Selasa, 25 Februari 2014
Mengenal kemampuan si “PS”
Hihi,,,, dari judulnya aku bukan mau membahas “PS” yang disukai kebanyakan orang yah,,,, yappppp! Bukan tentang PlayStation. Tapi tentang “PS” yang,,,, insyaAlloh bisa bermanfaat, minimal untuk diri sendiri. “PS” yang aku maksudkan adalah mengenai Problem Solving. Untuk definisinya, problem solving ialah proses mengidentifikasi masalah secara tepat, menentukan sumber dan akar penyebab masalah, yang kemudian bisa menghasilkan penyelesaian berupa solusi yang efektif dan efisien, kurang lebihnya begitu,,,,,
Mengingat akhir2 ini, sepertinya banyak kejadian "sepele" yang penyelesaian masalahnya begitu "dramatis", hal2 yang merugikan diri sendiri maupun diri orang lain bisa saja terjadi saat seseorang ga mampu menyelesaikan persoalan yang ia hadapi. Misalnya saja seperti berita2 ditelevisi kita, anak membunuh ibunya karena ga dibelikan sesuatu yang ia inginkan, suami tega membakar istrinya lantaran cemburu, dll, dll.... Naudzubillahimindzalik.
So,, Kemampuan problem solving adalah kemampuan yang sangat penting dimiliki oleh siapapun, termasuk kita. Konon katanya, kemampuan problem solving ini termasuk "higher order thinking skill" atauuu kemampuan berpikir level tinggi, artinya, kemampuan ini mempersyaratkan kemampuan intelektual yang cukup kompleks. tapi eh tapiiiiii ternyata kemampuan problem solving ini ga berkolerasi dengan tingkat pendidikan lohhhh....
Terusss,,, dari yang kubaca, kemampuan problem solving justru berkolerasi dengan kematangan emosi seseorang, bagaimana ia mengelola emosi itu bisa menunjukan seberapa kuat kekuatan rasionya. Misalnya sajah,,, jika seseorang merasa sudah bisa bekerja dan mempunyai penghasilan yang “lumayan”, jika ia impulsif dan tak bisa menahan keinginannya untuk belanja belanji,,,,membeli barang-barang bermerk dan “mahal”…bisa jadi keinginan yang tak terkelola itu akan melumpuhkan daya pikirnya/kekuatan rasionya untuk menentukan prioritas pengelolaan keuangannya, nahhhh,,,,
Kemudian lagi kata yang kubaca, ada 2 prinsip mengatasi masalah :
Pertama:
Problem focused coping (cara menyelesaikan masalah dengan mengubah situasi). Artinya situasinya bisa dirubah/changeable. Misalnya: seseorang yang merasa ga nyaman karna matanya sakit kalo diajak membaca dan melihat kompi, padahal kegiatannya full didepan kompi, lalu setelah "maksa" mata bekerja terus dan malah semakin ga nyaman, ia segera memeriksakan matanya kedokter, menggunakan kacamata merupakan saran terbaik. Itu yang akhirnya bisa membuatnya kembali nyaman dalam ber"kegiatan" meskipun jadi terlihat aneh dengan memakai kacamata. (Haha,,, ini pengalaman pribadi sayah) dan banyak contoh lainnya....
Kedua:
Emotion focused coping (cara menyelesaikan masalah dengan mengubah emosi kita), kita gunakan ketika persoalan yang dihadapi gak bisa kita ubah/Unchangeable. Misalnya: ada seseorang yang selalu di"ejek" krna "kurang tinggi" plus badannya kecil, ia sudah melakukan banyak cara yang ga merugikan dirinya untuk ngrubah badannya itu, tapi teutepppppppppp,,,,belum berubah juga, (haha.... sayah banget iniii) Dan ia juga ga tau gmn caranya agar "mereka2" berhenti meng"ejek"nya, mekipun mungkin bisa saja dia marah2 sama "mereka2" itu, tapi itu ga menyelesaikan masalah yah. Maka ia ubah saja perasaannya dalam menanggapi situasi itu, begitu kira2,,,,,
Kadang pada prakteknya kita suka "lupa" dengan prinsip ini. Ada situasi yang changeable, kita malah mengubah emosi kita, jadilah kita "cemen" dan ga mau berusaha. Atau sebaliknya, permasalahan yang Unchangeable, kita paksain untuk ubah situasinya, jadilah kitaaaa,,,, prustasi.
Secara psikobiologis, kemampuan problem solving pd individu berkembang seiring perkembangan CEO otak, yaitu prefrontal korteks, yg konon blm sepenuhnya matang sampai usia 25 thn,,,,, menurutku, ini jadi syarat perlu untuk terus mengasah kemampuan problem solving diri, agar lebih kritis lagi menghadapi berbagai masalah dalam kehidupan yang semakin kompleks. Demikian,,,,,... Semoga bermanfaat :D
*catatan utk diri sendiri
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar