Hujan,,, Rain (English), iLuvia
(Spanish), Regen (Jerman), Ulan (Filipina), Pluviae (Latin). Banyak bahasa
untuk menyebutkan Hujan, tetesan air yang turun dari langit.
Aku suka hujan, sangat suka. Aku menyukai
hujan tanpa alasan, tanpa kenapa, dan tanpa pertanyaan lainnya, aku suka hujan,
titik. Ketika hujan turun aku sangat menikmatinya, tuan hujan, aku suka saat
tetesanmu turun, ada kesejukan, rasanya adem, damai, indah, rinaimu membawa
sensasi tersendiri buat aku, dan saat tetesanmu menyentuh tanah aromanya
sempurna, aku suka.
![]() |
| gambar diambil dari Mr Google |
Tentang
hujan,,,Alloh sungguh punya skenario yang sempurna saat menurunkan hujan.
Tinggi awan-awan itu ribuan meter, bahkan awan cumulus nimbus bisa mencapai ketinggian
16 kilometer. Apa jadinya jika air hujan diturunkan seperti menumpahkan air
dari ember, seperti air terjun misalnya? Pernah berdiri di bawah air terjun?
Pasti banyak yang pernah. Amat
menyenangkan memang duduk di bawah air terjun setinggi 2-3 meter, seperti dipijat oleh airnya. Jika tingginya 4-10 meter, pijatannya semakin keras. Jika tinggi air terjunnya 100 meter? Coba saja kunjungi, banyak air terjun di Indonesia yang tingginya diatas 100 meter. Bukan dipijat lagi, derasnya air jatuh bahkan bisa membahayakan. Nah, jika air terjunnya seperti Angel Falls, Venezuela, yang tingginya nyaris 1000 meter? Aku belum pernah ke Venezuela, tapi rasa2nya berdiri di bawah air terjun itu, menyambut derasnya air, sama saja mencari masalah. Jika hujan yang dari ketinggian ribuan meter (lebih dari 1000 meter itu) diturunkan seperti air terjun apa jadinya kehidupan ini, binasa semua, terkena tsunami vertikal. Tapi Alloh mendesainnya begitu indah, menurunkannya begitu sempurna hanya dengan tetes-tetes air saja. Yang saat turun, bahkan sedemikian rupa bisa melambat dengan sendirinya (tidak seperti batu jatuh, yg justru semakin cepat), tetes air hujan tiba di permukaan bumi hanya dgn kecepatan 6-30km/jam. Kecepatan yg sangat aman. Kaca mobil tidak pecah, kepala manusia tidak berdarah, atap rumah tidak berlubang. Menjadi rahmat bagi seluruh alam. Menjadi kebaikan bagi kehidupan, Sungguh besar kasih sayang Alloh pada kita semua. Masihkah ada yang mau mengeluhkan hujan???
menyenangkan memang duduk di bawah air terjun setinggi 2-3 meter, seperti dipijat oleh airnya. Jika tingginya 4-10 meter, pijatannya semakin keras. Jika tinggi air terjunnya 100 meter? Coba saja kunjungi, banyak air terjun di Indonesia yang tingginya diatas 100 meter. Bukan dipijat lagi, derasnya air jatuh bahkan bisa membahayakan. Nah, jika air terjunnya seperti Angel Falls, Venezuela, yang tingginya nyaris 1000 meter? Aku belum pernah ke Venezuela, tapi rasa2nya berdiri di bawah air terjun itu, menyambut derasnya air, sama saja mencari masalah. Jika hujan yang dari ketinggian ribuan meter (lebih dari 1000 meter itu) diturunkan seperti air terjun apa jadinya kehidupan ini, binasa semua, terkena tsunami vertikal. Tapi Alloh mendesainnya begitu indah, menurunkannya begitu sempurna hanya dengan tetes-tetes air saja. Yang saat turun, bahkan sedemikian rupa bisa melambat dengan sendirinya (tidak seperti batu jatuh, yg justru semakin cepat), tetes air hujan tiba di permukaan bumi hanya dgn kecepatan 6-30km/jam. Kecepatan yg sangat aman. Kaca mobil tidak pecah, kepala manusia tidak berdarah, atap rumah tidak berlubang. Menjadi rahmat bagi seluruh alam. Menjadi kebaikan bagi kehidupan, Sungguh besar kasih sayang Alloh pada kita semua. Masihkah ada yang mau mengeluhkan hujan???
![]() |
| Angel Falls, Venezuela (foto diambil dari bang Wiki) |
Hujan itu istimewa,,, saat hujan adalah saat dimana doa kita tdk akan ditolak sama Alloh, dan aku selalu berdoa apasaja saat hujan, bebas.
***
Hujan selalu punya cerita, saat aku
masih anak-anak dulu, aku sudah sangat suka hujan, bersama anak-anak lain berlarian
dalam hujan, bernyanyi riang sambil menari-nari bak seorang puteri tampil
ditivi, hihi ini memalukan. Bergaya seperti perenang padahal airnyapun tdk
memiliki kedalaman, haha dasar anak-anak. Begitu cepat menjadi bahagia saat
itu, namanya juga anak-anak ya, ga peduli tuh kalo sehabis hujan-hujanan bakal
kena marah haha. Betapa menyenangkannya waktu dulu, aku jadi merindukan masa
itu huhu #nangisbombay
Kalau sekarang, lagi jam kerja, lagi
semangat2nya kerja, tiba-tiba mendung gelap, terus ujan deres, didalam ruangan
kerja, satu saja menguap efeknya adalah penularan massal, itu pertanda ngantuk
melanda kita semua, haha begitulah. Dibalik kaca jendela yang memisahkan aku
dan hujan itu, aku mulai berfantasi berada disana, didalam hujan, walaupun raga
masih didepan layar komputer tapi aku masih bisa merasakan sensasi itu begitu nyata,
begitu jelas,,,,, betapa hujan selalu membuatku terpesona.
Tapi hujan kali ini, membawaku pada
kenangan yang,,,, aku tiba-tiba sesak kalo harus mengingat, dan dengan berat
hati aku menulisnya dalam catatanku bersama hujan, karna hujan, selalu punya
cerita. Aku selalu suka hujan tanpa alasan, tanpa kenapa dan tanpa pertanyaan
lainnya, Tuan hujan, bisakah siapkan tissue untukku?
Suka hujan?
Aku suka, sangat suka.
Hujan mengingatkan aku pada perpisahan, lebih tepatnya pertemuan terakhir (mungkin)
Memori itu terekam jelas, tapi tak sejelas kali ini, saat kamu datang lagi dan lagi
Aku sudah peringatkan kamu untuk jangan mendekat, aku takut, sangat takut
Aku takut mengingat janjimu yang dulu, yang sengaja kamu abaikan hanya demi wanita itu
Dan kini kamu datang dan berkata bahwa kamu tak menemukan rasa itu bersamanya
Rasa yang kamu cari itu, yang kamu bilang itu cinta
Taukah kamu, aku terkesiap mendengarnya, dan hatiku mencelos begitu saja dari tempatnya
Sempat kuberpikir, permainan apalagi ini? kenapa harus aku yang kamu ajak bermain
Aku sudah lama melepasmu, aku tak mau menggenggammu terlalu erat, takut kamu kesakitan
Dan aku mengalah demi itu, demi kamu agar bisa bersama wanita itu
Saat itu yang ada di pikiranku adalah yang penting kamu bahagia, itu saja
Dan aku menyaksikanmu bersenang-senang, tanpa kamu tau tentang aku, melihatku
Bersusah payah tertatih menyembuhkan luka, sendirian menangis
airmataku mengalir kemudian kering
Mengalir lagi, kering lagi
Mengalir
Kering
Mengalir
Kering
Mengalir
Kering
Entah sudah berapa kali aku menangisimu, aku sudah lupa
Dan kini, kamu datang lagi mengingatkan aku tentang ini
Setelah itu, kamu pergi lagi, menghilang, bergeser lagi ketempat semula, wanita itu
Bisakah datang dan buat aku bahagia selamanya?
Jangan begini, sakitnya menusuk sekali
Aku tak bisa menyalahkanmu memang
Mungkin ini karna aku gagal paham saja, aku pikir kamu kembali untuk menepati janji
Aku ingin memintamu untuk tegas, tapi bagaimana bisa aku memintanya
kalo kamu saja tidak tegas pada dirimu sendiri
sudahlah, anggap saja ini lelucon musim hujan
dan aku akan selalu belajar, bagaimana caranya menari dalam hujan
kamu suka Hujan??
#akunovia
Tuan hujan, bisakah temani aku lebih lama disini, aku masih ingin bercerita,,,,
bukan melulu tentang luka, tapi juga bahagia yang lebih banyak, dan aku akan selalu bersyukur. Selalu yakin bahwa ada rencana baik, kenapa Alloh mengijinkan sesuatu terjadi pada kita. Aku memilih mengubur daripada harus mengumbar perasaan ini, biar Alloh saja yang pilihkan jalan terbaik. Oke sipp!!


Tidak ada komentar:
Posting Komentar