Jumat, 29 Agustus 2014

Sabar, Kesabaran, dan (menjadi) Penyabar

"Sabar, Sabar......"
Semua orang biasanya bilang satu kata ini pada orang lain yang mengeluhkan sesuatu, menceritakan kesedihan, kekesalan, kagalauan kepadanya. Sabar. Iya kata ini, akupun sering mengatakannya, sering pula mendengarnya. Sabar. Bagi aku yang pernah mengatakannya dan pernah mendengarnya, kata ini seperti......mmmhhhh.... cuma sebuah kata tanpa mengerti esensi sebenarnya kata ini. Aku (mungkin) dengan entengnya bisa bilang "sabar" tanpa mengerti betul apa yang di"rasa"kan seseorang yang "curhat" padaku, tanpa mengerti betul posisi orang itu, tanpa tau persis perasaan orang itu. Kenapa? karna saat aku mendengarnya dari orang lain tentang kata ini, sabar, aku suka menggerutu sendiri "enak aja bilang sabar, tau ga si? tau ga si??????......" . Jadi,,,,, mungkin orang2 yang mendengar aku bilang kata "sabar" sama gondoknya seperti aku, haahahhaha.
Rasa2nya, sabar itu adalah hal yang mudah diucapkan tapi ga mudah untuk diaplikasikan. Itulah kenapa pahalanya besar, dan sungguh beruntung orang2 yang bersabar itu. Belajar dari pengalaman tadi, aku mengajak kamu, kamu dan kamu semua, ayo mari pahami esensi sebenarnya dari kata, sabar, ini. Mari belajar untuk benar2 berempati, benar2 tulus, bukan lagi "basa basi" dalam berucap "sabar" pada seseorang yang sedang mempertaruhkan hatinya untuk "curhat" pada kita. Dengan belajar menempatkan diri dalam berucap satu kata ini, sabar. Dengan terus berlatih, terus mengupayakan, semoga perlahan, kita, juga aku, akan mengerti esensi sebenarnya kata ini. Baiklah, akhiri cerita "gondok sendiri"nya yaaaa.

"Kesabaran itu ada batasnya,,,," biasanya kata ini diucapkan oleh orang yang (memang) tidak sabaran, dan (mungkin) belum mengerti kata sabar itu sendiri, belum paham betul. Baiklah, aku juga tak akan membantah terlalu panjang, karena kesabaran justru adalah hal yang tanpa batas, tanpa kontrak, tanpa jadwal, tanpa hingga, bahkan tanpa diucapkan. What?! Yeahhhh,,,,, mungkin belum banyak yang paham, termasuk aku. Itulah kenapa, kesabaran adalah sesuatu yang istimewa.

"Semoga aku sabar.......", "kenapa ini kenapa itu, tapi gapapa, sabar aja......"
Banyak orang menuliskan kata2 ini, seolah ia ingin menunjukkan bahwa " ini loh, aku penyabar!....", agar semua orang didunia ini tau "aku tuh, penyabar, baik hati dan suka ngalah....." (hahahaha, maksa bingit).
Lalu seperti apa si orang penyabar itu? aku si tidak tau persis, tapi yang pasti ..... Penyabar itu adalah orang yang benar2 sabar, bukan disabar2in, nahhhhhhhh looo,,,,,,, yang suka lebay bilang sabar, yang suka maksa buat sabar tidak akan otomatis jadi penyabar yaaaaa, jangan maksa deh, ehehe. Aku memang bukan penyabar, tapi dari tulisanku diatas, aku dan kita semua bisa belajar mengupayakannya ko.

Sabar, Kesabaran, dan Menjadi Penyabar, insyaAlloh itu adalah aku, itu adalah kamu, dan itu adalah kita semua. Sesuatu yang melekat pada diri kita tanpa perlu pemberitahuan, tanpa perlu diumumkan, tanpa dipaksa, tanpa memaksa, tanpa basa basi lagi, tapi memang sudah otomatis terpancarkan dari dalam diri kita, dari hati kita dan menjadi bagian dari diri kita. Aamiin......
 photo m004_zpsf1d26e4c.gif photo m004_zpsf1d26e4c.gif photo m004_zpsf1d26e4c.gif


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Half Purple and Blue Butterfly