Dari artikel yang aku baca, konsep “LTLT” ini merupakan salah satu pilar dalam pendidikan versi UNESCO.
Learning To Live Together….
Belajar hidup bersama orang lain. Bersosialisasi. Bekerjasama. Berharmoni. Berukhuwah. Stephen R. Cover melalui buku “The Seven Habbit”nya memperkenalkan konsep “interdependensi”. Bahwa orang yg sukses di masa depan adalah orang yang independent secara pribadi, tapi punya sense saling ketergantungan.
Yups, “masa depan” itu sudah kita alami kini. Sekarang ini, bukan jamannya lagi seorang merasa “hebat” sendirian. Gak akan laku. Kenapa? karena sekarang era spesialisasi. Gak mungkin seseorang tahu semuanya secara mendalam. Dia butuh menghargai kemampuan orang lain. Dia butuh bekerjasama, empati, menempatkan diri…
Sense saling ketergantungan ini menunjukkan bahwa perilakunya berpengaruh pada orang lain, itu adalah satu poin penting yang berharga. Itu namanya KePeduLian.
Konsep “LTLT” ini seharusnya bisa kita aplikasikan dalam seluruh aspek kehidupan, karna memang hidup kita tidak akan pernah lepas dari peran orang lain. Dalam hubungan keluarga, tetangga, bebangsa, bernegara dan beragama, semuanya.
Dalam kehidupan berumahtangga, misalnya.... untuk yang akan menikah atau baru menikah, jadikan konsep ini sebagai "bahan" untuk membangun pondasi yang kuat, untuk mewujudkan kehidupan yang sesuai harapan. Bahwa suami dan istri memang memiliki sense saling ketergantungan, tidak bisa berjalan masing2, dan sendiri2. Konsep ini mengajarkan untuk bisa lebih "aware", bisa saling mengisi dan melengkapi satu sama lain. Semoga.
Bahwa dalam Islam, sholat diawali dengan mengagungkan nama Alloh, dan diakhiri dengan kepedulian ke arah kanan dan kiri kita.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar