team Rescue yang siap siaga, dan jiwa kita juga diasuransikan ko. Ayo coba!

Perjalanan arung jeram itu tidak selalu diarus air yang tenang, selalu ada arus yang ekstrim yang bebatu yang arus airnya deras bak air terjun, tapi justru disitulah rute paling menariknya, kita akan tertantang, berteriak senang melewatinya, sesuatu yang memacu adrenalin kita, bukan? sampai2 kita ingin melewatinya lagi dan lagi agar perjalanan selalu seru seperti itu, iya kan?
Ada sesuatu yang terpikir olehku, jika kita analogikan perjalanan arung jeram ini seperti perjalanan hidup kita misal, saat kita melewati rute arung jeram paling ekstrim sekalipun kita bisa berteriak senang sambil berseru asyik2, tapi kenapa saat kita harus melewati rute "sulit" diperjalanan hidup kita, kebanyakan dari kita, termasuk aku, lebih sering mengeluh dan meratap? kenapa kita tidak memilih untuk menikmatinya seperti menikmati perjalanan arung jeram? kenapa??? mungkin ini menarik untuk direnungkan sejenak.....



***
Minggu, 31 Agustus 2014

Ceritanya,,,, hari ini itu ada karnaval, satu desa, dan semalemmmm ibu erte kerumahku, "mba Novi besok ikut didandani ya (baca:dirias) buat karnaval" aku kaget aja, setengah bengong, tahun2 sebelumnya aku tidak pernah terlibat, and now,,,,, akan dilibatkan, haha... aku jawabnya "pake jilbab ga bu?" eh si bu ertenya bilang "engga mba"....... "waduhhhh, aku ga mau deh bu, maaf?" si ibunya bilang gini " oya udah tek cari yang lain aja"......."maaf ya bu?"...... "iya"....................
Eh, ga lama pergi, si ibu ertenya dateng lagi kerumah, "mba Novi, besok ikut aja ya, besok didandaninya pake jilbab bisa ko"....bengong deh aku..... "oh... iya bu, tapi kalo besok pas dirias ga pake jilbab aku mundur ya bu".... "pake ko, memang nanti ada yang harus pake jilbab".....hmmmmmm ada apakah gerangan coba..... bu erte mantep jawab "iya".

Singkatnya,,,, jadilah aku pagi2 dirias, diwarna warni, aku yang ga biasa dan ga terbiasa ber "make up" sigap banget bilang "jangan tebel2 ya mba make upnya" haha...... jadilah aku orang paling "berisik" selama sesi ini, hihi. Setelah selesai make up, lengkap dengan pakaian "aneh" dan jilbab aku nyoba bercermin, dan tadaaaaaaa........ aku senyum sendiri dan bilang dalam hati " aku cantik juga ya kalau pake make up. haha"
Jadi,,, acara karnaval satu desa ini, diadakan rutin setiap satu tahun sekali dalam bulan Agustus, sebagai partisipasi meramaikan dan memperingati hari kemerdekaan Indonesia, 17 Agustus, satu desa ini terdiri dari beberapa RW (Rukun Warga) dan dibawah RW ada RT (Rukun Tetangga), kelompok karnaval ini adalah masing2 RT desa, nah,,,, koordinasi RT itu mengharuska setiap Keluarga ada yang ikut berpartisipasi minimal 1 orang, kalo misal ga ada seorangpun dari anggota keluarga yang ikut berpartisipasi akan dikenakan denda 20ribu, dan biasanya aku mending bayar denda, hahaha..... tapi tidak kali ini, karna aku ikut, ikut "terpilih" dalam karnaval hari ini.

Karnaval, setiap RT punya kreasinya masing2, modelnya juga banyak dari mulai anak2 sampai nenek-kakek ada, ada pertunjukan intinya, yang kebanyakan adalah "kenthongan", sama seperti kelompok RTku juga pake pertunjukkan inti kenthongan, lalu aku ngapain? aku ikut barisan didepan kenthong tapi bukan yang ngasih aba2, bukan juga jadi yang nari2, aku ikut jadi "pajangan berjalan" aja, haha. Dua kata untuk hari ini..... Rame-Cape.

Dari lelah yang terasa, dari keringet yang menderas akibat panasnya matahari yang uwo! banget hari ini, satu hal yang membuat aku excited sama diri aku sendiri adalah aku yang introvert ini, bisa juga beradaptasi dalam keriuhan, aku yang biasanya "enggan" terlibat dalam acara2 "keramaian", hari ini menjadi bagian dari "keramaian" itu sendiri. I'm proud of me. haha.... Aku ga punya foto karnavalnya, belum dikasih liat juga sama bu erte, foto selfie? ada sih, tapi malu laaaaaaa kalau harus mejeng disini. jadi harap maklum :)

***
Minggu 7 September 2014

Minggu kali ini, tepatnya kemarin, aku dateng acara silturahmi akbar ODOJers se-Barlingmascap (Banjarnegara Purbalingga Banyumas Cilacap), niatnya memang pengen silaturahmi, mengenal anggota odoj lain yang ga se-Grup, tadinya aku mau bareng sama temen, tapi temen ga jadi karna ada "something", jadilah aku berangkat sendiri ke TKP, buat aku, sendirian justru menyenangkan, lagian juga disana bakal ketemu banyak temen. Dan eh, ternyata disana itu ada acara lainnya, sepaket sama IBF (Islamic Book Fair), rame deh, aku bisa beli buku, yes!

Acara tujuan adalah silatbar, setelah registrasi, dikasih snack dan disematkan tanda pengenal, aku langsung duduk manis dilokasi yang ditunjukkan oleh panitia, sambil kenal2 ke tetangga duduk, sebelah kanan-kiri depan-belakang, ngobrol2, duduknya lesehan didepan panggung yang sederhana dengan warna serba hijau kecuali kursi, meja dan laptopnya, peserta duduk rapi didepan panggung membentuk barisan, akhwat dan ikhwan dipisahkan oleh tirai yang ga cukup "menutupi" keberadaan peserta. Baiklah, acaranya adalah pembukaan, sambutan, tausyiah dari mbak Afiv AKSI, trus pertunjukan dari Naura Nasyid yang keyeeeeennnn banget, yang nyanyi masih anak2 tapi suaranya bagusssssss, suka!, acara intinya tentang ODOJ (One Day One Juz) itu sendiri, sosialisasi tentang ODOJ, pembicaranya dari salah satu dari 4 pendiri ODOJ itu sendiri, kemudian sesi tanya jawab, dilanjut dengan sebar 100 Al Qur"an secara simbolisasi, ditutup dengan nonton film pendek ODOJ yang dibintangi oleh Teuku Wisnu dan Oki Setiana Dewi, bisa diliat di link ini juga: http://www.youtube.com/watch?v=CT1l8CxBqVc
Dari awal acara sampai ditutup, ada satu dua yang bisa jadi catatan penting, ini hasil menyimak tausyiah dan dari pembicara ODOJ. Tentang NIAT, hanya satu kata tapi menjadi "nyala api" dari keseluruhan yang kita perbuat, dari yang kita lakukan, dari semua proses yang kita lalui. Niat memang tak terlihat, sesuatu yang abstrak tapi tak bisa diabaikan, niat adalah urusan kita dengan Tuhan, tidak ada yang tau, bahkan saat kita bicarakan niat kita, kita sampaikan niat kita secara terang dengan lisan, niat yang sebenarnya tetaplah ada didalam hati masing2, niat itu penting, karena..... tapi sebelumnya aku akan sampaikan tanya jawab yang menarik tentang ODOJ tadi, "apakah dengan ODOJ kita tidak RIYa karna harus laporan?" jawaban sipembicara begini.... "kembali lagi pada niat kita, karena RIYA dan IKHLas itu bedanya tipis sekali" menurut pemaparannya yang panjang lebar inti yang aku tangkap begini, bahwa saat niat kita memang untuk Alloh menyelesaikan satu juz per harinya, dengan laporan adalah sebagai monitornya, kita bisa ikhlas melakukannya dan RUTIN tanpa "embel2", dan saat kita hanya ikut euforia kita akan terjebak oleh Riya, seiring berjalannya waktu kita akan capek sendiri dengan keadaan yang seolah "terpaksa" dengan cepet2an kholas (baca:selesai 1 juz) misalnya. Ikhlas itu cukup dilakukan dan tak usah diungkit-ungkit atau dibicarakan lagi sedangkan Riya melakukan sesuatu dengan orientasi penilaian manusia lain yang kadang masih sering diungkit/ dibicarakan oleh lisan, sengaja atau tidak, sadar atau tidak, bahwa Riya dan IKhlas itu tipis sekali bedanya, tapi semua hanya Tuhan yang tau, karna niat itu urusan kita masing2 dengan Tuhan. Nahhh..... sepertinya ini harus jadi catatan super penting.
Untuk catatan penting lainnya, “We first make our habits then habits make us“, dan dengan ODOJ kita bisa membuat kebiasaan baik untuk selalu berinteraksi dengan Al Qur'an dengan pedoman hidup kita, dengan surat cinta langsung dari Tuhan, juga untuk bisa terbiasa dengan hal2 baik dan positif yang akan menjadi kebiasaan. Yes, I'm agree!

Buat kamu2 yang ingin bergabung di ODOJ bisa registrasi disini:
http://daftar.onedayonejuz.org/index.php/auth/login
Sekilas tentang ODOJ dariku, nanti setelah kita daftar kita akan diikutkan antrian untuk kemudian diikutkan dalam satu grup yang masing2 grup jumlah membernya 30 orang termasuk adminnya, sesuai juz dalam Al Qur'an, untuk kemudian dibagi satu juz satu orang, admin disini yang selalu update info dari pusat terkait peraturan dan isue2 terbaru tentang ODOJ, juga bertugas untuk memberi laporan setiap harinya ke pusat sono, selain admin akan ditunjuk PJH (Penanggungjawab Harian) yang tugasnya merekap list anggota, memberi keterangan kholas pada anggota yang telah melapor kholas sesuai bagian juznya masing2, dan admin juga bisa jadi PJH, karena...... ini berdasarkan grupku sendiri, yang jadi PJH biasanya adalah anggota yang kebagian juz 1, setiap hari anggota diberi 1 juz urut dari juz yang kemarin, misalnya ni, aku kemarin kebagian juz 2 besok aku juz 3, besoknya lagi juz 4, gitu terus. Dan kalau sedang berhalangan haidh, karna grup akhwat yah,, kita ada tasmi (baca: dengerin murotal Al-Qur'an sesuai juznya) dari hape, dari CD atau media apa aja bole dan ada lagi tarjim (baca: membaca terjemahan Al-Qur'an sesuai bagian juznya), untuk lelang sudah dihapus, dimaksudkan agar kita terus berinteraksi dengan Al-Qur'an. Grup ini bisa via BBM dan Whatsapp, terserah kita, kalau aku lebih ke grup Whatsapp, meskipun aku pengguna si Blackberry, hehe. Aku milih grup Whatsapp karena kalau, suatu saat off, non aktif, paket habis, bisa sms atau telepon untuk laporan, kan Whatsapp pake nomer HP, via BBM juga bisa si, tapi jadi ga efektif untuk aku yang "rempong" hehe, ini untuk aku yaaaaa... Jadi, dalam satu grupku terdiri dari 30 orang yang berasal dari segala penjuru, dari jawa tengah, jawa timur, jawa barat, sumatera, sulawesi, dan ada juga yang sedang menempuh pendidikan/kerja diluar negeri sono, kita semua saudara, yang bahu membahu dalam kebaikan terutama mengkhatamkan Al Qur'an dalam satu hari, bersama, Yang menjadi penyemangat ketika semangat mulai meredup, yang saling nasehat menasehati dalam kebaikan, yang bisa menjadi sahabat meski tak bersentuhan secara fisik. Jalinan yang memesona, bukan? ayo gabung :)

Penutup kunjunganku di IBF dan acara silatbar ini adalah poto2 dan beli buku, aku beli bukunya Kang Salim A Fillah yang judulnya "Lapis-Lapis Keberkahan" bukunya tebel sangat, dan sepertinya bagus, happy reading to me :) 
 
Sebelum tulisanku yang panjang lebar ini kemana-mana, sebaiknya diakhiri sampai disini, haha....

"Bahwa dalam setiap yang kita lakukan, dalam setiap kejadian yang kita alami, sekecil apapun, selalu ada pelajaran berharga yang bisa kita ambil menjadi kebaikan, minimal untuk diri kita sendiri_akunovia"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Half Purple and Blue Butterfly