Rabu, 07 Mei 2014

Mari bicara Nature dan Nurture


Aku tertarik dengan artikel tentang apa itu Nature dan Nurture, aku coba menuliskan apa yang aku baca dari berbagai sumber, tulisan ini menggunakan bahasa sendiri, semoga tidak menghilangkan makna yang sebenarnya tapi bisa mengikat makna, minimal untuk diriku sendiri :D dan tulisan ini sebenarnya sudah lama sekali ada di note, menunggu untuk dituangkan hehe…

Nature merupakan perilaku manusia yang muncul dari dalam dirinya sendiri , perilaku ini dihasilkan dan diprogram oleh kode genetik orangtua kita masing2, atau bisa dibilang Nature ini adalah sifat bawaan sejak lahir.

Nurture merupakan perilaku manusia yang terbentuk dan bisa dikembangkan berdasarkan pengaruh yang ia terima dari lingkungannya, pengaruh dari rangsangan2 eksternal terhadap sensor2 yang ada dalam dirinya, bisa berasal dari pengalaman2 yang dialami, termasuk juga ilmu pengetahuan yang dimiliki.

Seberapa besar Nature dan Nurture mempengaruhi karakter manusia? Pepatah “setali tiga uang” biasanya dihubungkan dengan sifat bawaan anak yang tidak beda jauh dari sifat orangtuanya. Aku tidak akan membahas bagaimana sebuah sifat fisik bisa menurun, ini sudah dijelaskan oleh ilmu biologi, bahwa sifat genetik dibawa oleh gen didalam setiap sel ditubuh kita yang terkandung dalam rangkaian DNA (Deoxiribo Nucleid Acid). Nah,,,, pertanyaannya adalah apakah karakter juga diturunkan melalui genetik?

Kalau kita memperhatikan perkembangan seorang anak, pada diri mereka terdapat berbagai macam sensory/ inderawi yang lalu kita sebut dengan istilah nature, ada sensory system (bagian dari organ tubuh seperti; mata, telinga, mulut, hidung, kulit), sensory neuron (yang membawa sinyal dari reseptor dan mengirimkan informasi tentang lingkungan ke pusat-pusat pengolahan di otak dan sumsum tulang belakang), sensory receptor (organ yang memiliki ujung syaraf), sensory perception (kesadaran, respon tanggap/ sense), dan sensory ecology (bagaimana organisme memperoleh dan menanggapi informasi).

Di sisi lain, lingkungan semasa perkembangan anak menyediakan rangsangan-rangsangan terhadap sensory tersebut, baik berdasarkan suatu desain tertentu maupun alami (nurture). Maka disinilah arti dan peran penting bagaimana rangsangan-rangsangan yang tepat untuk mengembangkan ketiga faktor penting yang menyangkut perkembangan anak, yaitu afektif (meliputi perasaan, minat, sikap, emosi, dan nilai), intelektual (meliputi aktivitas otak), dan psikomotor (meliputi keterampilan (skill) atau kemampuan bertindak). Mau menuju kearah mana perkembangan anak, sangat tergantung kepada bagaimana rangsangan-rangsangan tersebut didesain dan muncul secara alami dalam interaksi yang alami pula. Kedua desain rangsangan sensori tersebut akan selalu menyertai perkembangan anak sejak lahir hingga dewasa, mulai dari lingkungan keluarga hingga lingkungan masyarakat.

Mendidik anak sebenarnya tak sesulit yang kita bayangkan, namun juga tak semudah membalikkan telapak tangan. Satu hal yang membuat pendidikan menjadi mudah, karena kunci utamanya ternyata hanyalah keteladanan; namun hal itu menjadi sulit, karena menjadi teladan berarti berjuang untuk mengubah kebiasaan. Pikiran adalah kekuatan paling dahsyat. Begitu pula dalam dunia anak. Segala bentuk pikiran yang terlintas dalam pikiran mereka setiap hari akan mempengaruhi semua aspek kehidupan mereka. Sikap, pilihan, kepribadian dan siapa mereka sebagai individu, adalah produk dari pikiran-pikiran tersebut. Itulah mengapa sebagai orang dewasa khususnya orangtua, harus lebih jeli memilih kata dan ekspresi yang tepat agar berpengaruh baik terhadap anak-anak. Apapun kondisi Nature dan Nurture-nya, yang dibutuhkan seorang anak adalah pengertian dan empati.

Jadi, nature itu menjelma seperti raga sedangkan nurture menjelma seperti jiwa, yang keduanya sama2 berpengaruh pada diri manusia, berpengaruh seimbang dan saling melengkapi, nature berpengaruh terhadap karakter fisik/sikap dan nurture berpengaruh terhadap karakter kepribadian, kalau dari jawaban Dr. Donald Hebb, seorang pakar psikologi dari Kanada tentang nature dan nurture adalah "Which contributes more to the area of a rectangle, its length or its width? ", dari jawaban itu kita bisa ilustrasikan seperti menggambar sebuah bangun datar persegi, dimana sisi panjangnya kita sebut nature dan sisi lebarnya kita sebut nurture. Bila kita menghapus salah satu sisinya, maka kita tidak bisa lagi menyebutnya sebagai persegi. Atauuuu… bila kita menggambar salahsatu sisinya lebih panjang dari sisi yang lain, maka gambar tersebut juga tidak bisa kita sebut sebagai persegi. Begitulah peran nature dan nurture, tidak ada yang lebih besar atau lebih kecil, melainkan sama besarnya.

Setelah mengetahui peran nature dan nurture, yang ud jadi orangtua bisa lebih tanggap lagi terhadap perkembangan anaknya, mau kita arahkan kemana anak2 itu, pun kita yang sudah dewasa, penting untuk kita memperbaiki kualitas diri dengan lebih jeli lagi memilih lingkungan yang positif, lebih selektif lagi menerima berbagai informasi yang datang dari luar diri kita. Kurang lebihnya begitu :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Half Purple and Blue Butterfly