Dua pertanyaan kuambil dari artikel yang ku baca, untuk......
Utk yg blm, akan, dan sudah menikah, menggugat niat qt utk menjawabnya dg penghayatan yg dlm bukan sekedar "basa basi"
Pertama:
Mengapa aku menikah?
Kedua:
Mengapa aku menikah dengannya?
Jawaban pertnyaan pertma hrslah sesuatu yg filosofis, berupa hall yg bersifat spiritual. Krn pd dasarnya , pendamping hidup, pasangan menikah adlh refleksi dr ke"diri"an kita, yg qt harapkan bs menemani sekaligus melengkapkan diri qt di mata manusia maupun dimata Alloh. Maybe, itu makna jwban seragam qt slma ini "menggenapkan separuh din".
Jawaban kedua hruslah bersifat unik, memberikan ruang keunikan individual. Krna tak ada seorangpun didunia ini yg sempurna, yg bs memenuhi harapan qt setiap saat, sedangkan harapan qt sering berubah2, begitupun dlm menikah, tak ada pasangan yg sempurna. Maka,,, carilah sebuah kualitas atau keunikan yg membuat qt mengabaikan hal2 lain yg mjd "kekurangan" psangan di mata qt. Keunikan ini bisa berbeda2, krn kebutuhan seseorang terhadap pendampingnya bersifat sangat personal, dan ukuran2 dlm pernikahan pun sangat individual dan tdk bs dibandingkan. Kesaktian jawaban ini(haha...lebay), bs dipakai utk yg sdh menikah, krn katanyaaaaaa...., kebahagian tdk otomatis mengikuti setlah ijab selesai dibacakan, msh butuh bnyak perjuangan utk bs "terus" bahagia. Saat hrs menjalani hari2 "kelam" penuh kekesalan, kemarahan dan kekecewaan, jawaban kedua ini bs jd senjata ampuh utk mengaburkan ke"kelam"an itu, caranyaaaa, hayati lg jawaban dr pertanyaan "mengapa aku menikah dgnya?" Byangkan lagi keunikan2 psangan qt, smpai pd titik, dmn qt akn merasa bhw "aku tdk menyesal menikah dengannya".
Semoga, qt bs (atau telah) menikah dg org yg bs terus bersama menemani smpai menua, dan saat ajal memisahkan, itu hnya perpisahan sementara dan nantinya akn dipertemukan lg disurgaNya.... Aamiin.....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar